
Pria itu perlahan maju dan memetik Tanaman itu dengan santai. Namun tiba-tiba Kolam itu menunjukan riak dan tanah mulai berguncang, Pria itu sangat sadar bahwa terdapat Beast yang bersembunyi didalam Air dan bergegas mundur.
Seekor ular hitam yang sangat besar dengan sisik yang kuat keluar dari dalam Kolam. Ekornya berputar dan menyapu tempat itu sampai bersih, mereka semua terdorong oleh angin yang kuat dan Han Sen juga mundur beberapa langkah.
Han Sen menyembunyikan hawa keberadaannya dan tebakannya sama sekali tidak salah, Ular Hitam ini setidaknya lebih kuat dari Kelabang Baja dan jika dirinya terlibat dalam pertarungan maka Han Sen tidak yakin dapat menang.
"Kabur !" Mereka bertiga berlari secepat mungkin dengan ekspresi yang ketakutan.
*Groar.*
Ular hitam mengejarnya dengan penuh kemarahan, harta yang dia jaga dan tunggu sudah diambil seseorang. Dapat dipastikan Ular hitam itu akan terus mengejar mereka bahkan sampai kemanapun mereka lari.
Racun yang ganas menyembur dari mulut Ular itu dan wanita itu tidak dapat menghindar, "Senior tolong aku !"
"Tidak." Senior mereka berhenti dan mendesak Qi miliknya, sisanya masih tetap melarikan diri dan tidak peduli dengan yang lainya.
Penghalang Qi yang diciptakan perlahan mulai runtuh, wanita itu segera bangkit dan mengeluarkan jarum racun pelumpuh. Wanita itu melemparkannya kearah Seniornya dan Jarum itu menusuk tepat dipunggungnya.
"Karena Senior yang membangunkan Ular itu maka Senior jugalah yang harus bertanggung jawab !" Wanita itu bergegas lari secepat mungkin meninggalkan tempat itu.
Kekuatannya sama sekali tidak bisa digunakan dan dia melihat punggung wanita itu dengan penuh kesedihan.
"Bahkan disaat terakhir kau sedikitpun tidak berbalik untuk melihatku !" Pria itu meneteskan air mata dan menerima takdirnya dengan sukarela.
Ular hitam berniat menerkam Pria itu namun gelombang tinju yang sangat dahsyat meninju Ular hitam. Han Sen muncul dibelakang Pria itu dan segera dia merobek ruang, dia menyeretnya pergi dari tempat itu dan Ular hitam kehilangan jejak mereka.
Namun amukannya masih menggila dan Ular hitam itu terus mengejar yang lainya. Han Sen melihat sebuah Gua kecil yang cocok untuk mereka bersembunyi, segera dia melesat kearah Gua dan menutupnya dengan batu besar.
"Terimakasih Saudara karena telah menyelamatkanku, namaku Lu Che dan kalau boleh tahu siapa nama Saudara ini ?" Tanya Lu Che dengan penuh rasa terimakasih.
"Han Sen... aku tidak akan basa-basi terhadap Saudara Lu Che, jika kau ingin membalas kebaikan ini maka serahkan Tanaman Obat itu kepadaku ?" Han Sen memintanya secara baik-baik.
"Tentu saja." Lu Che mengeluarkan tamanan obat itu dan Han Sen mengambilnya.
Bahkan jika Lu Che tidak berniat menyerahkan tamanan obat ini maka Han Sen akan mengambilnya dengan paksa. Untungnya Lu Che adalah orang yang cukup tahu diri dengan batasannya jadi Han Sen tidak perlu mengotori tangannya dengan darah.
Han Sen menetralisir racun pelumpuh didalam tubuh Lu Che, hal ini sungguh membuat Lu Che bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk hidup.
"Apakah Saudara Han Sen tidak takut setelah racun ini menghilang aku merebut kembali Tanaman itu ?" Tanya Lu Che dengan penasaran.
"Kau bisa mencobanya." Han Sen berkata dengan percaya diri.
"Bahkan jika aku memiliki seratus nyawa sekalipun aku tidak akan mau melakukannya, jika Saudara Han Sen mau maka mampirlah ketempatku. Kakakku memiliki sebuah Toko Obat dan keterampilan Alkemisnya berada di Tingkat Immortal Bumi, aku yakin dia bisa membantu Saudara Han Sen untuk memurnikan Tanaman Obat itu !" Kata Lu Che dengan jujur.
"Oh... apakah aku baru saja menolong Tuan Muda yang kaya raya dan berpengaruh ?" Han Sen sedikit tertarik dengan hal ini.
"Tolong jangan berkata seperti itu... kami memang tidak miskin tapi juga tidak terlalu kaya, ini hanya sebuah Toko biasa saja yang melakukan transaksi jual beli Pil Roh." Jawab Lu Che dengan jujur.
"Aku percaya denganmu... lagi pula tujuanku juga ingin pergi ke Kota. Tapi untuk sekarang kita harus bersembunyi disini terlebih dahulu, takutnya Ular hitam itu masih mengejar kita." Han Sen duduk dan menyimpan tanaman obat itu dengan benar.
Han Sen tidak sabar melihat bagaimana Alkemis Tingkat Immortal Bumi memurnikan Pil Roh, tapi apa yang dia harapkan adalah Han Sen bisa mendapatkan beberapa resep yang berguna untuknya.
Lagi pula dengan membuat Pil Roh itu merupakan cara tercepat untuk mengumpulkan Kristal Sumber. Han Sen tidak akan melewatkan kesempatan besar ini, jadi dia menyetujui penawaran Lu Che dan sangat menantikan untuk pergi ke Tokonya.