Kesombongan Surgawi

Kesombongan Surgawi
Bab 45 - Ajakan


Han Sen membacanya dengan cepat dan mulai memahaminya. Pertemuan Keluarga Besar di Istana Kerajaan, jelas pasti ada sesuatu yang akan terjadi disana.


"Bukankah ini hanya berlaku untuk Keluarga Bangsawan seperti kalian. Mengapa harus ikut membawaku ?" Tanya Han Sen dengan penasaran.


"Kau itu sangat cerdas dan aku membutuhkanmu untuk membaca situasi. Dari keempat Keluarga kelas satu Hanya Keluarga Liang yang bersekutu dengan Pangeran kedua. Terlebih disana ada Keluarga Fan... ini akan memungkinkan kau untuk langsung mengenali musuhmu disana !" Kata Liang Yu dengan sungguh-sungguh.


Liang Yu melanjutkan, "Terlebih ada banyak generasi muda yang akan mencoba peruntungan mereka untuk masuk kedalam Kolam Revitalis. Aku yakin kau akan tertarik dengan masalah ini !"


Han Sen berpikir sebentar dan berkata, "Baiklah kalau begitu... lagi pula sekarang aku sudah sepenuhnya siap untuk bertarung dengan mereka. Apakah kau tahu Putri ketiga ?"


"Kenapa apakah kau tertarik dengannya ?" Tanya Liang Yu dengan penasaran.


"Ya... bisakah kau memberikanku sedikit informasi ?" Tanya Han Sen dengan penasaran.


"Hah... Aku mengakui bahwa jika dalam segi kecantikan mungkin dia tidak memiliki tandingan sama sekali. Selama ini Putri Yao Wu hanya mendedikasikan hidupnya untuk yang mulia Raja yang sedang sakit keras." Kata Liang Yu dengan jujur.


"Bentuk Jiwanya ?" Tanya Han Sen dengan penasaran.


"Aku tidak tahu pasti namun orang-orang di Istana mengatakan bahwa Bentuk Jiwanya adalah sebuah Roda putih dengan energi Yin yang sangat ekstrem." Kata Liang Yu dengan jujur.


Han Sen tidak bisa menyembunyikan ekspresinya yang sedih. Namun sekarang bukan waktunya untuk mengkhawatirkannya dan alasan dia ikut bukan untuk bertarung, namun dia sangat ingin melihat Yao Wu untuk kedua kalinya dan ini adalah sesuatu yang hatinya inginkan.


"Kalau begitu aku akan pergi... besok aku akan menjemputmu dan kita akan pergi bersama ke Istana !" Kata Liang Yu yang bergegas terbang.


Han Sen menghela nafas dan tidak sabar untuk menantikan hari esok. Chai Ying sedikit terkejut dengan perubahan ekspresi Han Sen, sejak dia mengikutinya baru kali ini Han Sen menunjukan ekspresi yang aneh hanya dengan mendengar nama Yao Wu.


"Entahlah... aku juga tidak terlalu mengerti, aku hanya sebatas orang yang mengagumi keindahan bunga." Kata Han Sen dengan santai.


Chai Ying merasa sedikit tidak senang dan berkata, "Apakah aku tidak cukup cantik untuk berada disisi Tuan !"


"Hahaha... Cantik...walaupun kau memiliki dada yang besar namun umurmu tidak sebesar dadamu itu. Jangan berpikir berlebihan untuk menarik perhatianku... fokus saja untuk berlatih dan jangan memikirkan apapun." Han Sen pergi dan berencana untuk mandi.


Chai Ying menghentakkan kakinya dengan kesal dan apa-apaan dengan Gadis kecil. Bulan ini dia sudah berumur 17 tahun dan sedangkan jaraknya dengan Han Sen hanya 4 tahun, bahkan beberapa orang menikah diumur 15 tahun itu merupakan hal yang biasa.


Sejak awal Tuannya adalah orang yang hebat dan pasti banyak wanita cantik yang mendambakan dirinya. Sekarang Chai Ying harus bekerja keras dan mendapatkan perhatian Tuannya sebisa mungkin.


Seharian Han Sen membuat sebuah Artifak yang baru yaitu sebuah anting. Selain memiliki efek pertahanan yang dapat menahan serangan Ahli Nascent Soul, Anting ini juga dapat menyembunyikan basis Kultivasinya dan dia membuatnya dua pasang.


Chai Ying sangat senang dengan hadiah yang diberikan oleh Han Sen, sekarang mereka dapat bergerak dengan bebas tanpa ada orang yang akan waspada dengan kehadiran mereka.


Han Sen menceritakan masalahnya kepada Chai Ying dan memintanya tetap waspada. Lagi pula mungkin akan terjadi pertarungan yang tidak diinginkan, Han Sen sudah membunuh dua Tetua mereka dan dendam harus segera diakhiri sebelum masalah lain bermunculan.


Han Sen duduk dikamarnya dan Chai Ying membawakan teh untuknya, "Tuan... jika besok pertarungan terjadi maka biarkan saya bergabung dan berbagi kesulitan dengan Tuan !"


"Kau hanya perlu melakukan apa yang aku perintahkan dan jangan bertindak apapun dengan membuat keributan. Serahkan saja semuanya kepadaku dan terimakasih karena peduli." Han Sen cukup menghargai kebaikan dari Chai Ying.


Chai Ying akan mengingat baik-baik apa yang dikatakan oleh Han Sen dan tidak akan berbuat buruk. Keesokan paginya Liang Yu menjemput Han Sen membawa Kereta, mereka bertiga bergegas pergi ke Istana Kerajaan dan Han Sen tidak sabar untuk bertemu dengan Yao Wu untuk mengkonfirmasi apakah tebakannya benar atau salah.


Semua Murid Jenius dari Akademi Kerajaan juga ikut berkumpul untuk seleksi dan mendapatkan kuota masuk kedalam Kolam Revitalis. Han Sen sendiri tidak tertarik namun ini akan menarik bagi Chai Ying untuk mencari pengalaman.