
Han Sen merasa terdesak dengan tekanan yang ditujukan oleh gelombang pukulan Duan Jian, sudut mulutnya mengeluarkan darah dan Han Sen masih mencoba yang terbaik untuk bertahan.
"Menyerah... tidak akan pernah... bagaimana bisa aku disebut sebagai Kesombongan Surgawi yang sejajar dengan Surga jika aku menyerah dari orang sepertimu. Hanya dalam kondisi hidup dan mati seorang Kultivator akan membuat terobosan besar pada dirinya, jika aku tidak mati kali ini maka bersiaplah untuk menanggung pembalasan dariku." Han Sen meraung dengan keras dan sisik Naga ditubuhnya berjatuhan bersamaan dengan tetesan darah.
Domain besar didalam tubuhnya mulai berdengung bersamaan dengan Bintang elemen yang bersinar terang. Aliran waktu disana menjadi lebih jelas dibawah penindasan Duan Jian dan Han Sen merasa kalau dirinya dapat menerobos ke Tingkat yang baru.
Duan Jian terus menambah tenaganya dan menyiksa Han Sen dengan cara yang paling brutal dengan menumbuknya dengan gelombang tinjunya. Baginya ucapan Han Sen tidak lebih dari sekedar omong kosong yang tidak penting, semakin lama dia bertarung maka kekuatan Dewa Iblis akan memakannya sendiri dan itu akan sangat berbahaya.
"Cepatlah mati !" Duan Jian mendesak Qi miliknya dan gelombang panas yang kuat menyembur kearah lubang tempat Han Sen berada.
Ledakan panas yang luar biasa kuat membuat seluruh Domain Matahari berguncang, kali ini dia yakin kalau Han Sen pasti akan menderita luka yang sangat parah. Sekarang hanya perlu gerakan terakhir untuk memastikan bahwa Han Sen benar-benar sudah mati.
*Boom.*
Aura yang kuat meledak dengan gila dan setengah Domain Matahari hancur oleh kekuatan Aliran waktu yang membentuk pusaran biru cerah. Han Sen dalam sekejap mata berdiri dibelakang Duan Jian dengan Aura biru yang menyelimutinya.
Duan Jian berbalik dan memukul kearah Han Sen, namun Han Sen menghindarinya dan melewatinya dengan santai. Duan Jian merasakan sensasi aneh ditubuhnya dan tiba-tiba puluhan pukulan yang entah kapan dilakukan oleh Han Sen dirasakan tubuhnya dan membuatnya terlempar kebawah hingga membuatnya terlempar sangat jauh.
Tubuh Duan Jian terseret dan menabrak sebuah gunung hingga menciptakan lubang. Semua orang bingung dengan apa yang terjadi, Duan Jian bangkit dan seingatnya dia sudah mematahkan hukum ruang dan waktu milik Han Sen.
Han Sen membuat terobosan dengan menyatukan ketiga Divine Dao miliknya melalui bentuk sejati dari pemahaman Domain didalam tubuhnya. Ruang adalah Semesta itu sendiri, Alam adalah unsur setiap elemen yang berbentuk energi yang memenuhi semesta dan waktu adalah siklus tetap.
Menyaring ketiga hal ini Han Sen dapat membuat pencerahan tertinggi dari Divine Dao ketiganya dimana semuanya terasa menjadi leluasa untuknya.
Duan Jian melemparnya kearah Han Sen dan panasnya membuat semua kehidupan disekitarnya menjadi layu. Han Sen melesat dan mengangkat tangannya, dia membungkus Bola Lahar itu dengan Aura biru miliknya dan perlahan Bola Lahar panas menghilang seolah tidak ada apa-apanya sama sekali.
Han Sen memanipulasi Hukum Waktu dan meniadakannya paksa. Han Sen meninju tanah dengan kekuatan penuhnya dan menciptakan gelombang penghancur yang membuat Domain Matahari bergetar.
Pedang ditangan Han Sen berdengung dan sekarang dia harus mengakhiri ini dengan cepat, Han Sen merasa kalau kekuatan Duan Jian terus tumbuh dan dia tidak tahu apakah pada nantinya Duan Jian dapat menyamainya atau tidak.
"Tebasan Ruang dan Waktu !" Han Sen menghilang dari tempatnya dan tiba-tiba tebasan Pedang Han Sen sudah memberikan sayatan didada Duan Jian.
Aliran waktu yang kuat menguras vitalitasnya dan Duan Jian berteriak dengan penuh amarah, dia membentuk segel dan Han Sen dapat melihat kalau Duan Jian akan melakukan sesuatu yang berbahaya.
Han Sen mundur menjaga jarak dan tubuh Duan Jian meledak, seluruh Domain Matahari diselimuti Gas hitam dan perlahan bentuk raksasa yang sangat besar memadat.
"Bajingan mana yang berani menggunakan kekuatan dari Dewa Iblis Agung ini, hanya seorang Master Domain berani sekali mencoba mengendalikan kekuatanku !"
Han Sen menelan ludahnya dan kemungkinan besar ini adalah Dewa Iblis itu sendiri, kekuatan Duan Jian sejak awal sangatlah aneh dan saat kekuatannya sudah tidak bisa dia tampung maka yang akan muncul adalah pemilik aslinya yaitu Dewa Iblis Agung.
Dewa Iblis menatap sekitarnya adapun Han Sen dia tidak terlalu mengkhawatirkannya, dia melihat kearah Istri-Istrinya dan tangannya yang besar bergerak untuk menangkap mereka.
Han Sen yang melihat hal ini mengambil bentuk sejati Naga Primordial, cakar Naga yang besar berayun dan memotong tangan Dewa Iblis namun dengan cepat gas hitam itu mulai menyatu dan Dewa Iblis cukup terkejut.