
Sebuah Panah Api tiba-tiba melesat kearah Han Sen dengan kecepatan yang luar biasa. Han Sen tidak bisa menghindar dari serangan tiba-tiba ini dan dalam sekejap ledakan api yang ganas membanjiri tempat itu.
"Hahaha matilah kau sialan !" Tawa seorang Pria menggema ditempat itu.
Dua orang lainya muncul dan Cai Die juga ditangkap oleh mereka. Basis Kultivasinya dilumpuhkan dan sebelum dia tidak mampu menghadapi tiga orang yang berada di Tingkat Immortal Bumi.
"Tidak tahu malu.... pengecut seperti kalian yang menyerang diam-diam saat dia kelelahan merupakan tindakan yang tercela." Teriak Cai Die dengan marah.
"Hehehe... aku tidak menyangka kalau temanmu itu dapat mengalahkan Kelabang Baja. Tenang saja... kau juga nanti akan menyusulnya, tapi setelah kami bertiga puas bermain denganmu !"
"Bajingan." Cai Die mengutuk ketiga Pria itu dan dia mendapatkan tamparan yang keras diwajahnya. Tubuhnya terlempar ketanah dan sudut mulutnya mengeluarkan darah.
Salah seorang Pria itu membuka pakaiannya dan matanya dipenuhi dengan nafsu. Cai Die sangat panik dan tidak menyangka kalau nasibnya akan berakhir seperti ini, bahkan untuk meledakkan Inti Immortal saja dia tidak bisa.
Niat membunuh yang sangat kuat meledak dan bayangan hitam keluar dari kobaran api, kecepatan yang luar biasa disertai dengan Aura penindasan membombardir mereka bertiga.
Han Sen menginjak kepala Pria yang berniat menyerang Cai Die dan menahannya ditanah, tubuhnya diselimuti dengan sisik Naga Surgawi dan untungnya Han Sen mengaktifkan transformasi Naga Surgawi diwaktu yang tepat.
"Bagus... kalian hampir saja membunuhku dan sekarang ingin melecehkan seorang wanita, katakan siapa tadi yang menembakkan panah ?" Tanya Han Sen dengan dingin.
Mereka bertiga diam dan terlihat sangat khawatir dengan sosok Han Sen yang mengerikan, kekuatan jiwanya berada dilevel yang mengerikan dimana mereka bertiga merasakan rasa penindasan yang luar biasa.
"Tidak ingin menjawab maka matilah !" Han Sen menginjak Pria itu dengan keras dan menghancurkan kepalanya.
Darah berceceran ditanah dan Han Sen berbalik kearah dua orang sisanya. Niat membunuh yang sangat kuat meledak dan Han Sen benar-benar marah karena terluka oleh serangan diam-diam mereka.
Pria disebelah kanan gemetar ketakutan dan menunjuk rekannya, "Dia yang melakukannya... aku dipaksa mereka untuk bergabung dan tidak ambil bagian dalam apapun !"
Cakar Naga Han Sen menyambar dada Pria itu dan menembus tubuhnya, Han Sen melambaikan tangannya dan menampar Pria yang disebelah kiri hingga terpental kebawah.
Bahkan Cai Die merasa takut dengan sosok Han Sen yang marah. Namun itu adalah hal yang wajar dan Cai Die tidak boleh bersimpati dengan orang-orang seperti mereka.
Bintang Elemen Api berdengung di Semesta kecil Han Sen. Tombak Api Hitam memadat ditanganya dan Han Sen menatap satu-satunya Pria yang masih hidup dengan penuh niat membunuh.
"Kau juga harus merasakan apa yang baru saja aku alami karena tindakanmu. Aku tidak perlu menyerangmu secara diam-diam, cobalah untuk bertahan dari seranganku ini !" Han Sen melempar Tombak Api Hitam dan dentumannya menciptakan gelombang panas yang sangat dahsyat.
Pria itu mengeluarkan segalanya yang dia punya untuk mencoba bertahan. Namun keganasan Tombak Api Hitam itu menembus semua Artifak dan Penghalang Qi miliknya.
*Boom.*
Ledakan Api Hitam membakarnya sampai menjadi abu dalam hitungan detik. Han Sen mengangkat tangannya dan ketiga Cincin Ruang dia ambil dengan mudahnya.
Han Sen melepaskan transformasi Naga Surgawi dan menghela nafas panjang, "Kau tidak apa-apa ?"
"Aku baik... maaf karena menjadi beban untuk Senior !" Kata Cai Die dengan rasa bersalah.
"Tidak masalah... kecelakaan bisa terjadi kapan saja. Mereka berani menyerang kita dan kematian pantas mereka dapatkan." Han Sen duduk dan menyentuh perut Cai Die.
Han Sen membebaskannya dan membuatnya dapat menggunakan kembali Qi miliknya. Perlahan luka ditubuhnya mulai pulih dan Han Sen membuat penghalang Api Hitam yang menutup pintu masuk.
Mereka berdua memanen semuanya dan panen kali ini cukup besar. Setelah beberapa waktu menambang akhirnya mereka dapat memastikan kalau ditempat ini terdapat tiga ratus ribu Kristal Roh.
"Kau sudah memiliki dua puluh lima ribu dan ambilah dua ratus ribu Kristal Sumber." Kata Han Sen dengan santai.
"Senior Han Sen sangat baik... aku sangat berterimakasih." Cai Die terlihat sangat senang sekaligus merasa tidak enak karena kontribusinya yang minim.
Han Sen hanya membutuhkan empat puluh ribu Kristal Sumber, jadi dia tidak terlalu memikirkannya sama sekali.