
Han Sen berdiri dan memegang Pedang Kekacauan dengan erat, "Sial... menggunakan Pedang ini terlalu banyak menguras energi, apakah kekuatan bajingan itu memiliki batas waktu. Jika hal ini diteruskan maka akulah orang yang akan berakhir terlebih dahulu."
Energi Alam yang dia serap tidak sesuai dengan pengeluarannya ketika menggunakan Pedang Kekacauan. Kekuatan fisik yang sudah dia banggakan sejak lama tidak sebanding dengan Shao Yan.
Shao Yan mengepakkan sayapnya dan terbang kearah Han Sen, Petir merah yang ganas meledak-ledak disekitarnya dan dia berniat mengakhiri ini dengan cepat.
Lima Bintang Elemen didalam semesta kecil ditubuh Han Sen berdengung. Qi Alam dalam jumlah yang besar meledak dan Han Sen melesat kearah Shao Yan.
"Domain Naga Surgawi." Tekanan Naga Surgawi menciptakan domain besar yang menjadikannya medan milik Han Sen.
Tinju Shao Yan menyemburkan Petir Merah dan merobek ruang hampa. Tubuh Han Sen diselimuti kegelapan dan dengan gerakan yang cepat dia menghindarinya dengan sempurna, Petir Merah itu menciptakan daya hancur yang luar biasa dan setiap jalur yang dilaluinya membuat ruang hampir runtuh.
Han Sen muncul diatas kepala Shao Yan, dia meninjunya dengan keras dan ledakan lima elemen yang menyatu menciptakan gelombang ledakan yang cukup besar.
Namun Shao Yan tidak terluka sama sekali dan Auranya menghempaskan Han Sen, Petir merah menyerang tubuhnya dan Han Sen mengerang kesakitan karena keganasan ini. Qi miliknya seolah dikuras oleh Petir itu dan seolah emosinya juga dilahap untuk memperkuat Shao Yan.
"Dimana Pedangmu itu sialan... apakah kau kekurangan energi untuk menggunakannya." Teriak Shao Yan dengan percaya diri.
Sekarang dia memahami kalau dibalik kekuatan mengerikan dari Pedang Kekacauan hal itu dapat menguras banyak energi ditubuh Han Sen. Jadi ini akan menjadi kesempatan emas baginya untuk menyerang balik.
Han Sen memang sengaja mengulur waktu dan dia memiliki rencana untuk membunuh Shao Yan, tapi untuk mewujudkan rencana itu dia membutuhkan jumlah energi yang sangat banyak dan dia tidak bisa menguras staminanya hanya untuk goresan kecil.
Shao Yan terus menyerang Han Sen namun dengan kecepatannya Han Sen menjaga jarak darinya. Shao Yan membentuk segel ditangannya dan sekumpulan Bola Petir Merah mengurung Han Sen didalamnya.
"Sekarang kemana lagi kau akan lari !" Shao Yan mengepalkan tinjunya dan Bola-Bola Petir itu meledak tepat disekitar Han Sen.
"Groar." Han Sen meraung dengan keras dan kekuatan jiwanya meledak-ledak.
Perlahan rambutnya berubah menjadi warna putih dan dia menelan sepuluh butir Pil Roh sekaligus, waktu tidak akan menunggunya untuk siap dan hanya dengan cara ini energi didalam tubuhnya dapat terisi dengan cepat.
Ukuran tubuh Han Sen membesar dan dia mengambil wujud Naga Surgawi. Kedua Cakarnya yang tajam mencengkram lengan Shao Yan dan Han Sen menyemburkan Nafas Api Hitam.
Shao Yan dapat merasakan sensasi panas yang membakar, namun semua itu masih belum cukup untuk melukainya. Shao Yan melepaskan cengkraman Han Sen dengan paksa dan meninju kepala Han Sen.
*Bang.*
Sekali lagi Han Sen dipaksa untuk kembali kebentuk normalnya dan terpental menabrak batu apung. Han Sen berlutut dan memuntahkan darah dari mulutnya, matanya masih dipenuhi dengan niat bertarung dan Han Sen mengeluarkan Pedang Kekacauan.
"Sekarang mari kita akhiri dengan satu serangan ini. Jika kau masih bisa selamat maka aku yang kalah !" Han Sen mengangkat Pedang Kekacauan dan Aura membunuh yang ganas menyembur.
Dalam beberapa tahun dia berlatih di Dunia Lukisan Pengunungan dan Laut, Han Sen memiliki pencapaian dalam Dao Pengendalian Waktu. Kekuatan dari Aliran Waktu tidak mungkin bisa ditolak oleh setiap makhluk hidup, sekecil apapun gerakannya pastinya itu juga akan berpengaruh terhadap Shao Yan.
Han Sen mengangkat jarinya dan berkata, "Ruang dan Waktu memadat !"
Aliran waktu disekitar Shao Yan berhenti dan vitalitas ditubuh Han Sen mulai berkurang, dia mengerti konsekuensi dari menghentikan Aliran Waktu yaitu dengan mengorbankan masa hidupnya sendiri.
"Apa yang kau lakukan !" Shao Yan terlihat panik dan dia merasa kalau dirinya mulai kehilangan kendali atas tubuhnya.
Aliran waktu disekitarnya mulai berhenti dan dia sama sekali tidak bisa bergerak sedikitpun, bahkan benda-benda yang melayang disekitarnya juga ikut membeku karena aliran waktu. Dirinya baru tahu kalau ada seseorang yang benar-benar memiliki Teknik semacam ini, kekuatan ini sangatlah tidak normal dimana Han Sen memiliki kehendaknya sendiri atas waktu.