
Han Sen berada disebuah gunung yang didepannya adalah lautan yang sangat luas, dia masih terlihat tenang dan tidak marah sama sekali.
Aura ditempat ini sangat padat dan Qi Alam sangatlah berlimpah. Artifak Ruang Lukisan Pegunungan dan Sungai, jika bagi orang lain mungkin tempat ini tidak lebih dari sebuah penjara namun semua itu tidak berlaku untuknya.
"Kekuatan Ruang memang sangat misterius... seharusnya kau tidak bermain-main denganku dengan cara seperti ini." Han Sen tersenyum dan terlihat sangat percaya diri.
Dirinya sangat Ahli dalam Dao Ruang dan menghancurkan tempat ini tidaklah sulit baginya, mungkin dijamannya yang sekarang hanya Han Sen yang dapat membuat Artifak Ruang.
Contohnya Manik Dunia ditangan Chai Ying yang dia gabungkan dengan Dunia Langit dan Bumi melalui media Dao Ruang. Namun Han Sen tidak akan menyianyiakan Aura ditempat ini, dia merasa bahwa dengan berkultivasi disini Han Sen dapat menerobos ke Tahap Akhir Alam Heaven dengan menyerap semua energi Alam sampai habis.
Han Sen duduk dengan tenang dan mulai berkultivasi dengan Divine Dao miliknya. Energi Alam yang padat perlahan masuk kedalam semesta kecilnya dan untuk sekarang lebih baik fokus dengan peningkatan kekuatannya.
....
Disisi lain Klan Emosi menjalankan rencana mereka setelah berhasil menyegel Kesombongan Surgawi. Han Sen mungkin tidak mati namun kondisinya tidak lebih dari orang mati yang tidak bisa melakukan apa-apa.
Dibawah pimpinan dari Ren Qiu penyerangan kecil sudah dimulai dibeberapa tempat. Tentunya banyak Ras Manusia yang juga melawan karena tidak setuju dengan kekejaman Klan Emosi.
Mereka menggunakan darah orang biasa untuk membentuk tubuh anggota Klan mereka, hal ini sangatlah kejam dan tidak sedikit dari Ras Manusia yang melawan balik.
Namun sayangnya mereka kurang dalam hal kekuatan. Wilayah Laut Hitam yang menjadi milik Bei Xuan juga sangat sesak akan kepadatan orang yang mengungsi.
Kemunculan Klan Emosi membuat situasi menjadi semakin kacau. Tapi apa yang paling parah adalah ego setiap Ras masih saja sama, mereka tidak berniat untuk menyatukan kekuatan dan lebih mementingkan urusan pribadi.
Pada akhirnya Gu Feiyan dan para Master dari Ras Manusia turun tangan. Mereka menempatkan orang-orang biasa di Wilayah Yao Wu dan Liu Shuang, jadi setidaknya untuk sementara mereka memberikan perlindungan.
Eksistensi Binatang Suci sama sekali tidak tersentuh dan tidak ada yang berani mengganggu mereka. Namun Naga, Phoenix dan Harimau Langit juga tidak berniat untuk tinggal diam, mereka mengirim Raja Monster diperbatasan untuk mencegah Makhluk-Makhluk tak berakal mengganggu Teritory mereka dan berkat Array Teleportasi yang dibuat Han Sen mereka semua dapat terhubung satu sama lain dan tidak membagi kekuatan.
Qing Lian mengajarkan Han Qing dan Han Jing berkultivasi. Tahun ini mereka sudah berumur tujuh tahun dan sudah waktunya bagi mereka untuk berlatih.
Han Qing sendiri memiliki darah Phoenix ditubuhnya dan perkembangannya sangat cepat. Han Jing memiliki tubuh yang memiliki kecocokan dengan Yin dan Yang. Mereka berdua sangat bekerja keras dan memiliki banyak sumber daya untuk berlatih.
"Ibu... dimana Ayah ?" Tanya Han Qing dengan penasaran.
"Benar Bu... kenapa Ayah tidak kembali dan mengajari kita ?" Han Jing juga memiliki pertanyaan yang sama.
"Ayahmu sedang bertarung dengan musuh digaris depan. Bukankah Ibu sudah mengatakan kepada kalian tentang siapa Ayah kalian !" Kata Qing Lian dengan santai.
Mereka berdua saling memandang dan tersenyum dengan polos, "Ayah adalah Kesombongan Surgawi dan Kultivator terkuat."
Qing Lian menyentuh hidung mereka dan tersenyum, "Bagus sekali... Ayah kalian sedang bertarung melawan musuh untuk melindungi kalian berdua. Jadi jangan malas untuk berlatih... suatu hari kalian harus melakukan yang sebaliknya untuk melindungi Keluarga kita."
Mereka berdua mengangguk dan terlihat bersemangat. Qing Lian tidak memiliki hal yang lain untuk bisa dijelaskan, biarkan mereka tumbuh dengan bakat mereka yang luar biasa dan Qing Lian yakin bahwa mereka juga akan mewarisi pencapaian Suaminya Han Sen dimasa depan.
Yun Zhi kembali dan menyapa mereka berdua, "Oh... kalian berdua bekerja keras... Ibumu ini membawa banyak hadiah untuk kalian !"
Mereka berdua sangat senang dan memeluk Yun Zhi, "Ibu Yun Zhi... terimakasih banyak !"
Yun Zhi mengangguk dan menatap Qing Lian, "Kakak... apakah kau tidak berniat untuk mencari Suami kita ?"
"Hah... Adik Yun tidak perlu khawatir... memangnya siapa yang mampu untuk berurusan dengannya sekarang." Kata Qing Lian dengan santai.