Preman Campus

Preman Campus
DUET


"Bim kelihatannya kita di ikuti!"Bang Anton berbicara setelah melihat spion samping mobil.


Gw melihat ke belakang dan benar saja ada motor KLX melaju kencang dari belakang mengejar mobil yang kami naiki.


Dari yang gw liat ada dua orang di motor itu yang keduanya memakai helm seperti para penyerang di rumah judi tadi.


Dan orang yang duduk di belakang membawa tongkat baseball yang dalam posisi siap mukul saat sudah dekat dengan mobil ini.


Untung saja Bianca dan 2 anak cebong pada tertidur lelap jadi kagak bakal panik mereka sekarang.


"Bim apa rencana loe?" Bang Anton bertanya sambil melajukan mobil menjaga jarak dari KLX di belakang.


Untung saja ini udah hampir tengah malam jadi jalanan Jogja sudah agak sepi, tapi masih ada beberapa mobil dan motor yang harus bang Anton salip untuk menjauh dari kejaran anak Apollon di belakang.


"Untuk saat ini bang Anton berkonsentrasi nyetir dulu saja,dan mencoba menjauh sebisa mungkin".


"Biar gw fikirkan segala kemungkinannya dulu".


"Ok Bim gw percaya sama loe" Bang Anton bicara dan tancam gas menambah kecepatan lari dari mobil Mercedez made in Germany ini.


Dan dari arah belakang motor KLX itu juga terlihat menambah kecepatannya mengejar kami.


Otak gw yang isinya kagak seberapa ini,mencoba untuk gw buat berfikir.


Kalau kita lindes itu motor di jalan raya gini,pasti nanti urusannya bakal panjang.banyak saksi mata dan itu akan ngerugiin Bianca dan bang Jack.


Belum lagi kalau ada warga yang ngerekam,bisa tersebar muke gw yang pas-pas an ini.Dan kalau bokap tau bisa ditendang gw dari ahli waris Pramono Grup.


Gw buang jauh-jauh opsi ngelindes motor yang ngejar itu.


Apa gw suruh bang Anton ke Kantor polisi aja ya? 100% kita bakalan aman kalau disana tapi nanti bakalan panjang juga kalau berurusan sama orang-orang yang suka nilang itu.


Walau bang Jack punya pengaruh di kota ini dan gw udah anggap kantor polisi sebagai rumah gw sendiri karena dulu hampir seminggu sekali,gw akan berkunjung kesana dan pulangnya akan di jemput bunda dan pengacara keluarga.


Gw tetap buang opsi ke dua itu.Dan otak gw kembali berfikir untuk opsi ke tiga.


Apa gw turun dan duel aja ya sama mereka? Tapi lagi dan lagi ini kan jalan raya tengah kota.


"Bang Anton tau gak tempat yang sepi dan tidak ada orang dekat sini?".


Bang Anton tampak berfikir sambil fokus menyetir.


"Brraaaaakkk!!!" body belakang mobil di pukul dengan tongkat baseball sama pengendar motor KLX yang ngikuti kita, yang sudah ada dibelakang kami.


Untung saja Bianca tidurnya nyenyak jadi kagak kebangun.


Tapi dua cebong disamping gw kelihatanya bangun dan sadar kita di ikuti orang.


Walau mata mereka masih terpejam tapi 2 cebong ini saling berpegangan tangan erat.


Emang pinter banget ini anak cebong,acting tidurnya sangat natural sekali.


Bang Anton langsung menambah kecepatan lari mobil setelah dapat dikejar oleh musuh.


"Gimana bang ada gak tempat yang sepi di sekitar sini yang kagak ada orangnya?" Gw bertanya lagi.


Sambil gw melihat ke arah belakang kalau-kalau musuh kembali mendekat.


"Kelihatanya tidak jauh dari sini ada taman yang sudah gak ke urus Bim dan jarang ada orang kesana karena tempatnya kotor,Memang kenapa kamu tanya itu?"


"Kita cari aman aja bang kita meluncur kesana dan kita abisin 2 orang yang ngejar kita di taman itu".


"Kalau bener omongan abang tempat itu sepi,akan menguntungkan kita karena kagak ada saksi yang bakalan liat".


"Bagus juga ide loe Bim,gw berani jamin di taman terbengkalai itu tidak akan ada orang".


"Ok bang kita meluncur kesana sekarang".


###


Dan dengan bersemangat bang Anton melaju ke taman itu setelah dengar kita akan gelut disana.


Dan 2 orang dibelakang itu masih dengan semangat 45 nya mengejar kami.


Berulang kali bang Anton membunyikan klakson agar pengendara di depan memberi jalan.


"Masih jauh kita bang?"


"Sekitar 7 menit lagi Bim" Bang Anton menjawab sambil memajukan porsneling mobil.


Dan motor KLX dibelakang masih saja mengikuti kita.


"Itu Bim di depan taman terbengkalai yang gw maksud".


Gw pun melihat ke depan dan benar saja taman itu sangat sepi dan rimbun dikelilingi pohon-pohon besar.


Dan juga gelap gulita tanpa ada lampu yang menerangi.


"Ok bang kita masuk ke sana,dan putar mobil menghadap ke musuh".


"Karena di dalam gelap kita butuh cahaya untuk habisin musuh".


"Dan cahaya itu dari lampu mobil ini kan Bim?".


"Betul sekali bang".Bang Anton sangat cepat tanggap dengan yang gw maksud.


"Memang cerdas sekali loe Bim,semua sudah loe atur sedemikian rupa.Pantas aja loe selalu tidak kawatir setiap bertarung,pasti kamu udah buat skenario dulu pasti".


"Bang Anton bisa aja,gw cuma memikirkan segala kemungkinan yang akan terjadi aja bang,kasarnya gw simulasikan di otak gw dulu semua yang menurut gw akan terjadi".


"Itu kalau bukan Jenius apa namanya Bim?"


"Gw nyebutnya sedia ember sebelum hujan bang".


"Bisa aja loe Bim!".Bang Anton tersenyum mendengar jawaban gw.


Dan kami pun masuk kedalam taman dan lebih ke dalam lagi agar jauh dari pintu masuk.


Bang anton langsung memutar mobil dan mengarah ke depan musuh yang kelihatan sudah ikut masuk ke dalam taman.Karena gw liat lampu motor mereka dari jarak sekitar 30 meter.


Lampu depan mobil pun masih dinyalakan bang Anton,biar 2 musuh itu mudah menemukan kami.


"Mereka menuju kemari itu Bim,Gimana rencana loe selanjutnya?".


"Ya langsung kita gelut aja bang,bang Anton ambil yang depan.Gw biar ambil yang bawa tongkat baseball itu.Dibagasi mobil ini kata abang ada palu kan?"


"Oke Bim kita gelut mereka.Kita turun gw ambil palu di bagasi dan loe tunggu di depan".


"Ok bang!".


Dan bang Anton pun turun setelah memencet tombol untuk membuka bagasi.


"Gw tau lu berdua kagak tidur yet!"


Badan 2 cebong di sebelah gw sedikit bergetar tapi masih dengan menutup mata dan bergandengan tangan satu sama lain.


"Oke kalian boleh acting tidur terus,tapi kalau nanti seumpama Bianca bangun tolong lu berdua tahan dia agar tidak keluar dari mobil".


"Hooaaamm!


Hooaaaamm!


"Ok gw anggap menguap kalian itu tanda setuju,lanjut aja gandengan tangan kalian.Gw mau olahraga lagi mumpung di taman".


Gw pun turun dan bejalan ke depan mobil.


Bang Anton jalan dari belakang dan menbawa 2 palu dan langsung dikasih ke gw satu dan dia berdiri disamping kiri gw.


Para musuh pun semakin mendekat dengan motor KLX yang mereka naiki dan berhenti 10 meter di depan kami.


Mereka turun dan langsung bertatap muka dengan kami setelah mereka membuka helmnya.


Dari sorot lampu mobil gw bisa dengan jelas melihat wajah mereka.


Yang berdiri di depan bang Anton terlihat masih sangat muda sekitar berumur 22 tahun dan mengelurkan pisau lipat dari balik bajunya.


Begitu juga yang berdiri menghadap gw, berumur sekitar 22 tahun juga dan membawa tongkat baseball ditangannya.


Gw semakin semangat saat liat orang di depan gw wajah nya tampan dan mulus,gw sangat ingin sayat-sayat itu wajah.


Agar populasi orang tampan berkurang dan memberi jalan bagi pria yang berwajah di bawah standar pasar agar laku.


"Duet ini kita bang?!".Gw bicara dan sodorkan kepala palu ke samping kiri.


"Trang!!" Bang Anton memukul dengan kepala palu yang dia pegang.


"Senang bisa duet bareng loe Bim!".