
Pria bercodet itu mengacungkan pedang samurai di tangan kanannya ke arah gw.
Dan tantangan gw terima, palu dia yang dia lempar kena helm yang dipakai Reza gw ambil.
Gw pegang dengan tangan kanan juga dan gw acungkan ke dia.
Dia tersenyum tipis ke arah gw.
"Nak,saya suka nyali kamu yang berani.Tapi nyali saja tidak cukup untuk kamu menang melawan saya". Orang itu berbicara dengan pedang yang masih diarahkan ke gw.
"Lebih baik kamu patahkan tangan kamu sendiri dan pergi dari sini,saya akan ampuni kamu!".
"Kamu itu anak kemarin sore tidak ada kesempatan untuk menang melawan saya".
Ini orang mau gelut apa mau ngoceh sih banyak bacot banget.
"Babe kagak usah banyak cincong lah be,mending kita mulai saja.Babe liat aja kemampuan anak kemarin sore ini".
"Banyak bacot banget loe be,ayo cepet sini dan bawa itu pedang karatan babe".
"Bajiingaaannn!!!!!".
Dia mengumpat dan langsung berlari ke arah gw.
Gw juga langsung maju, dan gw tau kalau posisi gw kalah dalam hal senjata.Dia bawa pedang dan dan gw palu.
Gw harus sebisa mungkin menjaga jarak dan harus memaksimalkan kecepatan.
"Wuussssss!!! dia menganyukan pedang itu ke leher gw.
Gw mundur menghindar dan melihat pedang itu tipis melayang di depang leher gw.Hampir aja.
Wusssshhh!!! Tranngggg!!!!"
bunyi pedang beradu dengan palu.Saat dia mencoba menusuk perut gw.
Dan segera gw hantam unjung pedang itu dengan ayunan palu gw, sebelum itu pedang mengenai dan menusuk perut gw.
Dia mengangkat pedang nya dan langsung menyerang gw dari atas.
Gw langsung meloncat berguling ke samping kanan untuk menghindari serangan itu.
Dan serangan pedang dia hanya menghantam tanah.
Dengan cepat gw berdiri dan dengan cepat pula dia menghampiri gw.
"Traaanng!!! Traaangg!! Traaang!!
Dia menusuk dan selalu gw hantam ujung pedangnya dengan palu yang gw pegang.
Dia terus menyerang gw dengan pedang yang dia pegang,dan selalu gw tangkis dengan palu yang gw pegang.
Dan terkadang gw harus berguling-guling di tanah untuk menghindari serang pedang itu.
"Sreeettttt!!! saat gw kira dia akan menusuk ternyata dia menunduk dan menyerang kaki gw.
Dan gw pun mundur tapi sudah sedikit terlambat karena itu pedang sudah merobek celana gw tepatnya dibawah dengkul.Untung saja itu sabetan kalau tusukan bisa bolong kaki gw.
Seakan tidak lelah pria bercodet ini kembali menyerang gw.
Dan saat serangan dia selanjutnya adalah tusukan tidak gw tangkis lagi,tapi gw berguling kesamping.
dan saat berguling tangan gw mencakup pasir yang ada ditanah.
Dia terus serang gw dengan pedangya,dan gw kayak main sirkus yang terus berguling-guling menghindar.
Sekarang gw tertatih bangun saat dia berhenti menyerang dan berdiri 3 meter di depan gw.
"Saya akui kamu beruntung nak,tapi beruntung saja tidak akan bisa untuk mengalahkan saya". Dia mengacungkan pedangnya lagi ke arah gw.
"Gw udah capek be,guling-guling mulu.Gw akan akhiri ini tidak kurang dari 10 menit,Babe siap ya?"
"Sombong!!!" Dia langsung berlari kearah gw.
Gw masih berdiri tegak menyambut,dan saat dia sudah berada 2 meter di depan gw.
"Wussh,cratakk!! Gw lempar pasir yang gw ambil saat berguling tepat ke mata dia yang menatap gw tajam.
Dia langsung memengangi matanya dengan tangan kiri.Dan tangan kanannya itu masih memegang pedang dan dia tebaskan ke gw dengan mata tertutup.
Gw langsung berguling lagi,kali ini gw berguling ke samping dia.
Gw hantam kaki dia dengan palu.Dan dia langung berteriak dan maju ke depan menjauh dari gw.
Dengan tangan kirinya yang masih memegangi matanya yang gw lempar pasir.
Gw segera maju,"Traaangg!!"dia masih menusukan pedang nya tapi langsung gw tangkis dengan palu.
"Trraaanggg!!!, pedang itu jatuh dari tangannya karena dia tidak fokus dan teralihkan dengan sakit di mata dia.
Dia sedikit terkejut saat pedang itu jatuh dari tangannya dan segera mundur tapi itu sia-sia.
"Duuaaaaakk!!!!" Palu gw ayunkan kepipi kanan dia dan seketika itu dia jatuh ke samping kiri sambil menyemburkan gigi bercampur darah.
Dia masih sadar dan terlihat syok sambil menjerit-jerit kesakitan karena dagu dia bergeser saat gw hantam palu tadi.
Gw langsung jongkok dan "Buuuaakkkk!! crakkkk!!! Gw hantam dengkulnya dengan palu.
"Aaaaaaaaaaaaaa!!!!!! Dia menjerit keras.
gw berdiri dan berjongkok di melihat wajah dia yang mulutnya sudah hancur.
"Babe berisik banget sih be!!"
"Harusnya babe kan udah tau dari awal,kalau bukan gw ya babe yang bakal mampus!!!"
"tOlong,tolong jangan bunuh saya tolong!"Dia berbicara belepotan karena mulut yang penuh darah dan dagu yang bergeser.
"Be,babe ngomong apa sih kagak ngerti gw".
"Craaakkk!!! gw pegang jari telunjuk dia dan gw langsung patahkan.
"Aaaaaaaaaaaa!!!!" Dia masih aja bisa menjerit dengan mulut seperti itu.
"Be hayooo jangan nakal ya,nanti para tetangga bangun kalau babe jerit-jerit gitu".
"Tolong ampuni saya,saya punya putri kecil dirumah tolong jangan bunuh saya".
Sialan ini orang malah bawa-bawa anaknya lagi.Gw jadi kefikiran anaknya yang lagi nunggu dia dirumah.
Anjingg!!! anjingg!!! anjinggg!! Gw mengumpat dalam hati.
Trang!!" gw lempar palu dan mengenai pedang yang tergeletak tidak jauh dari gw.
"Gw udah gak mood acting kalau lu bawa-bawa anak kek gini,Sekarang serah lu dah mau apaan, mau pergi ngesot ya silahkan,mau diem disini nunggu ditemukan anak Zeus ya silahkan".
"Oya ngomong-ngomong loe orang pertama yang bisa buat gw guling-guling kek tadi".
Gw berdiri dan menepuk-nepuk pakaian gw yang kotor.Dan gw langsung berjalan menuju mobil mercedes hitam.Tempat Bianca,bang Anton dan 2 anak cebong berada.
Gw buka pintu belakang mobil dan langsung masuk duduk dan disambut pelukan Udin yang ada disamping gw, dia duduk di tengah.
Dia terisak pelan. "Banjingan loe Bim,buat gw takut loe anjing".
"Nyet ngapain loe peluk gw dan nangis kek bocah lu?".
"Za lu apain ini si Udin?!.
Reza yang telah melepas helmnya pun memandang gw tanpa bersuara.
Dan dalam diamnya itu, air matanya keluar juga.
"Nyet kenapa lu juga malah ikutan nangis!".
Udin masih memeluk erat gw dan sekarang Reza pun memeluk Udin dan tangannya menggapai gw.
"Bie kenapa loe juga ikut nangis". Bianca yang duduk di bangku depan melihat gw dengan berlinang air mata.
"Bang Anton Loe kagak ikut nangis berjamaah ini kan?"Gw bertanya sama bang Anton di belakang kemudi.
Dan diapun menoleh ke gw,dengan senyum diwajah dia.
"Nyet kalau lu berdua peluk gw gini terus gw bisa sesak nafas anjing!!"
Gw dorong tubuh mereka berdua.
"Gw kagak bakal traktir kalian makan kalau masih peluk gw!!!" gw ngancem dua anak cebong ini.
Udin yang merentangkan tangannya akan memeluk gw lagi,segera memutar tubuh dia dan langsung berpelukan dengan Reza.
Setelah mendengar gw bicara.