Preman Campus

Preman Campus
DOA


"Ok sekarang kita adu harta!"


"Plaak!!"


Gw ambil dan banting dompet ke atas meja kayu kantor rektorat ini.


"Kalau aset dan kekayaan anda lebih banyak dari dompet ini saya akan berlutut dan anda bebas melakuan apa saja kepada saya!".


Semua orang tampak tercengang termasuk pak Brotoseno dan 2 cebong dibelakang gw.


"Cak jangan bercanda dirimu cak? cepet masukin lagi itu dompet nanti uang koinnya pada jatuh". Reza bicara pelan yang buat gw tambah emosi.


Uan koin dia bilang, emang Indonesia buat uang koin juga ya? baru tau gw.


"Bim cepat tarik lagi itu dompet lusuh loe,kalau dari sana keluar rayap atau kecoa kan bisa bahaya, gw takut binatang menjijikan itu". Udin berbisik pelan dari belakang gw.


Kalau kagak dalam suana serius gini,udah keluar ini segala macam umpatan dari mulut gw untuk 2 cebong bersaudara. Ngehina gw banget mereka.


"Hahahahahahaha!!! Apa kamu bilang tadi? kamu mau adu harta dengan saya?!


"Hahahahaha! sungguh-sungguh berani kamu asal kamu tau saja semua harta saya ada 90 milyar lebih!" Dia bicara dan tersenyum bangga.


"Pak Ilham tolong jangan anggap serius perkataan Abimana, dia belum tau tingginya gunung". Kagak gw sangka Brotoseno bicara belain gw.


Apa debat kita tadi menyadarkan dia? atau emang dari awal dia bukan orang jahat? atau dia juga korban tradisi dan tidak bisa mengubah sistem itu sendiri.


"Anak ini terlalu sombong pak Seno,jangan panggil saya Ilham Subrata jika tidak bisa memberikan pelajaran kepada dia,Cepat buka dom..".


"Tok!".


"Tok!".


"Tok!".


Sebelum Ayah Bagas melanjutkan bicara terdengar suara ketukan di pintu.


"Iya silahkan masuk" Pak Seno bicara disamping pria yang akan beradu harta sama gw.


Tidak lama munculnya wanita setengah baya yang berpakaian kebaya lengkap dengan rambut disanggul konde khas orang jawa.


"Nyonya Gita! Pak seno menyebut nama dan wanita itu tampak datar saja.


"Pak Ilham sudah datang?" wanita itu berbicara tanpa menjawab sapaan pak Seno.


"Iya Ibu Gina,tujuan kita sama kan kesini?! Dia orangnya yang sudah buat anak kita menderita! Dia bicara menunjuk gw.


Wanita bersanggul itu menatam gw tajam yang pasti itu bukan tatapan kagum melainkan tatapan geram ingin mencakar-cakar seluruh tubuh gw.


"Cak ini gimana cak? Singa jantan aja belum kelar,ini muncul lagi Macan betina?" Suara Reza terdengar minder.


"Bim loe harus cari exit strategy Bim, gawat ini posisi kita!". Udin bicara hal yang kagak gw ngarti.


"Nyet lu ngomong apa anjing! apa itu exit strategy? gw berguman pelan saat tatapan semua orang tertuju ke gw.


"Jalan keluar Bemo, jalan keluar! loe harus cari jalan keluar untuk kita! Udin bicara sambil mencubit manja punggung gw.


"Santai aja lu berdua, gw udah ada jalan keluar untuk kita"


"Apa cak?"


"Cepet ngomong Bim apa jalan keluarnya?


"Lu berdua berdoa dengan sungguh-sungguh aja nyet dibelakang gw minta keajaiban".


Mereka kagak bicara lagi tapi gw rasakan banyak cubitan kecil dipunggung gw.


"Kalian bisik-bisik bicara apa haa!! kaliat takut ada ibu Gina disini?! Ayah Bagas berbicara lantang.


"Pak Ilham dan nyonta Gina mari kita duduk dulu dan bicara baik-baik". Pak seno mencoba menengahi lagi tapi langsung kicep saat di tatap tajam sama wanita yang dia panggil Gina.


"Ngapain saya takut,kenal saja enggak! Gw bicara dengan percaya diri.


Wanita berkonde ini tambah menatap tajam gw tanpa bersuara.


"Asal kamu tau Ibu Gina ini adalah orang dari Kraton Jogja dan Pemilik mall terbesar di Jogja ini". Ilham kembali bicara menyombongkan wanita disamping dia.


"Oh gitu, lha terus saya harus gimana? sujud dan bilang selamat pagi ratu?! Gw tersenyum tipis.


"LANCAANG!!!!"


"Kamu tau siapa saya tapi tidak hormat sedikitpun!! kamu tidak di didik orang tua kamu apa!". Macan betina ini akhirnya mengaung marah.


"Maaf tante emang anda bendera harus saya hormati, kenal aja enggak. Dan tolong jangan bawa-bawa orang tua saya!".


"Saya adalah tipe orang yang menyetarakan gender, saya tidak sungkan memberi anda tamparan jika membawa-bawa orang tua saya!".


"Abimana kamu yang sopan ya, ini adalah ibu dari Fikri, anak yang kamu lukai!" Pak Seno berbicara.


"Oh! anda ibu dari orang yang saya injek-injek tempo hari?! apa kabar dia tante? udah pasang gigi palsu belum?".


"Ibu Gina kita langsung saja gunakan kekuasaan kita untuk memberi pelajaran kepada anak tidak tau diri ini!".


"Baik pak Ilham saya akan menelfon kapolda dan orang-orang penting di Jogja ini untuk datang kesini dan membawa anak kurang ajar ini!".


"Iya bu,saya juga akan menelfon media agar datang dan meliput ini agar keluarga anak ini malu dan dibenci masarakat".


"Buk,pak tenang dulu saya mohon. Ini tidak baik untuk Campus saya". Pak seno mencoba menghentikan apa yang akan mereka lakukan.


Gw berdiri tegak,percaya diri dan kagak takut sedikitpun dengan apa yang akan mereka lakuan. Gw Abimana Pramono seperti biasa gw siap dengan kemungkinan buruk apapun.


Mereka tidak mempedulikan permohonan pak Seno dan tetap menelfon.


Reza dan Udin gw denger mereka komat-kamit berdoa di belakang gw. Dan itu bisa buat gw sedikit tenang. Semoga doa mereka manjur.


Pak Seno juga tampak tegang melihat dua orang penting itu menelfon para petinggi dan orang yang memiliki kekuasaan.


"Apa maksud anda pak! anda tidak tau siapa saya?! berani polisi seperti andan menolak saya!. Halo-halo..! ibu Fikri terlihat kesal dengan orang yang dia telfon. Dan dia tetap mencoba menelfon lagi.


"Kenapa anda rapat pagi-pagi seperti ini?! anda tau berapa saham saya di stasiun Tv anda!" Cepat tunda rapat anda dan datang kesini! halo.. Haloo..! bangsat!! berani ya kamu menolak saya". Ayah Bagas terlihat marah.


Gw kagak tau apa yang terjadi kelihatan mereka mengalami penolakan dengan orang yang mereka telfon.


Kelihatannya doa 2 cebong di belakang gw ini manjur.


"Bapak jangan main-main dengan saya ya? anda tau berapa uang yang saya kekuarkan untuk membantu anda menjadi wakil rakyat?! jangan pura-pura sakit dan membodohi saya!". Terlihat gagal lagi ibu Fikri munghubungi koneksinya.


Pak Seno dan Ilham pun terlihat bingung dengan situasi yang tidak biasa ini.


Wanita berkonde itu tidak menyerah dan mencoba menelfon sekali lagi.


"Mas kamu harus tolong kepokanan kamu mas, mas dekat dengan orang-orang penting di kraton kan?!" terlihat wajah wanita itu terkejut saat mendengar suara dari orang yang dia panggil mas.


"Apa maksud kamu mas?! kamu suruh saya melupakan ini semua dan suruh tidak mengungkitnya lagi?! halo mas! jawab mas.. Apa maksud kamu?!" wanita itu terlihat bingung.


Kagak gw sangka doa dua sahabat gw bener-bener terkabulkan, gw harus balas budi ini nanti sama mereka. Gw tersenyum senang.


"Bu Gina apa yang terjadi bu?" Ayah Bagas menghampiri dan bertanya.


Wanita itu hanya menggelengkan kepalanya dan Ayah Bagas terlihat mengerti dengan akan bahasa isyarat itu.


Mereka langsung berbalik dan menatap gw tajam begitu juga dengan pak Seno seakan dia minta penjelasan ke gw dengan situasi aneh ini.


Gw mesti jawab apa coba kalau mereka bertanya? apa iya gw jawab itu berkat doa dua orang di belakang gw.


"Siapa kamu sebenarnya!". Ayah Bagas bertanya dengan mata menatap lurus ke gw.


"Ilmu hitam apa yang kamu gunakan haa!! Wanita berkonde itu sudah gila dengan pertanyaannya yang kagak masuk akal.


"Tok!".


"Tok!".


"Tok!".


Saat gw akan bicara,lagi-lagi terdengar suara ketukan di pintu. Anjing emang siapa lagi sih! ganggu aja minta gw beri apa.


3 orang di depan gw juga terkejut dengan suara ketukan di pintu dan 2 orang di belakang punggung gw juga berhenti komat-kamit berdoa.


"Iya masu.."


"Braaaakkkkk!!!!".


Sebelum Pak Seno mempersilahkan, pintu sudah ditendang dari belakang dan langsung terbuka lebar.


Kami semua terkejut dengan itu tidak terkecuali dengan Ayah Bagas dan Ibu Fikri.


Di depan pintu ada dua orang tinggi besar dan berbadan kekar berkaca mata hitam dengan memakai setelan jas hitam yang terlihat sangat mahal.


Kelihatannya gw pernah liat mereka ini, tapi dimana ya?.


"Maaf anda berdua siapa ya? kenapa merusak pintu saya?" pak Seno berbicara takut-takut.


Dua orang hanya diam dan menatap semua orang yang ada didalam dan saat melihat gw, mereka langsung menunduk.


Dan saat itu juga rasanya keringat dingin gw keluar dan badan gw menggigil saat ingat siapa mereka berdua.


Dan satu orang yang paling gw takuti di dunia ini terlihat dengan jelas berada di belakang mereka. Pria tampan dengan wajah dingin yang telah berkolaborasi dengan bunda untuk membuat gw.


Mampusss!! gw mengumpat dalam hati dan langsung berbalik dan bersembunyi di belakang punggung Reza dan Udin.


"Cak dirimu ngapain cak?" Bukannya dirimu paling suka gelut sama orang yang kekar?".


"Iya Bim kenapa loe sembunyi jangan bilang kamu takut!.


"Nyet ini bukan masalah suka gelut dan karena takut! Sebenarnya tadi kalian berdua berdoa apa anjing!!"