Preman Campus

Preman Campus
ANAK MAMA


"Hallo bunda,anak bunda yang paling tampan sudah datang"


Gw yang masih dalam keaadan bertelanjang dada, menyapa bunda.


Seketika suasana yang tadi begitu berisik kini menjadi sunyi,mungkin orang-orang sedang berfikir dan mencerna kata-kata yang baru saja gw ucapkan.


Sasa melihat gw dengan pandangan tidak percaya,gw tersenyum dan membentuk simbol peace✌ dengan jari yang gw tujukan kepadanya.


Saat semua orang sedang berada di fikirannya masing-masing,suara Rina memecah kesunyian.


"Nyonya Shinta kenal dengan dia?"


Bunda berjalan ke arah gw dengan tangan merentang dan bilang,"yang melahirkan dia kan saya masak tidak kenal,dia kan putra saya satu-satunya"


Seketita wajah terkejut bercampur pucat tampak di wajah semua orang,semua mungkin berfikir ada yang salah dengan indra pendengaran mereka.


Manager Hart yang mendengar itu pun tidak kalah terkejut dan gw lihat dia langsung pura-pura pingsan.


Babi emang itu manager,dia ngeluarin jurus actingnya di saat yang tepat,harusnya gw telanjangi dulu tadi,gw pengen liat apa batangnya segede nyalinya yang sudah berani usik gw dan menggagalkan traktiran bibir Sasa.


Bunda pun sampai di depan gw dan langsung memeluk gw.


"Bimo sayang,bunda tunggu dari tadi lho kamu,malah kamu bercanda di sini"


Bunda berucap sambil peluk gw erat.


Sekali lagi orang-orang terkejut seakan mendengar apa yang tidak seharusnya mereka dengar,gw sih udah kagak kaget saat bunda bilang bercanda, saat tau gw berantem dan buat orang babak belur,tapi untuk mereka mungkin itu suatu kata yang mengoyak pendengaran, melihat situasi manager Hart yang mengenaskan,apa masih bisa itu disebut bercanda,orang-orang seakan tidak percaya.


Sasa pun yang mendengar itu auto mundur selangkah karena terkejut,gw liat dia cuma pakai 1 sepatu karena yang satu udah gw hancurin untuk hantam kepala itu manager.


Sasa memandang gw dengan tatapan tidak percaya,mungkin di otaknya sekarang lagi flasback kelakuan-kelakuannya terhadap gw,dari hari pertama bertemu yang sudah suruh-suruh gw angkat koper segede gaban dan kata-katanya yang selalu sinis ke gw sampai kita akrab saat makan gudeg.


Mungkin dia tidak menyangka orang yang dia anggap sebagai jongos dan cowo gila yang menyanyi dan goyang gebor untuk hibur dirinya adalah anak dari bos nya,pemilik Butik terbesar di Indonesia dengan cabang di seluruh kota besar indonesia.


Mungkin dia juga langsung sadar kalau gw juga pewaris Pramono Grup,Perusahan batubara terbesar di Asia tenggara milik Ayah gw.


Jujur sebenarnya gw sangat risih identitas gw kebongkar dan di ketahui orang banyak seperti ini.


Kalau seperti ini kan gw yang rugi,nanti kedepannya kagak ada yang berani yang nantang gw gelut,bisa jamuran tangan gw kalau kagak bisa nonjok orang.


Masak gw harus nonjokin orang di jalan yang kagak tau apa-apa,hanya untuk sekedar melepaskan penat dan menekuni hobi,kan kagak ada sensasinya kalau seperi itu.


###


Bunda melepaskan pelukannya,dan langsung menatap dan memegang wajah gw.


Di miring-miringkan wajah gw sama bunda,mungkin dia mencari apa ada yang lecet di wajah gw.


"Sayang kok kamu jadi kurusan gini,pasti bimo jarang makan ya?makan sama bunda ya,nanti sayang bunda suapin"


Bunda ini kalau nunjukin kasih sayang emang enggak pilih-pilih tempat,ini kan dilihat banyak orang,jatuh karir gw sebagai preman jika ada musuh yang liat.


"Bimo makan teratur kok bunda,jangan kawatir"


"Bimo makan apa emang selama kuliah disini?" Bunda mulai melancarkan pertanyaan.


Gw merenung sejenak dan melihat ke atas setelah itu gw bicara,"Bimo biasanya makan di warteg bunda dan kemarin pertama kali Bimo diajak temen makan gudeg,itu enak banget"


Lirikan gw menuju orang yang bawa gw makan gudeg,yaitu Sasa.Sontak diapun menunduk.


"APAAAAAAA!!!!"


Semua orang kaget dengan teriakan bunda termasuk gw,ini bunda gw kenapa lagi, kagak tau anaknya kedinginan apa,kagak pakai baju gini,di ajak ke tempat anget dulu napa.


"Bimo kok makan makanan enggak sehat gitu,dan gudeg makanan apa itu? temen kamu enggak ajak kamu makan-makanan yang aneh-aneh kan?"


Sasa yang mendengar itu wajahnya langsung pucat,nyesel kan lo Sa ajak pangeran berkuda putih ini makan di pinggir jalan.Gw bicara dan tertawa dalam hati.


"Bunda jangan kawatir,sehat kok itu walau enggak se enak sarapan kita di Paris dulu dan saat makan malam kita di Tokyo".


Tatapan tajam orang-orang langsung terarah ke gw,termasuk Sasa yang sedikit membuka bibirnya.


Apa gw salah ngomong,emang bener kok saat liburan keluarga kita sarapan di paris dan malamnya kita makan di Tokyo,aneh banget ini orang-orang natap gw sampai segitunya.


"Bunda enggak mau tau,Bimo harus pindah ke apartement ,akan bunda cari in chef untuk siapain makanan untuk kamu" bunda berkata dengan tegas.


Bener-bener bisa gawat kalau itu bener-bener terjadi.


Gw peluk bunda lagi,dan berbisik pelan karena banyak orang pada kaget lagi nanti,"Bunda Bimo kan mau mandiri dan cari pengalaman hidup,bunda ngertiin Bimo ya?" Bimo sayang banget sama bunda"


Bunda melepaskan pelukan gw,tersenyum dan menjewer kecil kuping gw.


"Sayang cepat pakai bajunya,masuk angin nanti" perintah bunda


"Siap yang mulia ratu,perintah anda adalah kewajiban untuk saya" gw langsung memakai baju di ikuti senyum gemes dari bunda.


Bunda menatap 2 satpam yang masih berdiri tegak di belakang gw dan bilang" Kalian bawa dia ke rumah sakit,biaya semua saya yang tanggung" bunda menunjuk manager anjing yang masih aja pura-pura pingsan disana.


"Rina kamu urus surat pemecatan Hartanto,dan beri dia pesangon 1 tahun gaji"


"Iya nyonya" jawab Rina pelan.


Mungkin manager yang sedang di gotong satpam itu bener-bener pingsan saat mendengar dirinya dipecat.


Bunda menatap semuanya,"Maaf semuanya atas bercandaan putra saya,untuk pelanggan semuanya,sebagai permintaan maaf untuk hari ini,butik akan memberikan diskon 50%,saya harap pelanggan semua tidak membicarakan ini lagi di lain tempat" Bunda berkata dengan tegas.


Semua pelanggan pun nampak senang langsung mengganguk dan segera mencari barang yang akan mereka beli dengan diskon 50%.


Sekarang tinggal para pegawai lantai 1 yang masih berdiri seperti patung.


"Kalian juga harus melupakan kejadian ini,nanti akhir bulan bonus untuk kalian akan naik"


"Terima kasih nyonya"Jawab mereka serempak.


Dan mereka langsung bubar untuk kembali berkerja,seperti biasa jika kamu punya kedudukan,power dan uang kamu bisa lakukan apa saja di Indonesia ini,sekarang tinggal Gw,bunda,Rina dan Sasa.


Bunda berjalan ke arah Sasa dengan anggun,Sasa yang melihat itupun cuma bisa mematung dan tegang.


"Kamu yang bela in putra saya tadi?" tanya bunda dengan sedikit senyum melihat Sasa takut.


Gw langsung jalan dan berdiri di samping bunda.


'I..i.iya nyo nyo nyonya itu sa sa saya" Jawab Sasa dengan gagap.


"Bunda jangan tatap dia gitu,jadi takut itu Sasa"


"Kamu kenal sama dia sayang?"


"Kamu kenal sama anak saya?bunda beralih bertanya ke Sasa saat gw enggak jawab.


Sasa terlihat bingung dan takut terlihat dari keringat yang menetes dari dahinya.


"Sa..sa..saya temen satu kost tuan muda,putra anda nyonya" jawab Sasa takut-takut.


"Hahahahah" gw ngakak saat itu juga,saat denger Sasa panggil gw tuan muda,sampai segitunya.


Dan cubitan kecil dari bunda tertuju ke tangan gw.


"Oh kamu satu kost dengan anak saya,nama kamu siapa? bunda bertanya pelan dan halus.


Saat Sasa akan menjawab tiba-tiba kaki gw melangkah dengan sendirinya di tengah-tengah bunda dan Sasa,dan bibir gw dengan anehnya berucap.


"Bunda kenalin,dia Vanesha salah satu calon menantu bunda"