Preman Campus

Preman Campus
PEDANG VS PALU


Kita akhirnya keluar dari gedung juga,dan suara-suara pertarungan masih jelas terdengar halaman depan pintu masuk dan lantai 1 sana.


posisi kita saat ini ada disamping gedung rumah judi ini setelah melewati tangga darurat.


Rasanya tenaga gw udah ampir abis,kepala gw juga pening banget rasanya.


Dari kesini yang jalan kaki melewati persawahan gara-gara Udin kena prank alamat dari grup Fb kagak jelas.


Hingga gw juga kena prank sama 2 cebong karena disisain minum cuma setetes doang.


Dan akhirnya berkah hampiri gw karena bertemu Bianca yang dengan suka rela mau abilin gw minum setelah sampai disini.


Tapi belum juga itu air sampai di tangan gw,udah datang pentolon geng Zeus yang juga kakak Bianca pemilik rumah judi ini,bang Jack".


Dan minta tolong gw untuk lindungi adeknya keluar dari sini.


Dan dimulailah kegiatan yang menguras tenaga gw,dari bertarung dengan 1 orang dan mucul 2 lagi,hingga gw gendong Bianca menuruni tangga sampai sini.


Kuping gw berdengung dan badan gw pun oleng dan langsung ditangkap Reza yang ada dibelakang gw.


"Cak..cak..Kenapa dirimu cak! Reza panik saat memegangi gw.


"Bimo!! Bianca di depan gw pun langsung berbalik dan langsung memegang dan menyeimbangkan tubuh gw.


"Bim,kenapa loe??' bang Anton sudah berdiri di samping gw.


"Bim loe jangan buat kita takut" Udin dengan suara sedihnya.


"Gw kagak kenapa-kenapa nyet cuma sedikit lelah dan haus aja".Gw bicara pelan


"Bimo maafkan aku ya,karena kamu lindungi aku,kamu jadi seperti ini" Butiran-butiran air mata jatuh dari mata indah Bianca.


"Hei cantik kok malah nangis" gw pengang wajah Bianca dan usap air mata di pipinya.


"Kamu gak salah,gw senang bisa jagain kamu dan juga gw gak apa-apa,cuma sedikit lelah. Kena angin juga bugar lagi". Gw mencoba menenangkan Bianca yang menyalahkan dirinya sendiri.


"Cak dirimu mau minum gak? Reza berbicara dari belakang gw.


"Za mana ada minuman di sini,air mineral yang dibawa senior Bianca kan tertinggal di atas" Udin berbicara.


"Siapa bilang cak? ini aku bawa semuanya 3 botol!". Reza mengeluarkan 3 botol air mineral dari sakunya.


Dan dengan polosnya ini anak memamerkan kepada gw,Bianca,Udin dan bang Anton.


Tenaga gw yang ampir habis tiba-tiba langsung bugar lagi karena liat Reza.


Udin langsung merebut 3 botol minuman di tangan Reza.


Dan seperti biasa gw langsung bergerak dan gw piting leher Reza di ketiak gw.


"Plakkk!! plaaakkk!! plaaakkk!!


Gw pukul kepalanya yang terbungkus helm.


"Aduh..aduh cak,salah apa lagi diriku cak! lepasin cak!.Reza memukul pelan tangan gw yang memiting lehernya.


"Salah apa lu bilang!?"


"Plaaak!!plaaakk!!"gw pukul lagi itu helm.


"Kenapa lu kagak bilang kalau di saku lu ada minuman dari tadi?!"


"Mana bisa diriku bilang cak,enggak ada yang nanya?".Urusan ngeles emang cebong ini jagonya.


"Plaaak!! harusnya kan lu inisiatif nyet,tau gw abis gelut dan kagak minum,lu tawari minum kek!".


"Bim,udah Bim kasian mungkin dia lupa" Bianca sudah tidak menangis dan bicara membela Udin.


Dan gw pun melepaskan pitingan di leher Reza.


"Terima kasih senior,memang hanya senior Bianca yang mengerti diriku".Ini bocah malah cengengesan dibela Bianca.


"Din sini airnya! sebelum Udin menjawab, gw udah ambil 3 botol air itu dari tangannya.


"Ini bang Anton" Gw kasih bang Anton 1 botol minuman.


"Makasih Bim". Dan bang Anton segera meminumnya Abis.


"Kalau senior Bianca cak?"


"Iya Bim,senior gak loe kasih?"


"Ini ada 1 botol biar gw bagi sama Bianca" Jawab gw tenang.


"Aluuss..aluusss" Udin bicara sambil melihat ke arah lain.


"Diriku mencium ada udang dibalik batu kak Din".


Wajah bianca terlihat merah dengar gw bilang minum 1 botol berdua sama dia.


"Bie loe kenapa gak mau ya minum satu botol sama gw?"


"Aku mau Bim jawab dia cepat" Dengan masih menunduk.


Dan sesi melepas dahaga kami pun akhirnya berakhir dan badan gw segar kembali.


"Bang Anton mana mobilnya bang?" gw bertanya ke bang Anton karena di depan kita berjarak 10 meter ada dua mobil yang terpakir.


Mercedez benz GLC hitam dan Toyota Fortuner TLD warna putih.


"Yang hitam Bim" jawab bang Anton.


"Ayo bang kita langsung jalan dan masuk".


"Dan Bie nanti kamu duduk di depan disamping bang Anton yang nyetir".


"Dan lu berdua nyet,duduk di belakang bareng gw".Gw memberi arahan ke semuanya dan mereka mengangguk mengerti.


Dan kami pun berjalan menuju mobil Mercedes hitam.


Saat kita udah sampai si samping mobil,gw dikagetkan dengan teriakan Udin di belakang.


"Bimooooooo!!!! Udin berteriak dan saat gw melihat kebelakang gw liat Udin menunduk.


"Wuuuusssssss!!! cepprakkkkk!!! sebuah benda melayang melewat Udin yang sudah jonggok dan terkena tepat di kepala Reza yang masih terbungkus helm.


Reza langsung akan jatuh ke depan tapi langsung gw tangkap.


"Bang Anton lindungi Bianca bang!! Din cepat masukin ini gentong ke mobil!.


Bang Anton langsung berdiri di depan Bianca dan Udin langsung seret Reza yang kaget masuk ke mobil.


Untung aja pakai helm ini bocah,kalau polosan udah mampus pasti karena saat gw liat benda yang menghantam kepalanya adalah palu yang tergeletak di depan gw.


Di depan pintu darurat sana ada seorang pria dengan dewasa sekitar 30 tahun dengan luka codet di pipi kanannya,berdiri menatap kami tajam dan di pinggang nya tersemat pedang samurai yang masih didalam sarungnya.


"Bang Anton cepat bawa Bianca masuk mobil!". Gw cepat mengambil keputusan


"Oke Bim,ayo non kita harus masuk ke mobil'.


"Tapi Bimo paman?' Bianca melihat gw dengan sangat kawatir karena tau musuh kali ini membawa pedang samurai yang terlihat sangat tajam.


"kalau nona disini,Bimo akan repot harus bertarung dan lindungi nona sekaligus.lebih baik nona masuk mobil dan kita percaya sama Bimo".


"Srriiinnggg!!! Orang itu sudah mencabut pedang samurai dari sarungnya.Yang membuat Bianca semakin kawatir dan ketakukan melihat gw.


"Bang Antooooon!!!" Gw teriak tanpa meliat bang Anton dan Bianca.


Karena mata gw tertuju kearah orang yang sedang memengang pedang samurai di depan sana.


Dan bang Anton faham kenapa gw teriak seperti tadi,dia langsung membawa Bianca yang sedikit berontak masuk ke dalam mobil.


Dan akhirnya gw dengar pintu mobil di tutup di belakang gw.Bertanda Bianca udah masuk di dalam mobil.


Gw ambil palu yang tergeletak di tanah dan gw pengan dengan tangan kanan.


Orang yang dengan luka codet di wajah itu mengacungkan pedang samurai nya ke arah gw.


Gw kagak mau kalah,gw juga acungkan palu yang gw pengang ke arah dia.


Dan pertarungan Pedang dan palu ini sebentar lagi akan dimulai.