
Dua orang berbadan kekar itu melesat ke arah gw.
Dan tantangan duel 2 vs 1 ini gw terima dengan senyum setan yang terukir di bibir gw.
Gw pun ikut melesat berlari ke arah mereka,apa karena badan mereka kekar terus buat gw takut.
Gw Abimana Pramono,takut sudah gw anggap mitos.Walau gw babak belur sekalipun selama salah satu bagian tubuh gw bisa bergerak,gw akan terus melawan.
Jarak semakin dekat wajah bringas,gw liat tercetak di wajah mereka berdua.
Tangan kanan gw masih memegang erat stick golf.
Target pertama gw adalah pria kekar sebelah kanan yang memakai tindik cincin di hidung dan telinga.
saat jarak kami sudah 2 meter,gw pegang erat stick golf dengan kedua tangan.
Gw berlari kekiri dan memiringkan badan sedikit ke kanan dan meloncat menggunakan satu kaki kiri gw bertumpu dengan dinding tembok.
Gw terbang miring dengan stick golf yang siap gw sabetkan.
"Wusssshhh!!!! Praaaaaakkk!!!!!
Ayunan stick golf gw meluncur tepat di mata kanan pria bertindik.
"Aaahhhhhhrrrrr!!!!!" Dia berteriak dan mundur memegangi matanya yang langsung mengucurkan darah.
Tubuh gw oleng ke kanan dan kagak seimbang karena meloncat dengan bertumpu satu kaki di tembok.
"Buuuaaggh". Pelipis kiri gw dihantam pria ke satunya hingga gw semakin oleng ke kiri dan jatuh terduduk.
"Duuuaakkkkk!!! Duuaaakkkk!! Duaaaakkkk!!.
Tubuh yang jatuh terduduk langsung dihujani dengan tendangan-tendangan.
Kagak mau terus menjadi bola seperti ini,gw langsung pegang kedua kaki dia dan langsung gw tarik ke kiri.
"Geedeebuggg!!!! dia langsung jatuh terlentang dengan kepala yang membentur lantai.
Tanpa menunggu lama gw langsung naik keperut dia,stick golf yang masih gw pegang.
Langsung gw tumbuk kan ujung nya berkali-kali ke mata hidung bibir dan lehernya.
Dia berontak berusaha pegang stick golf gw,tapi itu tidak ada gunanya.
Satu tumbukun keras ujung golf mengenai tepat di lehar dia.
Mata itu langsung mendelik karena jalur nafas dia keganggu.
'Banggsattt!! Anjinggg!!"Duuuaaakkkk!!!! saat gw mengamati pria yang mau mampus ini,tiba-tiba gw terjungkal ke belakang karena tendangan pria bertindik cincin dan stick golf terlepas dari tangan gw.
Gw segera bangkit dan gw liat orang yang mau mampus karena gw tumbuk lehernya dengan ujung stick golf,sekarang sedang berguling-guling sambil memegangi lehernya.
Dengan mata gosong dan mengeluarkan darah,pria bertidik itu mengerang marah dan menatap tajam gw dengan nafsu membunuhnya.
Gw berdiri tegak dan tersenyum kearah dia,dengan pelipis kiri gw yang mengeluarkan darah.
"Puukkk!! puuukkk!! puukkk!!
Gw bersihkan bekas tendangan kaki yang menempel di baju dan celana gw.
"Om,biasa aja kalau liatin gw om.Gw tau gw keren". Gw tersenyum mengejek
Dia semakin mengeratkan gigi nya menatap gw.
"Om itu teman om kenapa? guling-guling gitu penyakit ayan nya kambuh kah?".
"Bangat!!!! Anjiiinggg!!! Mampuuuss loeee!!!
Dia langsung maju dan menyerang gw, adu pukulan dan tendangan tidak dapat dihindari.
Beberapa kali pukulan dia masuk mengenai sudut bibir gw,dan gw mengecap darah yang keluar dari sana.
Tendangan gw pun beberapa kaki masuk mengenai perut samping dia.
Kalau begini terus gw bisa KO karena badan dan otot dia yang kekar dan dalam masalah power gw jelas kalah.
Tapi soal isting binatang, gw nyakin jauh lebih unggul.Insting melihat kesempatan serangan fatal ke satu titik bagian.
Kalau seekor harimau akan langsung menerkam leher mangsanya.
Gw tahan pukulan dia dengan cover 2 tangan di wajah.
Gw condongkan badan gw sedikit ke depan dia,hingga pria bertindik ini mundur mencari jarak.
Dan saat dia akan menyerang lagi,kaki kiri gw sudah terangkat dan langsung gw ayunkan sekeras mungkin menuju dua telur burung di s3l@ngk@ngan pria bertindik ini.
"Eenngggggkk!! Suara dia tertahan dengan mata melotot merasakan sakit yang amat sangat di kedua telur itu.
Dia langsung memegangi kedua telur yang kagak bisa menetas itu dan langsung meloncat-loncat kesetanan.
###
Melihat kesempatan emas di depan mata.Gw langsung maju ke pria bertindik yang masih muter-muter dan loncat-loncat.
Dan saat tiba punggung dia di depan gw.
Tangan kiri gw langsung masuk ke leher dia dari belakang dan langsung gw kunci dengan tangan kan.
"Bruukkkk!!! Gw menjatuhkan diri kebelakang dengan membawa pria yang sedang gw kunci lehernya,di atas gw menghadap langit-langit.
Dia berontak dan menepuk-nepuk tangan gw,tapi itu tidak membantu dia apapun.
Karena kuncian tangan di leher dia semakin gw eratkan.
Kedua kaki gw pun sudah naik ke perut dia untuk menahan gerakan tubuhnya.
"Hhheeemm!! Fuufuufuu!! eenggg!! enngg!!
Nafas ini orang sudah tersengal-sengal karena leher jalur oksigen gw kunci.
Tepukan-tepukan tangan dia semakin melemah dan bandannya yang tadi masih bergerak-gerakpun sekarang gw rasakan melemas di atas gw.
Sebelum ini orang mampus gw lepaskan kuncian tangan gw dan gw lempar badan dia kesamping.Hingga dia tengkurap.
Dia masih bernafas tapi terlihat begitu kesakitan.
Gw berdiri dan langsung gw pegang tangan kiri dia dan langsung gw putar keatas.
"Crraaaaakk!! Dengan mudah tangan kekar itu patah.
Dia tidak bisa teriak karena masih sulit untuk bernafas.
Dia hanya bisa berguling terlentang dan dengan mata yang mulai berair dia ketakutan saat melihat gw.
Gw berdiri dan langsung gw injak dadanya.
"Om,badan om kekar tapi itu kenapa otak om cungkring banget?"
"Duuuuaaakk!!" Om kira gw takut sama badan om yang kekar ini". Gw bicara setelah gw tumbuk dada dia dengan sepatu gw.
"Oouuuhh,jangan takut gitu dong sama gw om .Gw anak baik kok".
"Sekarang gw akan kasih om 1 pertanyan dan 2 pilihan,om harus jawab ya? kalau gak aku bisa marah lho".Gw bicara santai tapi dengan nada yang penuh intimidasi.
Dia hanya mengganguk tak berdaya karena tangan sudah patah dan untuk bernafas aja susah.
"Oke om,gw itu sangat benci sama kuping yang di tindik.Sekarang gw bantu lepas tindik om ya? Om pilih dah mau yang di hidung apa yang di telinga?".
"Gw kasih 3 detik om untuk berfikir kalau lebih gw akan bantu lepas dua-duanya".Gw bicara dan menatap tajam dia.
Dia tampak semakin ketakukan dan mata dia yang gosong dan berdarah masih terus mengeluarkan air mata.
"Ku..kuping" lemah dia berbicara.
"tanpa basa-basi gw langsung jongkok dan cabut tindik cincin di kuping dia.
Dan kuping itupun robek meneteskan darah ke lantai.
Dia tidak teriak tapi dari ekpresi itu dia sangat menahan sakit yang luar biasa.
"Om pingsan dulu aja ya?"
Sebelum dia menjawab sudah gw angkat kepalanya dan gw benturkan ke lantai.
Dan dia pun pingsan,gw berdiri mengambil stick golf dan berjalan santai menghampiri orang yang masih dilantai dan memegangi lehernya karena gw tumbuk dengan stick golf.
"Ampunn,tolong berhenti...jangan sakiti saya lagi! Dia bicara saat gw tiba didekat dia.
"Om,dirimu kok cemen amat om.Gw cuma mau bantu patahin satu kaki om saja kok?"
"Bimo!! Udahhh cukuup please berhenti!!!
Lagi dan lagi suara Bianca membuat gw tidak berdaya dan menjatuh kan stick golf yang gw pegang.
Gw berjalan ke arah Bianca di formasi.Dan melewati Udin yang mengangkat tanganya untuk minta tos gw,Tapi gw abaikan.
Dan melewati Reza yang kepalanya sudah terbungkus helm.
Bang Anton tampak melihat gw berbeda setelah melihan cara gelut gw.
Saat gw udah ada di depan Bianca langsung gw peluk dia erat, dan mengelus pelan rambut indah dia.
"Sorry kalau gw terlalu brutal dan buat loe takut,ini semua karena gw ingin lindungi loe dengan semua yang gw bisa". Gw berbisik pelan di telinga Bianca.
■Sorry guys kalau gw sering gonta ganti cover,karena cover-cover yang kemarin ada hak ciptanya.Dan gw bisa dituntut nanti kalau makai itu untuk cover.Dapat duit aja kagak malah dituntut dan bayar royalti kan tekor bandar.Dan cover yang ini sudah bebas hak cipta semoga kalian suka■