Preman Campus

Preman Campus
KOKO INDO CHINA 2


"Jadi anjing kok goblok banget lu! Gw aja tadi pagi udah ngerasin bibir lembut Sasa nempel di pipi gw.Sebenarnya Sasa mau nempelin bibir dia di bibir gw juga sih,tapi gw pending dulu".Gw tersenyum mengejek.


"Bangsattt!! mampus loe anjiiing!!!".


Dia maju dan sebelum menyerang, gw lempar puntung rokok gw yang masih separuh ke wajah dia.Dia langsung mundur blingsatan ke arah gerbang dan mengusap-usap wajahnya.


"Sorry ko sengaja,gw kira wajah lu asbak rokok,kelihatan mirip sih".


Dia mengeram dan rahang nya tampak tegang mengeratkan gigi dan menatap tajam penuh amarah dan nafsu membunuh ke arah gw.


"Wah..keren banget lu ko mau berubah jadi mode anjing ya?" Tapi itu tolong mata sipit lu dibenerin dulu malah berubah jadi kucing nanti lu". Kata-kata rasis gw mulai keluar


Dia tidak menjawab tapi langsung berjalan cepat ke arah gw yang cuma 3 meter di depan dia.


"Duaakk!!".


Tendangan lurus dia tepat mengenai perut six pack gw dan gw langsung mundur 2 langkah ke belakang.


Sengaja kagak ngehindar gw,bukannya sombong tapi malas gerak aja.


"Lu nendang orang apa nendang keong ko,lembek amat itu tendangan kek batang lu".


"Bangsat!! ngeremehin gw lu anjing!! dia maju lagi.


Menendang dengan tendangan samping dengan kaki kanan dan tepat mengenai perut samping gw.


Sehingga tubuh gw sedikit goyang ke kiri,dia melanjutkan dengan jab lurus ke muka gw.


"Plak!!"


Gw tangkap pukulan jab dari dia dengan tangan kiri.


"Sorry ko,wajah gw tidak boleh terluka".


"Buaaakkgg!!"


Langsung gw hantam rahang dia dengan uppercut tangan kanan,sehingga dia jatuh terjengkang ke belakang.


Gw masih berdiri dengan santai. "Ko ngapain lu duduk di tanah gitu? lagi ber*k lu?".


"Aaaaaarrrrrrrrrhh!!!!!!".


Dia berteriak dan langsung berdiri.


Dia langsung melesat dan membungkuk mencoba menjatuhkan gw dengan dorongan tubuh dia.


Gw masih bertahan dan berdiri walau dorongan tubuh dia lumayan kuat.


"Duukk!!"


"Dukkkk!!!"


"Duukkk!!"


Siku, gw hantamkan ke punggung dia berkali-kali.


"Braaaakk!!! dengan dorongan kuat akhirnya gw berhasil di take down dia,dan sekarang dia ada di atas gw.


Dia langsung melanjarkan pukulan ke wajah,tapi gw langsung memasang defense dengan mengcover wajah gw dengan kedua tangan.


"Buaakkk!!"


"Buaakkk!!"


"Buaaakkkk!!!"


Suara pukulan dia mengenai cover lengan gw.


"Mampus lu anjing!!!" dia mengumpat dan masih dengan melancarkan tinjunya yang selalu berhasil gw blok.


Sialan kok malah gw main-main sama si mata sipit ini ya.Gw mengumpat dalam hati.


Saat kepalan tinju dia berada di atas dan akan menghantam gw lagi.


Segara gw lepas cover tangan gw di wajah dan langsung mengarahkan jari telunjuk dan jari tengah gw ke mata dia yang masih duduk di atas perut gw.


Gw culek kedua bola mata dia,walau mata itu kecil dan sipit culek kan gw masih tepat sasaran.


"Aaaaaarrrhhhh!!!"


Dia menjerit dan tangan yang semula mau menghantam gw,sekarang beralih fungsi menjadi alat pertolongan untuk kedua mata dia.


Saat dia lengah dengan rasa sakit di mata sipit nya.


Ga pegang badan dia dan langsung gw balik ke arah kanan dan sekarang gw ada di atas perut dia.


Dia melepaskan tangan dari kedua matanya,dan berusaha untuk mencekik gw dari bawah.


Dengan mudah gw singkirkan tangan itu dari leher gw,dan langsung gw angkat sikut kiri gw.


"Duuaaakkk!!!"


Siku kiri gw bagai roket Kim Jong Un dari atas menghantam tepat di hidung dia.


"Aaaaaarrrrhhh!!!".


Dia menjerit kesakitan.


Tapi lumayan kuat hidung koko ini dan tidak berdarah,dan gw merasa tertantang.


Gw angkat siku tangan terkuat gw,yaitu tangan kanan.


"Crraaakkk!!".


Suara hantaman siku gw dan suara tulang patah terdengar.Darah segar keluar dari hidung patah mantan Sasa ini.


"Aaaaaaaaaaaaaaa!!!!".


Dia menjerit kesakitan lagi sambil memegangi hidung.


"Plaaaakkkkk!!!"


Gw tampar pipi kiri dia dengan kekuatan penuh gw,sehingga wajah dia langsung nengok ke kanan.


"Teriak-teriak aja lu anjing,diem ngapa ini udah malam bego!!"


Dia langsung menatap tajam gw dengan posisi gw masih di atas perut dia.


Dengan cepat gw mundur dan berdiri,dan langsung gw pegang erat dan angkat kaki dia hingga berbentuk huruf V.


"Mau apa loe!!"


"Mau apa loe!!"


"Tolongg!!!"


"Tolonggg!!!"


Dia berontak panik dengan terus minta tolong.


"Ko ucapkan selamat tinggal untuk masa depanmu Ko!!" Dia berhenti teriak dan menatap gw ketakutan.


Gw angkat kaki kanan gw dan langsung gw injek batang dia sekuat tenaga dan langsung gw lepas kedua kaki dia dan mundur kebelakang.


"Aaaaaaaaaaaaa!!!!".


Dia mengalihkan tangan dia dari hidung yang patah ke benda yang mungkin sedang patah pula di bawah pusar itu.


Aahhh pemandangan yang indah sekali,gw melihat dia meringkuk dengan tangan kiri di sel@ngk@ngan dan tangan kanan yang memukul-mukul tanah.


Liat itu gw jadi ikut memegangi tit!t gw dan badan gw langsung bergidik,pasti ngilu banget itu rasanya.


"Ko pinjem jari tangan kanannya sebentar ko!" Gw bicara dan mendekat ke arah dia.


Dia yang masih meringguk di tanah langsung mencoba berdiri menghiraukan rasa sakit yang dia rasakan.


"Duuuaaaaakkk!!!".


Gw tendang kaki dia yang mencoba bangun dan dia langsung terjatuh lagi.


Gw langsung berada di samping kanan dia,gw tahan dada dan perut dia dengan dengkul gw dan langsung gw pegang dan angkat tangan kanannya.


"Jangann!!!! tolong!!! saya mohon jangan!!!'


Dia memohon dengan tangan kiri dia yang memukuli dengkul dan paha gw yang ada di atas dada dia.


"Ko kita main game ya?" kalau mulut koko bersuara saat gw patahin satu jari koko,gw akan akan patahin jari yang lainya.Dan gitu terus, gw kagak bakal berhenti kalau mulut koko mengeluarkan suara.


Dia menatap gw dengan panik dan ketakutan.


"Ibliss!!! setan kamu!!!".


"Craaaaakk!!!! suara jari telunjuk patah.


"Aaaaaaaaaaa!!!! dia menjerit,dikira gw main-main apa.


"Ko siapa disini yang sebenarnya Iblis dan setan,ingat gw cuma membela diri setelah lu tendang gw dan take down gw ke bawah".


"Gw adalah tipe orang yang memberi lebih saat gw mendapat sesuatu dari orang lain".


"Tadi koko kan ngasih gw tendangan dan pukulan,anggap saja gw balas memberi koko hidung patah dan batang patah,dan jari patah ini adalah bonusnya".


"Craaaakk!!! suara jari tengah patah.


"Aaaaaaaaaaaaa!!!!.Tolong sudah,tolong saya sudah tidak kuat!! tolong!!"


"Ko andai aja koko bersikap sopan tadi,pasti gw segan".


"Tapi sayang banget ko,lu memilih lawan yang salah,karena gw bisa jadi musuh yang sangat berbahaya saat koko mencari masalah dengan gw.


'Craaaaakkkk!!!! bunyi jari kelingking patah.


Dia mau menjerit tapi langsung dia rapat kan bibir dia, rasa sakit itu membuat mata dia mengeluarkan butiran-butiran air.


"Bagus ko,lu berhasil tidak bersuara" .


"Dan gw adalah orang yang selalu menepati janji". Gw langsung lepas tangan kiri dia yang langsung terkulai lemah di tanah.


Gw berdiri dan langsung jambak rambut dia dan gw tatap dia tajam sambil tersenyum joker.


"Sekarang kita beralih ke acara selanjutnya ko,agar masalah kita cepat kelar".


"Tolong ampun,saya salah..Tolong jangan sakiti saya lagi,tolong! Dia menangis.


"Aaaaaaaaa!! Ampuuunn!! dia menjerit saat gw seret ke gerbang kost.Dan langsung gw senderkan dia dia disana.


"Lu senderan di situ dulu ko dan kalau lu teriak-teriak lagi! bukan hanya jari lu dan batang lu yang patah tapi leher lu juga!".


Dia mengangguk pasrah sambil berlinang air mata.