
"Bimo cepat bilang mereka siapa saja? bunda penasaran ini".
"Nyakin bunda enggak akan marah kalau Bimo cerita punya banyak temen wanita?".
"Enggak sayang, wajar saja itu. Kamu kan masih muda dan bebas bergaul sama siapa saja, bunda cuma penasaran wanita seperti apa yang sedang dekat dengan kamu itu". Bunda berbicara lembut.
"Iya cak diriku juga penasaran setau kita kan cuma 4 yang 2 siapa lagi?".
"Iya Bim, pinter banget kamu sembunyikan itu yang dua". Udin kagak berani panggil gw dengan sebutan loe, sungkan sama bunda mungkin.
"Sayang cepet beritahu bunda? apa bunda harus kirim mata-mata nanti buat cari tau sendiri".
"Jangan dong Bun, Bimo kan juga butuh privasi".
Gw cemberut, Ayah kan kemarin udah kirim orang untuk mata-matain gw. Masak bunda mau juga mau ikutan. Gw bicara dalam hati
"Makanya cepat cerita, Bunda udah enggak sabar ini pengen dengar".
"Putri sama Vanesha bunda udah kenal kan?". Gw mulai berbicara.
"Iya Vanesha gadis imut yang manager lantai 1 butik bunda di Jogja itu kan? Bunda sudah tau itu kata mbak Rina juga orangnya baik dan sopan". Bunda menilai Sasa.
"Kalau Putri, Bunda suka sama keluguan dia. Cantik dan manis juga orangnya". Bunda juga menilai Putri.
Ini kek seleksi calon mantu aja yak. Terlalu bersemangat sekali Nyonya Shinta Wirathama Pramono ini.
"Cerita yang lainnya dong yang bunda belum kenal".
"Bianca bunda namanya, bimo biasa panggil dia Bie. Wanita pertama yang Bimo temui saat menginjakkan kaki di Jogja".
"Dia juga senior Bimo di Campus, awal-awal kita saling cuek tapi semakin kesini kita semakin dekat".
"Sedekat apa sayang?".
Saat gw mau menjawab Reza udah duluan berbicara.
"Dekat sekali tante, apalagi Bimo sering selamatkan itu senior Bianca".
"Iya tante, kalau Senior Bianca sudah masuk perangkap yang ditebar sama Bimo, dan tidak akan lepas kelihatannya". Udin menambahi.
"Nyet lu kira Bianca ikan? Asal aja lu kalau ngomong".
Udin cuma tersenyum mendengar ucapan gw.
"Sayang ada foto Bianca ini tidak? Bunda ingin lihat dia secantik apa".
"Maaf Bunda Bimo enggak punya". Jawab gw pelan karena emang kagak punya.
"Saya Punya tante!". Udin berbicara dan memegang menunjukan Hp nya.
"Nyet, punya dari mana lu? Gw aja kagak punya?".
Perasaan gw kagak enak ini liat Udin yang cengar-cengir kek monyet gitu.
"Udin tolong bawa sini Hp kamu, tante ingin lihat fotonya".
Udin dengan cepat berdiri dan menyerahkah Hpnya ke Bunda.
"Ya ampun Romantis banget fotonya, ini kamu sayang?". Bundu menunjukan foto itu ke gw.
Rasanya pengen ngumpat gw, kampret emang si Udin. Dia ambil foto gw saat gendong Bianca di tangga darurat Rumah Judi kakaknya.
"Iya bunda itu Bimo". Jawab gw pelan karena terlalu malu untuk mengakui.
"Kamu so sweet banget sayang, dimana ini kejadiannya?".
"Di tangga darurat Campus bunda saat itu lift rusak, dan kaki Bianca sakit". Gw berasalan.
Reza mau bicara tapi langsung gw intimidasi dengan tatapan maut, akhirnya dia diam. Gila apa mau bilang tangga darurat rumah judi, Bisa dilempar keluar pesawat kita bertiga.
"Bunda juga suka sama dia sayang, cantiknya kebangetan, putih dan tinggi". Bunda memberi penilaian terhadap fisik Bianca.
"Kamu pernah main ke kerumahnya tidak? keluarga Bianca ini bagaimana?".
"Bunda kok tanya seperti itu? Bimo enggak mau jawab".
"Kamu salah paham sayang, yang bunda tanyakan itu baik dan ramah atau tidak keluarganya, bukan soal ekonomi atau yang lainnya". Bunda segera berbicara menjelaskan.
"Bimo sangat akrab dengan kakaknya senior Bianca tante". Mulut udin tiba-tiba jeplak aja.
"Benar itu sayang? berarti keluarganya baik dong ya sama kamu?".
"Yang Bimo tau Bianca itu cuma berdua Bun sama Kakaknya saja, nama kakaknya Joko dan dia yang bantuin Bimo saat baru tiba disini".
"Bunda ngerti sayang, kapan-kapan kamu ajak dia main ke rumah ya? bunda pengen kenal".
"Iya nanti bun kalau ada kesempatan". Gw iyain aja bisa cepet kelar sidang ini.
"Terus-terus yang tiga lagi?". Bunda masih aja bersemangat.
"Bimo minta minum dulu bunda, haus ini".
"Ya ampun sayang ditunda dulu kenapa hausnya, cerita saja dulu".
"Bunda kok gitu sama Bimo? tega banget! tadi aja dirumah sakit nangis-nangis".
Bunda tersenyum jail melihat gw yang cemberut. "Reza tolong minuman di depan kamu, kasih ke anak tante yang paling tampan sedunia ini".
Ini bunda mau muji gw apa ngehina sih, bikin sebel aja. Gw tau kagak setampan pacar dia alias bokap, tapi ya jangan sedunia juga. Se RT kek apa se RW biar lebih wajar.
"Ini cak air mineral yang di iklankan Dian Sastrowardoyo pelan-pelan saja minumnya". Reza iseng pake sebut bintang iklan Aqua segala.
"Reza fans dari Dian Sastro?". Bunda kepancing sama iklan Reza, moga aja dia lupa dan kagak bahas betina yang deket sama gw lagi.
Reza tersenyum dan menjawab. "Iya tante, saya ngefans sejak pertama kali nonton film Ada Apa Dengan Cinta".
"Beruntung kamu, nanti datang aja ke Butik tante di Jakarta, Dian adalah pelanggan VVIP di butik tante dan sering datang".
"Serius tante?". Reza tampak begitu bahagia
"Iya nanti kamu bisa foto bareng dan minta tanda tangannya, tante kenal dekat kok sama dia"
"Terima kasih tante, salah satu impian saya akan segera terwujud".
"Impian apa nyet? ketemu artis aja kamu jadikan impian". Gw bicara setelah minum air mineral.
"Impian jadi rangga cak dan berdampingan foto bareng cinta". Jawab dia enteng yang buat bunda tertawa.
Memang gila ini anak madura, sampai segitunya.
"Tante Aura Kasih juga sering datang gak ke butik tante?". Udin yang dari tadi diam tiba-tiba ikut nimbrung bertanya.
"Bukan sering lagi, dia adalah model untuk beberapa koleksi pakaian di butik tante, kamu juga ngefans sama dia".
"Iya tante". Jawab Udin malu-malu.
"Gampang nanti kamu datang aja sama Reza ke butik tante di jakarta pasti akan bertemu dia".
"Iya tante, iya! saya pasti akan datang". Udin tidak kalah bersemangatnya bicara sambil terus menganggukkan kepala.
"Bunda, itu Butik apa tempat nongrong artis sih?".
"Sayang mau ketemu artis juga? siapa mungkin dia salah satu pelanggan Bunda?".
"Mpok Atiek bun, kalau datang tolong hubungi Bimo".
Bunda terkejut dan 2 cebong langsung nahan ketawa.
"Kok mpok Atiek sayang, dia kan udah nenek-nenek dan dia bukan pelanggan Butik bunda".
"Bimo kan suka sama latahnya Bun, lucu dan buat Bimo ketawa saat mendengar. Bukan suka yang lainnya seperti dua peliharan Bimo itu yang ada udang di balik batu bertemu sama idola mereka".
"Anak Bunda memang berbeda". Bunda tersenyum dan mencubit pipi gw.
"Ya udah Bimo mau istirahat dulu, bunda temani Ayah di kabin depan ya? Bisa sesak nafas nanti Ayah jika terlalu lama jauh dari Bunda".
"Tenang sayang, Ayah kamu kalau tidur lelap kok. Kamu jangan mengira bunda lupa sama pembahasan kita, udah minum kan kamu?".
"Sekarang lanjutin cerita soal 3 wanita lagi yang dekat sama kamu".
Gw bengong Melihat Bunda masih aja penasaran, gw kira sudah lupa.
2 cebong malah pada senyum melihat gw, emang kampret bener itu mereka.
"Amora bunda, dia cewe yang satu kost sama Bimo".
"Namanya cantik banget sayang, Amora. Pasti orang nya juga cantik kan?".
"Ya begitulah bunda, cocok buat diajak ke kondangan" Jawab gw ngasal
"Udin?".
"Iya tante?".
"Ada akan?".
"Ada dong tante". Udin tersenyum dan mengotak-atik Hp nya.
"Nyet lu juga punya fotonya Amora? Gw terkejut, ini cebong langsung ngerti sama ucapan Bunda gw.
Udin kagak ngejawab cuma melirik gw sebentar dan langsung menyerahkan Hp nya ke bunda". Sumpah pengen gw colok itu mata dia.
Gw aja yang abis gulat sama Amora kagak simpen fotonya, tapi ini kampret malah punya.
"Ya ampun seksi banget dia sayang? Ini dimana di depan Pintu kost kamu ya?".
Bunda menunjukan foto Amora.
"Iya bunda itu saat Amora ngajakin Bimo nonton dan pertama kali 2 monyet itu kenal sama Amora".
"Bimo belum kenal sama keluarganya cuma pernah ketemu sama sepupunya aja 1 kali". Gw langsung buka semua aja.
"Gimana acara nonton kamu sama dia sayang?".
"Biasa aja Bun, nonton, makan terus balik ke kost". Jawab gw berbohong, bisa histeris Bunda kalau tau gw hampir kehilangan keperjakaan.
"Terus yang 2 lagi siapa namanya?".
"Yang ini belum terlalu dekat sih Bun, tapi feeling Bimo dia juga bakal jadi teman. Karena Bimo ninggalin kesan mendalam saat pertama kali kita bertemu".
"Siapa sayang namanya?".
"Kalau soal dia Reza dan Udin yang paling tau Bun, karena mereka berdua masuk Organisasi Rohis yang di pimpin sama cewe ini".
"Oh seperti itu, rohis ya? Berarti dia taat Agama sekali ya?".
"Udin kamu ada fotonya kan?".
"Ada dong tante, banyak malah koleksi foto saya". Udin berbangga diri.
"Iya Bun, kerja sambilan dia kan jadi kang foto keliling".
Munda tersenyum mendengar celotehan gw beda sama Udin yang langsung cemberut.
"Ini tante saya juga punya fotonya". Reza langsung menyerahkan Hpnya dan mendahului Udin.
"Masya Allah, cantik sekali dia sayang. Dia wanita tercantik yang pernah bunda lihat". Bunda langsung kagum dengan kecantikan foto itu.
"Namanya siapa ini Reza?".
"Labibah Faza Khairunnissa tante". Jawab Reza cepat.
"Namanya juga cantik banget, pasti banyak pria yang deketin dia ya?".
"Iya tante, Nissa adalah kecantikan no 1 di Campus".
"Sayang kelihatannya kamu harus berkerja keras jika ingin dapatkan hati Nissa ini".
"Gak perlu bunda, bukan gaya Bimo itu. Nanti juga datang sendiri dia ke hadapan Bimo". Jawab gw jumawa dan percaya diri.
Udin dan Reza terlihat mau mengumpat tapi mereka tahan karena ada bunda disini.
"Kamu sungguh mirip dengan Ayah sayang, sangat PD". Bunda memuji.
"Ya udah tinggal 1 lagi, cepat kamu ceritakan ke Bunda".
"Yang 1 ini enggak usah bunda".
"Kok enggak usah, bunda enggak mau tau kamu harus cerita. Bunda udah terlanjur penasaran. Pasti sangat spesial sekali dia hingga kamu enggan bercerita".
"Ya bisa dibilang seperti itu bun, Bimo rasa dia punya andil dalam sifat dan prilaku bimo yang nakal ini".
"Kok bisa sayang, kamu udah kenal lama berarti dong?".
"Bimo juga tidak tau bunda". Karena gw memang tidak tau karena gadis yang menyebut namanya Rora itu tiba-tiba selalu hadir di ingatan masa kecil gw. Yang beberapa hari ini hadir begitu saja sampai terbawa mimpi pula.
"Kok sayang tidak tau? jangan bohong ya sama Bunda!". Reza dan Udin tau enggak wanita yang dimaksud Bimo?".
2 cebong saling perpandangan dan mereka serempak mengelengkan kepala.
"Kalian tidak tau ya, berarti Anak tante pinter banget menyembunyikannya. Ayo dong sayang cerita sama Bunda".
"Harusnya Bunda yang cerita sama Bimo?".
"Kok malah bunda, kan bunda enggak kenal sama wanita yang kamu maksud".
"Bunda jawab jujur ya? apa Bimo sewaktu kecil pernah lupa ingatan? dan apa Bimo punya teman gadis kecil cantik bermata biru? Dia menyebut namanya Rora".
Wajah bunda langsung berubah dan melihat gw dengan sorot mata terkejut, Gw bisa menebak pasti benar ada yang disembunyikan bunda dan Ayah dari gw.
Bunda masih diam saja tapi tangannya dengan lembut membelai rambut gw, raut wajah bunda berubah menjadi sedih dan gw enggak tau kenapa.
Suasana hening dan tidak lama suara pilot terdengar, memberi info bahwa 5 menit lagi pesawat akan mendarat di bandara internasional Changi.
"Bimo sayang, kita sudah sampai. Bunda kedepan dulu ya?".
Belum gw menjawab, bunda langsung berjalan pergi begitu saja.
Meninggalkan gw dengan perasaan campur aduk.
Rora siapa kamu sebenarnya kenapa bunda terlihat begitu aneh dan sedih saat mendengar nama kamu?