
Melihat nying-nying yang tiba-tiba menangis gw langsung diliputi rasa bersalah yang teramat besar.
Karena keegoisan gw nying-nying terluka, padalal tadi kita masih sempat bercanda saat masuk ke dalam ini ruangan.
Otak gw seketika tersadar dan mengingat kata-kata yang pernah gw ucapkan dulu bahwa lelaki yang membuat wanita menangis sama dengan sampah tidak berguna.
Gw langsung bersimpuh didepan nying-nying yang menangis menunduk duduk di atas sofa.
Gw coba pegang kedua tangannya, tapi saat itu juga dia tampik. "Pergi Nyong aku enggak mau kamu liat aku menangis". Dengan berlinang air mata dan menunduk nying-nying berucap dengan suara parau.
"Nying maafin gw, tolong maafin gw! Gw salah tolong maafin gw nying". Gw berucap dengan panik melihat situasi yang tercipta dari keegoisan gw.
"Kamu tidak tau nyong apa yang aku rasakan! kamu tidak tau bagaimana aku sekuat hati menahan! Kamu tidak tau nyong rasanya ditampar dengan kenyataan!".
"KAMU TIDAK TAU..!".
"KAMU TIDAK TAU..!".
Nying-nying begitu histeris menatap gw yang ada di depannya dengan air mata yang semakin deras mengalir dari kedua netranya.
Gw tidak sempat mencari tau arti dari ucapan nying-nying, tanpa aba-aba gw langsung memeluk erat tubuh langsing dia, yang ada difikiran gw saat ini adalah mencari cara untuk menenangkan nying-nying.
"Lepas nyong! Lepas!". Nying berontak memukul-mukul punggung gw tapi tetap gw peluk dia dan kagak gw lepasain.
Mata gw juga mulai berkaca-kaca terbawa suasanya dan rasa bersalah.
"Lepas nyong! Lepas!".
"Kamu tidak tau yang aku rasain! Kamu egois nyong! Lepasin aku!".
Nying-nying masih saja berontak sekarang dia mencoba mendorong dada gw.
Gw pegang kepala belakang Nying-nying lembut dan semakin gw peluk erat dia.
Cuma kata maaf yang bisa gw ucapkan saat ini, menunggu untuk nying-nying tenang kembali.
Lambat laun dia sudah tidak berontak, badan dia melemah dan pasrah gw peluk tapi dia masih saja menangis tersedu, meluapkan semua beban di hatinya memaksa keluar dalam bentuk air mata bening.
Hati gw sakit banget rasanya lebih sakit saat di tinggal kabur nying-nying ke toilet, rasanya gw kagak bisa maafin diri gw sendiri karena tanpa sadar dengan keegosian gw buat nying-nying seperti ini.
Dari kata-katanya nying-nying terlihat sangat tertekan dan yang pasti itu karena gw.
"Vanesha Aprlia aku sayang sama kamu! Sasa aku suka sama kamu! Nying-nying Aku cinta sama kamu!".
3 Nama dan 3 kalimat ungkapan perasaan dari lubuk hati gw yang paling dalam terucap beriringan dengan tetesan air mata yang juga gw keluarkan.
Untuk sesaat nying-nying berhenti menangis dan tubuhnya sedikit menegang mendengar luapan perasaan gw yang bagai ombak menerjang daratan tapi beberapa detik kemudian dia menagis lagi tapi kali ini dengan merespon pelukan gw dengan melingkarkan kedua tangannya.
"Mudah nyong kamu mengatakan itu tapi sulit aku menjawab karena perbedaan di antara kita". Nying-nying mengatur nafasnya dan setelah itu berucap lirih.
"Perbedaan apa nying? Kita sama-sama manusia yang berlawanan jenis, aku suka dan sayang sama kamu dan jika kamu merasakan hal yang mari kita berbahagia berdua". Gw membelai rambut nying-nying lembut.
"Aku takut nyong aku takut!".
"Aku takut terjatuh saat menggapai kamu yang berada di atas ketinggian".
"Aku takut akan menjadi wanita yang hanya akan merusak kenyamanan hidup kamu".
"Aku takut dengan perbedaan kasta kita yang bagai langit dan bumi".
"Aku takut dengan pandangan semua orang yang melihat dan mencibir keluarga aku nantinya".
"Aku takut keluarga aku yang sudah bahagia kembali bersedih karena gw yang bermimpi bersanding dengan kamu".
"Aku takut nyong! Aku takut!".
Gw mengerti ketakutan yang dirasakan nying-nying. Gw mengerti kekawatiran dia, gw tau kenapa dia berucap seperti itu.
Itu semua tidak lain tidak bukan adalah karena status sosial yang menempel di diri gw ini, status yang buat nying-nying menahan perasaannya.
"Vanesha Aprilia kenapa kamu harus takut jika aku ada disamping kamu". Gw peluk Nying-nying semakin erat.
"Kenapa kamu harus takut terjatuh jika yang menggapai kamu itu aku?".
"Kenapa kamu harus takut jika kenyataanya aku hanya bisa merasa nyaman saat sama kamu?".
"Kenapa kamu harus takut dengan perbedaan kasta? kasta hanya hirarki yang dibuat oleh manusia yang untuk memecah belah.
"Akan aku bungkam mulut semua orang yang mencibir kamu dan keluarga kamu, aku akan jadi dinding pertahan yang paling kuat dan kokoh untuk kamu dan keluarga kamu".
"Jangan bermimpi jika di dalam kenyaatan kamu bisa bersanding dengan aku, hilangkan semua ketakukan kamu dan peluk eratlah tubuh ku".
Gw dorong pelan bahu nying-nying dan gw berdiri mundur 5 langkah ke belakang.
Nying-nying sontak terkejut dengan tindakan gw yang menjauh dari dia.
Dia juga langsung berdiri menatap gw sendu, rasa takut kehilangan bisa gw rasakan dari sorot kedua matanya yang memerah.
"Nyong kenapa kamu menjauh? Setelah berkata seperti itu?". Nying-nying berucap lirih dan mengusap kedua matanya.
"Nying-nying hilangkan rasa takut tidak penting itu dan beranikan diri kamu".
"Aku ada disini tepat 5 langkah di depan kamu, beranikan diri kamu dan lalui 5 langkah ini sebagai tanda kamu membuang semua rasa takut itu".
"Datang padaku Vanesha Aprilia! Datang dan peluk tubuhku, jadikan Abimana Pramono milik kamu. Jadikan Bimo pelindung kamu dan jadikan nyong-nyong samsak tinju kamu".
Nying-nying dengan wajah lengket karena air mata tersenyum kecil mendengar kalimat terakhir gw.
"Tak!". Suara high hells bergeser membentur ubin. 1 langkah nying-nying maju kedepan, nying-nying berhenti dan memandang gw.
"Wanita rese yang pertama kali bertemu udah main suruh gw angkat kopernya, gw kesel tapi sejak saat itu wajah dia tidak bisa hilang dari otak gw".
Nying-nying tersenyum lagi dan gw liat terpancar kebahagian disenyum itu dan "Tak!". Dia mengambil langkah keduanya untuk mendekati gw.
"Wanita yang buat gw goyang ngebor dan menyanyi hanya untuk menghibur dia karena takut dia marah dan kesel".
"Tak!". Langkah ketiga diambil nying-nying.
"Wanita yang bangunin tidur lelap gw hanya untuk temenin dia makan gudeg di pagi hari dan pinggir jalan pula".
"Tak!". Nying sedot ingusnya dan tersenyum untuk mengambil langkah ke empat.
Imut banget itu sumpah wajah nying-nying kek ada kecil kalau nangis sedot ingus segala.
Tahan Bemo tahan jangan tersenyum atau ketawa! Satu langkah lagi nying-nying akan mengatasi ketakukannya. Gw menguatkan diri.
"Wanita cantik dengan baby facenya, wanita idaman dengan segala kelebihannya, saat dia bawel malah akan semakin imut. Jika dia cemberut gw sangat ingin mencubit pipinya karena gemas dan wanita itu adalah kamu nying-nying".
"Satu langkah lagi nying-nying! Satu langkah lagi, pandang mata aku dan terbanglah masuk ke dalam pelukanku sayang".
Seketika itu juga nying-nying meloncat ke dalam pelukan gw, memeluk gw begitu erat.
Gw balas pelukan dia dengan erat pula dan gw angkat tubuhnya dalam pelukan gw.
"Aku sayang sama kamu Abimana Pramono, aku suka sama kamu Bimo, aku cinta sama kamu nyong-nyong".
3 nama 3 ungkapan perasaan gw dibalas dengan sempurna oleh wanita yang saat ini berada erat di dalam pelukan gw.