
"Makasih Bim,kamu telah jagain adik saya hingga selamat sampai disini". Masih memeluk gw bang Jack berbicara.
"Biasa aja kok bang,kagak ada masalah apupun tadi". Gw bicara pelan karena risih dipeluk cowo kek gini,mana di liatin banyak pasang mata lagi.
Bang Jack melepaskan pelukannya dan memegang pundak gw dengan kedua tangannya.
"Kamu jangan merendah Bim,Anton sudah cerita semuanya sama saya dari awal hingga akhir".
Gw kagak bisa jawab apa-apa saat bang Jack udah tau semuanya dari bang Anton.
Bang jack berbalik badan melihat semua anak buahnya anggota geng Zeus dengan merangkul bahu gw.
Ini orang pasti mau pidato,dan bener saja tebakan gw.
"Kalian semua dengar!!" Bang Jack berkata dengan sangat berwibawa dan penuh kharisma.
Semua anak buah bang Jack tampak fokus termasuk bang Anton yang sekarang berdiri di samping sepupunya yaitu bang Bram.
"Ini adalah Bimo,walau dia bukan anggota kita.Tapi dia sudah bertaruh nyawa untuk lindungi adik kecil saya sekaligus nona kalian.
"Saya harap kalian bisa menghormati dan menjadikan dia panutan.Dan dia adalah orang yang telah mengalahkan salah satu petarung andalan Apollon yaitu si pedang kilat".
Semua anak buah bang Jack tampak terkejut kecuali bang Anton dan bang Bram.
Walau seperti itu mereka tidak ada yang berani bersuara sedikit pun.
Jadi orang yang gelut pakai pedang sama gw itu julukannya pedang kilat.Sialan keren banget itu julukan,rasanya pengen teriak gw sama orang-orang yang beri julukan gw belalang tempur,kagak ada keren-kerennya banget itu julukan.
"Apakah kalian mengerti dan paham dengan semua yang saya katakan!!" Bang Jack melanjutkan bicaranya.
"MENGERTIII..!!!!" Jawab mereka serempak.
Ancrit sampai kaget gw,tengah malam gini pada teriak-teriak kek anjing.
"Bagus sekarang kalian bubar dan rawat luka kalian dan untuk bonus karena kalian sudah berkerja keras untuk Zeus,nanti akan di kirim Bram ke rekening kalian masing-masing".
Anak-anak Zeus tampak tersenyum senang karena bakalan dapat bonus dan mereka langsung keluar, tapi ada sekitar 40 orang yang masih di disekitar rumah,yang langsung menyebar di berbagai sisi untuk mengamankan rumah bang Jack mungkin.
"Bim ayo kita masuk sebentar saya mau berbicara sama kamu".
"Iya bang" jawab gw singkat.
"Kakaaak!!!!".
Bang Jack dan gw yang akan berjalan masuk berhenti dan berbalik ke arah sumber suara.
Dan di depan kita ada Bianca yang sedang melihat kami dengan raut muka masam.
"Oh adik abang kok berdiri disitu,lagi ngapain? ayo sini".
"Masih ingat kalau aku adik kakak? bukanya adik kakak Bimo ya?" Bianca bicara sambil berjalan ke arah gw dan bang Jack.
"Bang Jack langsung memeluk Bianca dan tersenyum lembut". senyum dari seorang kakak yang sangat menyayangi adiknya.
"Lepas!!tadi aja kakak menghindar saat Bie mau peluk". Bianca berontak kecil di pelukan bang Jack.
"Oh adik kakak ngambek ya ternyata?" bang Jack membelai rambut adiknya.
"Bim kamu apain adik saya kok jadi ngambek gini?".
Ngajak bercanda ini orang, kagak tau udah udah tengah malam apa,mana gw udah ngantuk lagi.
"Saya gak apa-apain Bianca bang,tadi sebelum abang datang dia masih jinak kok sama saya". Jawab gw tanpa takut sedikitpun.
"Hahahahahaha",bang Jack langsung tertawa lebar mendengar jawaban gw. Udah gila ini orang adiknya gw katain jinak malah ngakak.
Bianca melepaskan pelukannya dari bang Jack dan beralih menatap gw.
"Emang aku Binatang? kamu bilang jinak Bim!".
"Bercanda Bie,mana mungkin kamu bisa jinak sama aku.Aku sadar aku siapa dan kamu siapa". acting melas gw keluar
Gw tersenyum lebar melihat wajah panik Bianca dan sialnya dia liat itu.
"Bimo kamu ngerjain aku ya?".
"Sorry Bie,ketularan kakak kamu aku".
"Bimoooooo!!!".
Dan sudah pasti lengan gw jadi sasaran empuk cubitan gemes dari Bianca.
"Udah-udah Bie,kasian itu Bimonya kamu cubitin terus" Bang Jack berbicara.
"Gak apa-apa bang,saya terima dengan senang hati cubitan-cubitan manja dari adik abang".
"Ihhhh Bimo,kamu ya" Bianca semakin gemes sama gw.
Dan gw liat 2 anak cebong melihat gw dengan tatapan iri.
"Udah Bie kita masuk,kakak mau bicara sama Bimo sebentar dan ini udah malam kamu tidur ya?".
Kita pun masuk kedalam bertiga,2 cebong nunggu gw diluar sama bang Anton dan bang Bram.
"Duduk Bim!" Bang jack mempersilahkan gw.
Gw pun duduk di sofa panjang dan diikuti Bianca yang duduk di sebelah gw.
"Bie kakak mau bicara berdua sama Bimo,kok malah kamu duduk disitu? masuk ke kamar udah hampir dini hari ini".
"Enggak Bie mau denger apa yang akan kakak bicarakan sama Bimo". Bianca bicara dengan semangat.
Bang Jack masih aja berdebat sama Bianca dan melarang adiknya dengar pembicaraan diantara kami.
Cobaan apa lagi ini,gw udah ngantuk banget malah disuruh dengar perdebatan di antara dua saudara.
Gw musti ambil tindakan ini,kalau kagak bakal bisa sampai subuh ini gw disini,padalal jadwal gw untuk besok kan padet banget.
Dari yang dipanggil rektor campus dan belum lagi kalau ketemu musuh disana dan malamnya kan gw ada janji nonton bareng Amora.
"Maaf bang bisa saya bicara sebentar?"
Perdebatan mereka berhenti dan bang Jack mengangguk pelan ke arah gw.
Gw geser duduk menghadap Bianca di samping gw.
"Bie ini udah malam,kamu naik ya.Kakak kamu mungkin cuma mau bahas masalah tadi sama aku." Gw bicara halus dan Bianca menatap gw sendu.
"Kamu nurut ya,nanti kapan-kapan aku ajak kamu ke taman hiburan dan belikan permen kapas dan tememin kamu naik biang lala".
Wajah dia memerah dengar gw ajak dia jalan.
"Kamu sogok aku hanya dengan itu Bim?"
Gw mengangguk pelan dengan senyum.
"Kalau kamu gak mau aku gak ma..
"Oya kak,ini udah malam aku masuk ke kamar dulu ya" gw belum selesai bicara udah dipotong sama Bianca.
Dia berdiri dan beranjak jalan. "Bim awas ya kalau kamu bohong" Bianca bicara dengan muka merah dan langsung berjalan cepat naik ke lantai dua.
Bang Jack geleng-geleng kepala liat kelakuan adiknya.
"Kelihatannya kamu benar-benar bisa jinakan adik saya Bim,dari kecil dia paling suka kalau diajak ke taman hiburan dan naik biang lala."
"Cuma kebetulan aja kok bang,saya juga suka pergi ke taman hiburan.
Dan bener gw suka pergi ke taman hiburan dulu sama basis gw 69, Biasanya sih ke Ancol gw sama anak-anak basis, kesana untuk malak anak-anak SMP dan SMA yang lagi berwisata.
"Oya bang Jack mau bicara apa sama saya?".