
Akhirnya setelah mengantar Reza dan Udin ke kost masing-masing, taksi yang gw naiki menuju pemberhentian terakhir yaitu kost gw.
Pukul 01.10 dini hari gw turun dari taksi dan berdiri di depan gerbang kost yang masih sama saat terakhir gw liat.
Gw langsung di sambut dengan suata jangkrik yang saling bernyanyi bersaut-sautan seakan mereka bahagia melihat gw lagi.
"Gw juga rindu sama kalian sahabat". Gw berguman pelan menjawab suara nyanyian jangkrik.
Gw rentangkan tangan dan menghirup udara dalam-dalam, bau sampah dari got inilah yang gw rindukan.
Kalau ada orang yang liat pasti gw disangka penganut ajaran sesat karena dini hari seperti ini tersenyum dan merentangkan tangan.
Pelan gw melangkah dan pelan juga gw buka gerbang kost agar tidak membangunkan seseorang wanita bernama Amora.
Jujur belum siap gw hadapi itu cewe dan bicara berdua, setelah insiden panas abis menyantap sate kuda.
Gw melangkah masuk dan melihat bale-bale yang biasa gw gunakan untuk rebahan dan mencari inspirasi.
Gw kembali berjalan beberapa langkah dan sudah berdiri di depan kamar kost, memasukan kunci ke lobangnya dan segera melangkah masuk ke dalam kamar.
Lampu gw nyalalakan dan tujun pertama gw adalah melangkah ke benda favorit di kamar ini yaitu kulkas.
"Halo adik-adik pasti kalian kedinginan ya kakak tinggil 1 minggu". Gw bicara sendiri setelah membuka kulkas dan melihat air setan dalam kaleng dan botol yang berjejer rapi disana.
Gw ambil sebotol vodka, buka dan langsung meminumnya. Memejamkan mata sambil menikmati air setan masuk ke dalam lambung.
Memegang botol gw berjalan ke satu-satunya lemari di kamar yang temboknya udah pada retak ini.
Gw tersenyum saat melihat pakaian gw sudah mengantung rapi, gw ingat saat suruh Udin kesini untuk bawa semua pakaian kotor ke loundry. Emang sangat berbakat itu anak jadi babu dan jongos.
Gw beralih ke bagian bawah mengambil benda di dalam plastik, benda yang bisa menyebabkan gangguan kehamilan dan janin. Apa lagi kalau bukan rokok.
Duduk di lesehan di kasur bersender di tembok, tangan kiri memengang botol vodka dan tangan kangan sebatang rokok yang terus gw isep.
Inilah suasana damai yang gw rindukan itu, seorang diri tanpa ada yang mengganggu di temani 2 soib gw miras dan rokok tentunya.
1 botol vodka telah habis gw tenggak dan seketika itu badan gw terasa hangat, mata juga sudah semakin berat dan selanjutnya adalah otw ke alam mimpi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kicau burung masuk ke dalam indra pendengaran, suara kang sayur juga gw dengar samar-samar terdengar lewat di depan kost, Pertanda pagi hari sudah datang.
Gw sudah sadar tapi kedua mata masih kagak mau kebuka, kedua tangan yang mencoba bergerak malah menemukan dan memegang guling. Gw auto miring dan memeluk guling erat, mencari kehangatan darinya. Dan di pagi ini gw pun terlelap kembali mengarungi alam mimpi untuk kedua kalinya.
"Tok-tok-tok! Bimo apa kamu sudah pulang?".
Samar-samar terdengar suara ketukan pintu dan suara wanita yang familiar memanggil nama gw.
Gw meregangkan badan di atas kasur sambil menguap lebar, sungguh tidur yang sangat nyenyak sekali.
Melihat ke bawah bawah disana ada batang yang berdiri tegak, gw tersenyum melihatnya karena masih sehat dan kokoh dia.
Setiap cowo jika dia normal dan sehat jika bangun tidur harusnya batangnya juga ikut bangun, itu adalah hal yang normal. Jika kagak bangun itu yang jadi masalah.
Gw liat jam tangan dan sekarang sudah pukul 10 pagi, gw duduk dan langsung memijit otot-otot di kedua lengan dan kaki. Inilah kegiatan pertama kali saat gw bangun tidur, agar aliran darah ditubuh lancar dan otot tidak tegang.
"Kriuuuk!!". Tiba-tiba perut gw bersuara pertanda cacing peliharaan pada minta jatah makanan.
"Tok-tok-tok! Bimo Kamu di dalam kan? cepat bangun". Suara itu muncul lagi dan membuat gw tegang seketika karena itu adalah suara Amora, wanita yang hampir saja bercocok tanam sama gw.
"Bimo enggak ada!". Saking paniknya gw jawab itu panggilan dan langsung mengumpat dalam hati sampil pukul pelan bibir.
"Bimo! cepat buka pintunya, aku tau kamu di dalam. Lampu kamar kamu aja nyala gitu".
"Bimo jangan bercanda deh, kami fikir aku sales panci apa? cepat buka pintunya kita perlu bicara".
"Tolong jangan gegabah nona, sebutkan dulu identitas anda yang sebenarnya".
"Aku rubah ekor sembilan yang akan nenerkam kamu jika tidak cepat memuka pintu". Suara Amora terdengar menakutkan.
Gw tersenyum mendengarnya. "Kenapa kamu disini? harusnya kan ada di tubuh Naruto. Salah tempat dirimu, ini bukan Konoha".
"Bimooo!!". Amora Sedikit berteriak.
Kelihatannya gw kagak bisa acting dan mengulur waktu lagi ini, dari suaranya terlihat begitu rindu ini betina sama gw.
"Iya Amora, Bimo disini". Jawab gw pelan
"Buka pintunya cepet".
"Aku baru bangun ini Amora dan masih kucel plus cuma memakai boxer doang, serius kamu mau masuk?".
Amora terdiam untuk sesaat. "Ya udah cepat pakai baju dulu aku tunggu disini".
"Menunggu itu membosankan Amora, gimana kalau kamu nunggu sambil buatin aku sarapan?".
"Kamu itu ya Bim, paling bisa kalau buat aku geleng-geleng kepala".
"Geleng-geleng kenapa? kamu kagum ya?".
"Iya saking kagumnya aku pengin cubitin kulit kamu".
"Itu namanya gemes Amora dan kalau mau cubit, cubit saja. Aku ma pasrah saja jika kamu cubit dengan bibir". Gw tersenyum, kalau tidak terhalang pintu pasti gw sudah lihat muka Amora yang tersipu.
"Itu sih maunya kamu Bimo".
"Maunya kamu juga kan Amora?".
"Kamu mau sarapan apa cepet bilang biar aku buatin". Malu mungkin ini betina terdengar dia yang mengalihkan pembicaraan.
"Tolong buatin mie goreng instan aja sama telur di dapur kost, setelah mandi dan ganti baju nanti aku kesitu".
"Masak kamu sarapan cuma mie saja? aku pesenin go food aja gimana?".
"Enggak apa-apa kok, udah lama aku enggak makan mie instan. Mie Sedap goreng ya Amora, aku enggak suka Indomie soalnya bumbunya kurang nendang".
"Cuma itu saja? gak mau makanan pendamping lagi kamu".
"Gak usah cukup ada kamu di depan aku saat makan sudah cukup jadi pendamping kok".
"Bibir kamu emang berbisa Bim". Amora berucap di iringi dengan tawa kecil.
"Enggak lah kalau berbisa kamu pasti saat ini ada dirumah sakit, karena..
"Bimo cukup cepet mandi dan keluar, aku masakin kamu dulu". Suara langkah kaki Amora langsung terdengar menjauh dari depan pintu gw.
Gw kagak bisa nahan ketawa, mungkin Amora sudah menebak kata apa yang akan gw ucapkan, hingga dia malu dan ngibrit gitu aja.
Gw langsung berjalan dan menata tempat tidur yang berantakan, botol vodka yang kosong karena gw tenggak semalam juga gw ambil dan taruh di pojokan dekat lemari.
Mau kagak mau dan siap kagak siap, hari ini bakalan gw awali dengan berbincang dengan Amora membahas cumbuan panas kita sehabis teler mabok sate kuda.
"Ok Bimo semangat lu pasti bisa!!". Gw bicara menyemangati diri sendiri dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi tapi langsung keluar lagi karena lupa bawa bekal untuk mandi, yaitu sekaleng bir dingin.