
Gua, Jono dan Suci masuk ke dalam mobil dengan menggunakan formasi yang sama seperti saat kita berangkat tadi yaitu 1-2, Jono di depan dan Suci sama gua di belakang.
Jono segera menyalakan mesin, gas pun di injak dan mobil segera melalu meninggalkan kota Blora.
"Bim jadi ini kita mampir ke tempat pamannya Suci?". Sambil mengemudi Jono bertanya dari depan.
"Jadi dong nanti kalian aja yang turun dan nego, sementara gua tunggu di mobil aja".
"Kamu gak ikut Bimo?". Suci saat ini yang bersuara di sebelah gua.
"Jika aku ikut malah terlalu banyak basa-basi dan bercanda entar, pasti aku juga akan dapat perhatian sama paman kamu dan belum lagi jika sepupu cewe kamu liat aku pasti bakalan lebih lama.. lagian aku juga capek abis gelut tadi mau mager aja".
"Tumben loe normal Bim, ada angin apa ini?". Jono menyindir dari depan.
"Iya Bimo darimana coba kamu tau aku punya sepupu cewe? apa hubungannya dengan kamu yang ikut?".
"Udah gak usah banyak tanya kalian berdua, males jelasinnya gua, yang penting di dalam nego entar harus menggunakan bahan terbaik untuk renovasi rumah loe Jon, dari lantai tembok dan genting.. Tanya semua biaya dari bahan dan pekerja setelah itu loe langsung kasih aja itu duit langsung".
"Langsung full Bim?".Jono sedikit terkejut
"Iya gak apa Jon, paman kamu bisa di percaya kan sayang?". Gua beralih ke Suci
Suci malah tampak melamun dan tidak menanggapi pertanyaan gua.
"Sayang?!". Gua towel lengan Suci pelan.
"Oh iya kenapa?". Suci langsung tersadar dari lamunannya.
"Malah tanya kenapa kamu? Dengar gak aku tanya tadi?".
"Maaf aku masih kepikiran ucapan kamu di awal tadi Bim, kenapa kamu bisa tau aku punya sepupu cewe? Apa kamu udah kenal sama dia?".
"Hehehe, kamu cemburu Ci?". Jono berspekulasi di depan.
'Enggaklah, aku cuma bingung aja". Suci langsung menyangkal.
"Iya lho Bemo, gua juga bingung tau darimana loe paman Suci punya anak perawan?". Jono ikut bertanya.
"Gua ceritain juga pasti kalian kagak percaya". Jawab gua misterius
"Aku percaya Bimo, cepat kamu cerita". Suci langsung menjawab.
"Gua juga akan selalu percaya Bim sama omongan loe, jadi cerita aja dari pada Suci mikir yang aneh-aneh".
"Aku enggak mikir aneh-aneh Jono!". Suci langsung cemberut menatap Jono di depan.
Jono langsung terkekeh dan tertawa kecil menanggapi sangkalan Suci.
'Soal sepupu kamu itu aku cuma menebak doang sayang, karena alur di hidup aku ini seperti sudah ada yang ngatur.. Aku merasa diciptakan hanya untuk dua hal saja".
"2 hal apa kok aku semakin gak ngerti?". Suci menatap gua bingung
"Iya Bim, jangan berbelit-belit deh nanti penonton dan pembaca rusuh!".
"Pembaca dengkul mu itu! Emang kisah gua cerita yang bisa dibaca sembarang orang? 2 hal yang gua maksud itu adalah, gelut dan memikat".
"Gua merasa diciptakan hanya untuk selalu gelut dan memikat wanita dengan pesona gua yang tidak bisa terelakkan ini". Akhirnya gua bicara jujur.
Suasana di dalam mobil langsung berubah hening dan hanya deru suara mesin mobil saja yang terdengar.
"Ci paman kamu bisa dipercaya kan jika nanti langsung kita bayar full sebelum kerja?"
"Kamu juga kan sudah kenal Jon sama dia dan tenang saja, paman aku profesional kok".
"Ok sip nanti kita tinggal nego saja kalau begitu, gua mau fokus nyetir dan kamu tiduran saja dan jangan percaya sama suara aneh yang kamu dengar".
"Iya Jon, buang-buang waktu aja".
"Amin". Jono dari depan berucap pelan.
"Jono!". Suara Suci langsung meninggi. "Bimo ngomong apa kamu barusan coba ulangi lagi?". Suci menatap tajam gua
"Ya kalian gitu, bertanya dan gua jawab tapi langsung anggap gua angin lalu"
"Itu karena omongan loe kagak masuk akal Bemo! benar kan Ci?".
"Iya terlalu percaya diri menjurus ke narsis dia.. Bim apa kamu pikir dunia ini hanya berputar di sekeliling kamu saja ya?".
"Kok kamu tau sayang? Kamu udah mengerti aku ya ternyata". Gua tersenyum lebar
"Jono aku mau tidur nanti kalau mau sampai bangunin aku ya". Suci langsung senderan dan memejamkan mata tanpa melirik gua dan untuk kedua kalinya gua diabaikan setelah berbicara.
"Sip!" jawab si kampret singkat dengan di akhiri tawa, tawa ngeledek gua keknya itu.
"Loe kalau mau ikut tidur, tidur aja Bim..jika loe diam itu lebih baik untuk kepentingan bersama, bicara buat orang kesel terus".
Apa coba yang salah dari omongan gua? padahal kan gua bicara dengan fakta tapi ya bodo amatlah, emang tidak ada yang bisa mengerti gua selain gua sendiri, Gua bicara dalam hati tanpa membalas perkataan si kampret.
Gua membuka jendela samping untuk rileks sejenak menikmati angin yang masuk menerpa wajah.
Dari kejauhan di depan, gua melihat banyak lapak yang berjejer rapi di pinggir jalan dan dibawah pohon, setau gua saat berangkat tadi kagak ada.. Auto gua penasaran.
"Jon depan itu apaan? Rame bener". Gua bertanya ke Jono.
"Oh iya gua lupa bilang ya Bim sama loe".
"Bilang apa?".
"Tempat di depan itu bernama pos Ngancar, tempat lokalisasi ilegal di sini.. gimana mampir dulu kita ini?".
"Jono! kamu jangan ajari Bimo yang tidak-tidak ya!". Suci langsung duduk tegak.
"Lho! aku kira kamu tidur Ci? Masih dengar aja".
"Dengar lah walau mata aku terpejam tapi kuping aku kan masih normal, Bimo kamu jangan aneh-aneh ya?". Suci memberi peringatan.
"Aneh-aneh apa sih sayang, aku kan cuma tanya.. Itu kok banyak lapak di depan, Jontor itu yang jawabannya aneh".
"Itu lapak penjual oleh-oleh Bim, selain tempat lokalisasi di sana kalau siang juga banyak penjual karena tempatnya strategis dan adem".
"Iya adem tapi banyak dosa yang berkeliaran di sana". Suci menjawab cepat.
"Oleh-oleh apa Jon?".
"Bimo kamu enggak akan minta berhenti kan?".
"Mbak Suciku yang manis, apa sih yang kamu takutkan? enggak mungkin juga aku berpaling dari kamu.. kan aku cuma tanya oleh-oleh. Udah ya jangan berfikir yang macam-macam". Gua bicara dan memegang tangan Suci.
"Baru tau aku Ci kamu posesif banget".
Jono meledek dan Suci tampak Cuek saja, udah terlanjur sayang keknya ini janda sama gua.
"Oleh-oleh khas Blora emang apa sayang?". Gua bertanya halus ke Suci agar dia kagak cemberut terus.
"Macam-macam tapi kebanyakan sih makanan dan buah, kue Sampai makanan extreme juga ada". Suci menjawab tanpa rasa kwartir lagi.
"Makanan extreme apa?".
"Kamu tau belut kan? ada juga ulat jati yang bernama ungker dan belalang yang di goreng juga ada".
"Ungker? Belalang?". Gua berucap pelan dan langsung teringat pesanan Bianca.