Preman Campus

Preman Campus
KELEBIHAN


"Ha-ha-ha-ha..! bagus-bagus tali persaudaraan sesama sampah memang begitu erat! Sampai ingin muntah saya mendengarnya!".


"Bukannya anda orang berpendidikan dan berasal dari golongan kelas atas, kenapa sikap anda tidak mencerminkan itu semua? Saya jadi bingung sebenarnya yang sampah di sini itu siapa?!". Gw udah mulai panas dan bicara sedikit menyindir.


"Buat apa saya sopan dan baik kepada orang-orang kasta rendah seperti kalian ha! yang pasti kamu telah menguna-guna Putri semata wayang saya!".


"Bagi orang tua saya juga anak semata wayang mereka, apa anda mau putri anda diperlakukan sama seperti yang anda lakukan terhadap saya? Tolong jangan menuduh kalau tidak ada bukti, ini namanya anda memfitnah".


"Dan perkataan yang anda ucapkan bisa terjerat pasal di negara ini, saya bisa laporkan anda balik atas kasus pencemaran nama baik!".


"Kalau anda tidak mengerti hukum tanya saja dengan 2 polisi diselah anda itu, setidaknya anda harus memberikan bukti yang relevan dan bisa diterima dengan akal sehat manusia. Anda kan dokter kenapa percaya hal mistis seperti itu? apa anda pernah menagani pasien yang perutnya penuh paku, atau mungkin mengoperasi perut orang yang perutnya dimasuki radio karena guna-guna?"


"Bukti kamu bilang?! bukannya sudah terlihat buktinya? Putri saya yang begitu cantik dan anggun dan dari keluarga terpandang bisa memohon-mohon tanpa malu untuk menyelamatkan manusia rendahan macam kamu ini, itu sudah bisa dijadikan bukti! Apa menurut logika manusia itu wajar ha!". Dia berbicara dengan sangat menggebu-gebu.


"Anda melupakan satu alibi dan bukti yang dimiliki putri anda yang bisa mematahkan semua argumen tidak masuk akal anda itu".


"Apa anda tidak berfikir kenapa dia sangat ingin menolong saya dengan cara apapun yang bisa dia lakukan, yang saya tau adalah itu karena Cinta!".


"Uhuk-uhuk!" Udin terbatuk saat dengar gw ngomong cinta.


Reza pun terkejut dan melihat gw aneh. Karena memang baru kali mereka dengar gw bicara kata cinta.


"Apa kamu bilang? Cinta..?! apa Putri saya sudah tidak waras bisa jatuh cinta dengan anak muda tidak bermoral seperti kamu!".


"Sangat tidak masuk akal, dari sekian banyak pemuda tampan dan kaya mendekati putri saya. Dia bisa suka dengan orang tanpa masa depan seperti kamu ini!".


"Saya memang tidak punya masa depan tuan, kalau boleh tau masa depan itu apa? tidak ada yang tau tentang masa depan kita bukan? mungkin sekarang ini anda begitu tampak berkuasa di depan saya, tapi siapa tau beberapa menit lagi anda akan sujud di kaki saya".


Mata bokap Putri semakin memerah mendengar perkataan gw yang meremehkan.


"Itulah masa depan tuan yang terhormat, tidak ada yang tau rahasia ataupun cara untuk mengetahuinya".


"Kamuuu!!". Dia bicara dan menunjuk gw yang masih senderan santai dengan tangan kiri yang masih di borgol.


"Dan saat saya bilang putri anda mencintai saya itu cuma bukti yang ingin saya tunjukan kepada anda".


"Anda tau apa itu cinta bukan? walau disekolah tidak ada mata pelajaran tentang itu, tapi saya nyakin anda tau. Jika seseorang sudah merasakan rasa cinta halangan apapun akan dia terjang untuk meraihnya".


"Termasuk Putri anda, walaupun anda menentang dan walaupun ada banyak pemuda tampan dan kaya mendekati tapi jika putri anda melabuhkan dan menyandarkan hatinya di pelabuhan saya, anda bisa apa?". Gw bicara tanpa henti mumpung otak gw lagi encer.


"Plok-plok-plok!!". Udin dan Reza sontak langsung bertepuk tangan bersamaan saat gw berhenti bicara.


"Diaaamm!!". Bokap Putri langsung membetak 2 cebong bersaudara yang membuat keduanya langsung diam seribu bahasa.


"Semua yang kamu katakan itu hanya omong kosong belaka, kamu manusia hina dan rendahan mana mungkin putri saya bisa jatuh cinta dengan kamu!".


"Apa kamu bilang? kelebihan? jangan buat saya tertawa anak muda! kelebihan apa yang dimiliki pemulung seperti kamu ha?! kelebihan hutang?! apa kelebihan beban hidup?!".


Sialan ini orang, pedes amat yak omongan ini tua bangka, ngehina gw banget dia. Apa ini orang kagak nyesal saat tau identisat gw nanti.


Berhubung ada kemungkinan gw untuk jadi mantu dia di masa depan, sabar adalah jalan yang gw pilih saat ini.


"Kenapa kamu diam ha! kelebihan apa yang kamu punyai itu? cepat katakan biar saya dengar dan mencaci maki kelebihan murahan kamu itu". Dia kembali bicara seperti sudah berada di atas angin.


Gw juga bertanya dengan diri gw sendiri saat ini, kelebihan apa yang gw miliki.


Dancok! jadi bingung sendiri ini otak, apa gw bilang kelebihan harta saja ya? tapi mana mungkin ini orang percaya lagian kan yang kaya bokap sama nyokap bukan gw.


Gw masih mencari kelebihan apa yang ada di dalam diri gw ini. Gw segera singkirkan fikiran saat mau bilang kelebihan berat badan karena bobot gw cuma 65 kg.


Apa gw bilang kelebihan nafsu minum miras saja ya atau kelebihan nyali? tapi apa benar itu suatu kelebihan bukannya itu penyakit ya, sialan ternyata setelah gw berfikir kagak ada satupun kelebihan di diri gw ini.


"Kenapa diam! kalau kamu bingung suruh 2 teman sampah kamu itu untuk berfikir mencari kelebihan rendahan kalian, mungkin mereka akan bilang hanya keahlian mulung sampah yang ada di diri kamu itu".


Gw liat Udin dan Reza tampak marah saat dihina seperti itu, tapi mereka hanya diam dan melihat gw tajam.


Sialan kenapa ini anak cebong pada liat gw kek gitu? apa mereka suruh gw untuk bicara dan mematahkan argumen bokap Putri ini.


"Saya punya 1 kelebihan yang tidak dimiliki para pria pada umumnya dan ini adalah hal yang sangat disukai Putri anda!".


Jawab gw lantang penuh percaya diri dengan senyum tipis yang menghiasi bibir gw,karena di otak tiba-tiba terbesit sebuah ide konyol.


"Kamu jangan sombong anak muda! memang apa yang di miliki pemuda miskin seperti kamu hingga para pemuda tampan dan kaya tidak memilikinya?". Dia menatap gw meminta jawaban.


Reza dan Udin pun tampak melihat gw dengan tegang dan tanpa berkedip menanti kata apa yang bakal keluar dari mulut gw.


2 polisi yang dari tadi diem saja kek patung pancoran pun sekarang melihat gw dengan raut wajah penasaran, menanti gw berbicara.


Suasana menjadi hening, di luar ruangan pun yang tadinya ramai orang saling berbisik sekarang sunyi senyap.


Gw merasa saat ini ada begitu banyak telinga yang menanti dan ingin mendengar gw berbicara.


"Maaf jika saya tidak sopan, kelebihan saya adalah stamina kuda yang saya mikiki yang sangat perkasa dan tahan lama dan putri anda sangat menyukai itu".


"Perkasa! stamina kuat?!". Buat apa putri saya menyukai hal remeh seperti itu dari kamu ha! wajar kalau manusia seperti kamu berstamina mungkin kerja di proyek bangunan adalah pekerjaan kamu!".


"Maaf saya belum selesai bicara, saya punya stamina kuda sekaligus punya batang yang kokoh panjang dan besar pula".


"Dan putri anda sangat mengilai benda mengantung di celana saya itu!".