
"Itu juga yang saya mau bicarakan sama kamu Bim". Bang Jack menjawab dengan raut wajah serius
"Kami mengikuti saran dari kamu untuk menyerang Apollon 3 hari setelah peperangan di Rumah Judi".
Gw jadi tegang melihat ekpresi bang Jack yang tampak sangat serius itu dan benar bahwa gw yang sarain Zeus untuk serang Apollon sesaat setelah fight di rumah Judi.
"Gimana hasilnya bang? Apa salah prediksi saya soal Apollon yang melemah dan rentan setelah kekalahan Rumah Judi kemarin itu?".
"Bukan Bim, semua ucapan kamu semuanya tepat. Kami secara frontal menyerang mereka dan berhasil, tapi ada satu masalah".
"Apa banyak anggota Zeus yang terluka bang masalahnya?". Gw menerka-nerka masalah yang ingin di katakan bang Jack
"Bukan Bim bukan itu, ini tentang pemimpin Apollon David. Di melarikan diri sesaat sebelum kami menyerang markas utama mereka".
"Saya sudah menduga bang ini tidak akan mudah dan gampang". Gw berkata pelan karena, kejadian seperti ini dulu sering gw alami saat menyerang basis lawan.
"Maksud kamu apa Bim?".
"Perginya David itu sebelum Zeus menyerang memiliki 2 kemungkinan bang". Jawab gw serius
"Kemungkinan apa?". Bang jack menatap gw begitu juga bang Anton dan bang Bram yang berdiri di belakangnya.
"Yang pertama David itu cerdas dan sudah memperkirakan Zeuz akan menyerang setelah kekalahan di Rumah Judi, jadi dia segera melarikan diri".
"Saya kenal dia Bim, David itu hanya bajingan yang hanya bertidak gegabah. Nafsu dia lebih besar daripada akal sehat yang dia miliki, dan saya rasa kemungkinan pertama itu tidak benar".
Gw cukup mengangguk saja, karena bang Jack yang lebih mengenal musuhnya daripada gw.
"Bagaimana dengan kemungkinan yang kedua Bim?".
"Maaf bang sebelumnya, yang kedua ini adalah yang terburuk dan bisa memiliki efek domina".
Wajah 3 orang di depan gw ini tampak tegang, aslinya juga tegang banget gw ini ditatap begitu serius sama mereka.
"Coba kaku katakan Bim, saya akan mendengarkan. Saya percaya diri bisa mengatasinya".
"Jika saya boleh tau berapa orang Anggota Zeus sekarang ini bang?".
"Anggota kita ada 9000 ribu orang Bim dan itu tersebar di berbagai milayah di Jogjakarta ini, kami memiliki 9 markas dan Rumah saya ini adalah markas utama Zeus".
"Apa dari 9000 ribu orang itu bang Jack dapat mempercayai mereka semua?".
Bang Jack tampak terkejut, Dia melihat bang Bram. "Apa kemungkinan kedua itu ada anggota Zeus yang membocorkan rencana penyerang kita Bim?".
"Iya bang itu adalah kemungkinan kedua yang ingin saya katakan, mungkin dari 9000 ribu orang itu ada mata-mata dari Apollon".
"Brakkkkk!!". Bang Jack langsung mengebrak meja. Wajahnya berubah merah karena marah.
Gw terkejut dan ingin lompat karena suara itu, ngagetin aja ini orang pakai gebrak meja segala.
Ngomong-ngomong ini kan gw tamu yak, kenapa kagak ada yang kasih gw minum. Udah lengket banget ini tenggorakan gw bicara mulu dari tadi. Gw mengeluh dalam diam.
"Sebenarnya Bram sudah memikirkan tentang itu Bim dan memberi tau saya, tapi saya belum nyakin 100 persen. Dan saat kamu juga bilang seperti itu juga, sekarang saya percaya". Bang Jack bicara dengan tangan Mengepal.
Bang Bram mengangguk melihat gw dengan serius pula, cuma bang Anton yang tampak biasa saja, karena ini bukan ranah dia. Bang Anton itu petarung bukan pemikir jadi wajar jika dia santai saja.
"Jika mata-mata itu membocorkan semuanya masalah ini saya nyakin akan bertambah besar bang".
"David itu pasti akan menghimpun kekuatan lagi yang lebih besar untuk balas dendam, dan mungkin juga saya juga terlibat".
"Kamu kan tidak ikut menyerang Bim? Bagaimana bisa terlibat?".
"Kan saya sudah bilang bang, kemungkinan kedua ini akan memiliki efek domino. Jika benar ada mata-mata di Zeuz pasti dia juga mengatakan tentang saya, karena bang Jack pernah bilang ke semuanya bahwa saya orang yang berjasa untuk kemenangan Zeus di pertempuran rumah judi".
" Walau David bodoh dan tidak percaya tapi kemungkinan Anak Buah dia yang pernah bertarung dengan saya akan menyakinkannya".
"Saya percaya kemungkina kedua itu adalah yang paling masuk akal Bim, maaf jika membuat kamu terlibat lebih jauh dalam masalah ini".
"Bang Jack tidak perlu minta maaf, cukup fokus mengatasi masalah di dalam tubuh Zeus saja. Saya nyakin masih bisa mengatasi semua masalah yang akan datang, dan saya akan menyambutnya dengan tangan terbuka". Gw percaya diri menjawab dan tersenyum kecil.
"Kamu memang pria sejati yang tidak kenal takut Bim, apalagi semua dukungan yang ada di belakang kami itu. Jika semuanya kamu gunakan pasti Indonesia akan gempar".
"Saya tidak suka menarik perhatian bang, sebisa mungkin saya akan menyelesaikan masalah saya sendiri".
"Sungguh anak muda yang langka kamu ini". Bang Jack bicara dan memuji gw.
"Tapi maaf bang Jack? saya boleh minta sesuatu tidak?". gw bertanya ragu-ragu karena merasa tidak enak.
"Iya Bim, silahkan jangan ragu untuk bicara. Sebisa mungkin akan saya kasih permintaan kamu, apapun itu karena kamu sudah sangat berjasa".
Gw benggaruk kepala belakang yang kagak gatal. "Jika boleh saya minta minum bang, haus sekali dari kost datang kemari belum minum". Gw bicara malu-malu
Bang Jack langsung bengong, begitu juga dengan bang Anton dan bang Bram. Mungkin mereka mengira gw akan meminta sesuatu yang sulit untuk dikabulkan.
"Maaf Bim, saya lupa menawari kamu minum". Bang Jack minta maaf dan tersenyum canggung.
"Bram! Anton! Kalian dari tadi kok diam saja tidak ambilkan Bimo minum, malah jadi wayang dibelakang saya kalian berdua. Memang saya dalang apa!".
Gw tersenyum melihat bang Jack yang berasalan dan memarahi 2 sepupu itu, kan dia tuan rumahnya. Harusnya kan dia juga yang nawari gw minum.
Bang Anton dan Bang Jack hanya diam dengan senyum yang di paksakan saat ini.
Memang ya pemimpin dimana-mana itu sama, akan menyalahkan anak buahnya lebih dulu untuk kesalahan yang dia buat.
"Maaf ya Bim, memang mereka berdua ini suka pelupa orangnya". Bang jack bicara dan berbalik menatap gw.
"Gak kok bang, santai saja Bang Anton sama bang Bram keren kok orangnya". Gw memuji
Bang Anton langsung memberi jempol ke gw di belakang bang Jack dan diikuti bang Anton memberi 2 jempol malah.
"Kamu mau minum apa Bim? Biasa kan yang agak pahit dan seger?".
"Iya bang itu juga boleh, maaf kalau merepotkan".
"Santai aja Bim, saya juga salah kok. Bram cepat ambil Whiskey the Dalmore 62 yang selama ini saya simpan biar bisa bersulang dengan Bimo".
"Baik bang!". Bang Anton menjawab dan langsung berjalan keluar.
"Uhuk-uhuk! Gw langsung terbatuk karena terkejut mendengar nama minuman itu.
"Bang Jack punya Dalmore 62?".
"Kamu tau Bim The Dalmore Bim?".
"Ya tau lah bang, itu kan cuma ada 12 botol didunia dan harga 300 juta lebih per botolnya". Gw berkata dengan antusias karena minuman itu diproduksi tahun 2012 dan sekarang sudah kagak ada, gw tau karena hobi minum dan sering mencari minuman unik di internet kalau gabut.
"Memang tepat apa yang kamu katakan Bim". Bang Jack tersenyum lebar.
"Saya jadi enggak enak bang minum itu". Gw mencoba menolak tapi dalam hati berharap
"Santai saja Bim, kamu sudah sangat berjasa untuk geng saya. Cuma minuman ini, mari kita nikmati bersaman".
"Kalau gitu, saya tidak akan sungkan bang". Gw sangat bersemangat sekali saat ini.
Apalagi saat bang Bram masuk membawa nampan dan diatasnya ada minuman itu dan 2 gelas kristal yang ada es batu bulat di dalamnya. Gw langsung tegang tapi mata penuh bintang melihatnya.
"Rezeki nomplok di siang hari!". Gw berteriak di dalam hati.