Preman Campus

Preman Campus
ALAT BENGKEL VS ALAT DAPUR


"Sayang hati-hati". Dari cendela mobil Bianca berbicara.


"Apa loe balik! mau nanggis dan mau aduin kita ke emak loe!". Mohawk biru mencibir melihat gw berjalan ke arah mereka dan berhenti berdiri dengan jarak 7 meter di antara kami.


Di dalam hati emosi gw sudah meledak karena mereka ngehina nyokap. Dalam hati juga gw bicara kagak akan ampuni mereka walaupun 2 pemuda itu masih terlihat muda sekalipun.


"Umur lu berapa sih tong! Keknya kagak ada yang lu berdua takuti di dunia ini?". Gw bertanya memastikan.


"Yang pasti kita lebih muda dan lebih bugar dari loe!". Mohawk merah menjawab dengan senyum meremehkannya.


"Mending loe bawa sini itu cewe loe dan biarkan kita pakai sebentar nanti gw kasih loe rokok sebatang gimana?". Mohawk biru bicara dengan santainya dan sumbu emosi gw sudah mulai terbakar.


Gw Abimana Pramono jika kagak patahin salah satu tulang kalian berdua, gw bakalan lari keliling alun-alun Jogja dengan telanjang. Gw bicara dalam diam dan bersumpah.


"Lu berdua bermulut gede kek gitu berarti sering gelut dong ya?". Mata gw sudah berubah tajam dan mengamati 2 pemuda di depan.


"Hahaha, berantem adalah kegiatan sehari-hari kami asal kamu tau, cowo ngondek kayak loe mana ngerti".


"Kenapa emangnya nantangin kita loe ha!". Mereka berdua begantian bicara.


"Oh gitu berarti kalian sering dong ya adu nyawa, ok deh sini gw mau tes nyali lu segede bacot lu apa kagak!". gw melambaikan tangan tanda suruh mereka untuk maju.


Mereka berdua terdiam dan menatap gw tajam.


"Hahahaha, nantangin kita dia bro. Dia kira kita takut apa". Mohawk biru berbicara.


"Berani loe sama kita! Cukup gw aja sudah bisa habisin loe!". Rambut mohawk merah berucap dengan percaya diri.


"Lu berdua budeg ya! apa perlu gw bicara pakai toa masjid agar kalian berdua dengar!"


" Udah lah Kagak usah banyak bacot! Kalau berani sini maju satu-satu atau berdua kagak apa-apa, jangan bilang cuma bacot lu berdua yang gede?". Gw mulai memprovokasi mereka berdua.


"Bangsat! gw beri pelajaran loe anjing!". Mohawk merah langsung maju dengan gagah dan sangat percaya diri.


Dengan wajah geramnya dia menarik tangan kanannya ke belakang dan serangan pertama langsung dia lancarkan.


Bogem mentah dia meluncur mengarah ke wajah gw.


"Tangan lu cepetan kaki gw tong!". Gw mencibir.


"Bugggkk!". Sebelum pukulan dia mendarat tendangan lurus gw lancarkan tepat ke perutnya.


"Engggk!". Suara yang dia keluarkan dan mundur 3 langkah ke belakang sambil memegangi perutnya.


"Kagak ngape-ngape kan lu tong?! Sakit ya?". Gw tersenyum melihat bocah bau kencur itu meringis.


"Ayo tong maju lagi, masak jagoan sekali tendang udah keok lu! Kagak malu itu sama rambut lu yang berdiri tegak kek lagi nantang langit!".


"Mampus loe Bangsat!". Di dengan cepat maju lagi setelah gw provokasi.


"Wusssss!". Suara angin yang di ciptakan dari kaki dia yang berayun dari samping.


Sekarang si mohawk merah serang gw dengan terdangan yang mengarah ke perut samping kanan gw.


"Uwiii! lu mau tendang gw tong! Ok".


Gw yang berdiri tegak dengan santai maju ke depan satu langkah dengan sengaja agar lebih dekat dengan dia, rencana sudah tersusun rapi di otak gw jadi kagak gentar sama sekali.


"Bugggkk!". Dia tersenyum saat tendangan dia mengenai tepat di perut samping gw.


"Hahaha, gimana rasanya anjing!".


"Nape lu ketawa tong? Rasanya biasa aja tu!". Gw bertanya di saat kaki dia masih nempel di perut samping gw dan gw apit dengan tangan kanan dengan erat.


Senyum di wajahnya hilang, tubuhnya goyah karena berdiri dengan satu kaki.


"Lepas anjing!". Dia berontak dan mencoba menarik kakinya.


"Ok gw lepas!".


"Aaaaaa! Bruukkk!". Dia jatuh dengan kaki yang satu masih gw pegang.


"Mau apa loe anjing!". Dia teriak dan panik melihat gw yang tersenyum jahat.


"Tahan ya tong, cuma sebentar kok sakitnya!".


"Craaakkk!". Gw putar kaki dia dengan cepat, suara tulang bergeser begitu merdu terdengar.


"Aaaaaaa! Kaki guaaa!". Dia teriak kesakitan hingga para pengunjung mini market keluar dan melihat apa yang terjadi di luar.


"Aaaaaa! Kaki gw patah! Kaki gw patah!". mohawk merah meraung memegangi kaki kanannya.


"Cup cup cup, jangan nangis tong malu dilihatin banyak orang!". Kaki gw angkat dan gw injek sarang burung walet.


"Creeeekk!". entah itu suara apaan gw kagak tau, yang pasti merembes darah dari tempat yang baru aja gw injak.


"Aaaaaaaa! Burung guuaaaa!". Dia sekarang guling-guling kek ulet kepanasan sambil memengangi benda yang baru aja gw injek.


"Tong telur lu pecah ya?". Gw bertanya dengan santai.


"Biadap! Gw bunuh loe!". Mohawk biru berteriak meraung marah melihat keadaan temanya.


Dia berjalan dengan cepat ke arah vespa dan mengambil kunci inggris besar warna putih.


Kunci inggris dia acungkan ke gw dengan nafsu membunuh yang terpancar dari matanya.


Semua orang yang berkerumun dengan tegang menyaksikan.


Karena ini mini market pinggir jalan, orang yang berkendara dan berjalan pun pada berhenti dan berjalan mendekat mencari tau apa yang terjadi.


"Gw pecain pala lu anjing!". Dia masih berdiri disana teriak dan mengancam gw.


"Tong barang impor aja lu banggakan, lebih bagus produk dalam negeri itu". Gw mengambil pisau dapur dari balik baju.


"Maju tong kita adu kunci buatan inggris lu sama ini pisau buatan lokal". Gw mengacungkan pisau ke arah mohawk biru.


Itu orang sedikit menegang melihat pisau dapur yang gw pegang.


"Jangan bilang lu takut tong?! Katanya gelut adalah kegiatan sehari-hari lu, sini buktikan". Gw berjalan ke arah rambut mohawk merah yang masih kesakitan berbaring di tanah.


"Mau apa loe! Mau apa loe!".


"Jangan! Jangan!". Dia ngesot ketakutan.


"Bacot!".


"Jleeb!".


"Aaaaaaaaaaaaa!". Teriakan berbarengan dengan darah mengucur dari paha rambut mohawk merah saat gw tusuk dengan pisau.


"Mampus loe bajingan!". pemuda yang memegang kunci inggris berlari ke arah gw.


"Aaaaaa!".


Orang yang gw tusuk pahanya teriak lagi saat pisau gw cabut.


"Jeritan mulu lu tong kek cewe ditusuk saat malam pertama aja. Lu tiduran aja dulu disini biar gw main-main sama kunci inggris itu".


Gw langsung berdiri sedikit berlari ke tempat yang lebih lebar agar lebih leluasa bergerak.


"Mau lari kemana loe anjing!". Rambut wohawk biru mengejar.


Banyak orang berkumpul tapi entah kenapa suasa hening, wajah para penonton terlihat sangat tegang.


Mereka terlihat menahan nafas melihat adengan yang akan terjadi, kunci inggris vs pisau dapur. Alat bengkel vs alat dapur.