Preman Campus

Preman Campus
NYAKINLAH


"Amora kelihatannya kamu salah menilai aku deh". Gw berucap pelan dan tenang.


Setelah kejutan yang diberikan Amora tadi dengan kata-katanya, gw mulai mengerti apa maksud dari permintaannya itu.


"Salah menilai gimana Bim?". Amora tampak kembali normal dan tidak menunduk malu lagi.


"Amora aku memang brandalan yang senaknya sendiri, hobi berantem dan hobi minum tapi kamu harus tau, aku masih punya akal sehat".


"Kamu tenang saja, selama kamu enggak memulai duluan, aku akan jadi anak ayam yang patuh". Gw bicara jujur memang gw kagak punya pengalaman soal gituan sejak orok.


"Memulai duluan?". Amora tampak bingung kembali dan memutar bola matanya menatap gw.


"Iya seperti kemarin itu yang kamu duluan serang aku setelah makan sate kuda". Jawab gw enteng dan Amora tampak cemberut mendengan ucapan gw.


"Jadi intinya kamu enggak akan sentuh aku duluan sebelum aku sentuh kamu gitu?". Amora menjabarkan maksud dari perkataan gw.


"Bingo! Betul sekali". Gw menjentikan jari dan tersenyum kecil.


"Aku kan harusnya senang ya dengan itu, tapi aku kok merasa ada yang aneh ya Bim?". Amora tampak berfikir dengan melihat ke atas, menempelkan jari telunjuknya di dagu.


"Aneh apa? Perasaan kamu aja itu mungkin".


"Aku tau sekarang!". Amora memandang gw dengan alis mata yang terangkat satu.


"Kamu kok seperti orang curiga gitu, emang kamu tau apaan? Nomer togel yang keluar besok? Berapa?". Gw bertanya dengan semangat.


"Bukan itu bimoo!".


"Terus apa?".


"Sebenarnya disini yang cewe itu siapa sih Bim, kamu atau aku?!".


"Kok kamu tiba-tiba tanya seperti itu? Jika kamu ragu gimana kalau kita cek sama-sama, coba kamu berdiri biar aku cek teliti dan amati".


"Bimo aku enggak lagi bercanda ini!".


"Kalau bukan bercanda dan ngelawak apa namanya, pertanyaan kamu nyeleneh gitu. Aku lah yang laki-laki dan kamu yang perempuan".


"Maka dari itu aku merasa aneh, aku kan cewe kenapa semuanya dulu aku yang lakukan? Nembak duluan aku dan tadi kamu bilang enggak sentuh aku dulu sebelum aku sentuh kamu, bukannya ini kebalik ya?".


Gw tersenyum mendengar Amora berbicara dan menjelaskan opininya.


"Ihh Bimo! Kok kamu malah ketawa? Kamu ngetawain aku ya?".


"Kamu terlalu banyak berfikir Amora, yang penting kan kita sudah jadian walaupun backstreet, dan perasaan kamu juga aku terima bukannya kamu senang dan bahagia ya?".


"Iya aku senang, tapi ini terkesan aku yang ngejar-ngejar kamu Bimo".


"Ya udah kamu lari gi nanti kejar kamu, tapi jangan jauh-jauh aku suka lupa jalan pulang soalnya, kan gak lucu kalau aku salah ngejar cewe lain".


Amora langsung melotot menatap gw, auto tangan dia maju dan kuping kiri gw jadi sasaran serangannya.


"Auuu!! Sakit cantik". gw memegang tangan Amora yang nempel di kuping.


"Coba ulangi kamu tadi ngomong apa? Aku enggak denger?".


"Iya maaf-maaf aku bercanda aja, lepas tolong putus nanti kuping aku".


"Mana ada putus cuma karena di jewer". Amora bicara dan melepaskan kuping gw.


"Udah dong jangan cemberut terus kamu, aku kan cuma bercanda dan ini kan hari pertama kita jadian masak langsung marahan kita". Gw bicara dan memasang wajah melas.


"Emang paling bisa kamu ya sayang". Amora bergerak dan memencet hidung gw. Senyum manis menghiasai wajahnya.


"Kamu enggak kuliah Bimo?".


Saat gw mau menjawab tiba-tiba Hp gw berbunyi, dan itu hp ada di dekat Amora, perasaan gw jadi kagak enak banget.


Dia dengan cepat mengambil hp gw dan melihat siapa yang menelfon, gw tegang banget sumpah, bisa di aniaya gw ini jika yang telfon itu betina.


"Mana ada operator selular telfon pelangan sayang, ini cepet angkat di telfon Joko aka Jack kamu".


"Oh iya, dia teman aku saat pertama datang kesini". Gw buru-buru mengambil hp dari tangan Amora.


Selamat-selamat! Gw lega dan tenang kembali melihat bang Jack yang calling, masak baru 1 hari jadian aja udah kek uji nyali gw, di masa depan harus gw pasang mode diam dan kantongi terus ini hp. Gw bicara dalam hati


"Aku angkat telfon dulu ya Amora, kelihatannya penting ini".


Amora mengangguk dan gw langsung berdiri berjalan ke depan kulkas, sedikit menjauh dari Amora.


Gw geser tombol hijau dengan cepat. "Halo bang selamat siang". Gw langsung bicara dan menyapa bang jack.


"Iya Bim, gimana kabar kamu". Bang jack bertanya dari ujung telfon sana.


"Baik bang tidak kekurangan satu hal apapun". Jawab gw ramah


"Bagus kalau seperti itu, ngomong-ngomong kemarin kamu kemana susah banget dihubungi?".


"Iya bang maaf kemarin itu saya mudik ke jakarta selama 1 minggu".


"Oh seperti itu, sekarang kamu sibuk gak? saya mau bicara sesuatu sama kamu".


"Enggak kok bang, iya nanti saya kesana".


"Ok biar Anton yang jemput, kamu di kost kan sekarang?".


"Enggak usah bang terima kasih biar saya saja sendiri yang kesana". Gw menolak halus


"Baik kalau begitu, kamu santai aja. saya tunggu disini".


"Ok bang siap!".


Percakapan singkat gw dengan bang jack pun selesai dalam sekejam dan dia suruh gw kesana.


Mungkin bang jack mau cerita soal penyerangan geng Zeus terhadap musuhnya geng Apollon.


Gw langsung berjalan lagi menghampiri Amora dan gw lihat Amora juga berdiri menyambut gw.


"Sayang kamu mau pergi ya?". Amora bertanya begitu gw sampai di depannya.


"Iya ada hal penting kelihatannya yang mau dibicaran teman aku".


"Hal penting apa? Kamu mau berantem lagi ya?".


"Enggak lah, emang kamu fikir setiap aku keluar berantem terus!".


"Ya udah ayo kita pergi bareng? Aku juga mau ke kost kak Lulu".


"Lulu siapa?". Gw bertanya bingung.


"Lulu sepupu aku sayang, kan kamu pernah ketemu sama dia saat kak Lulu jemput aku di sini".


"Oh iya aku ingat, sepupu kamu yang tomboy dan dandan kek cowo itu kan".


"Iya itu kak Lulu, emang penampilannya seperti itu tapi dia cewe tulen kok".


"Ya udah kamu cepet ganti baju dulu, biar aku hubungi pak Romat, untuk antar kita".


"Pak Romhat supir grab yang antar kita jalan kemarin itu ya?".


"Iya, aku minta no nya kemarin dan dia seneng jika kita jadi pelanggan dia".


"Ya udah aku ganti baju dulu ya, kamu tunggu sebentar". Amora bicara dan berlalu pergi.


Gw tersenyum melihat Amora yang tampak ceria dan bahagia dan merasa sedikit merasa bersalah karena udah bohong.


kamu wanita pertama yang menyatakan perasaan ke aku Amora, Nyakinlah sayang sebisa mungkin aku akan buat kamu nyaman dan bahagia sampai saatnya nanti kamu tau semuanya. Gw berguman pelan dan melangkah keluar kamar.