
Rangga diam saja menerima cacian tanpa bergerak sama sekali ia sebenarnya sedang menunggu Mawar, ketika mawar datang...
Mawar melihat kerumunan yang mengerubuni suami nya ia langsung menerobos ke arah lingkaran orang-orang yang menghujat Rangga.
"Sayang sebenarnya ada apa?," Tanya Mawar.
Mawar berkaca-kaca melihat ke adaan suami nya
...
Wajah Rangga hanya datar saja tanpa membalas pertanyaan Mawar ia langsung menggenggam tangan Mawar dan mengajak nya pergi.
Rangga menerobos barrier yang menghalangi nya dengan paksa sehingga ada satu dua orang yang ia tabrak, tentu orang-orang ini merasa kesal.
"Woi!!! biasa aja dong, " Ucap wanita muda yang merupakan salah satu orang dari kerumunan itu.
Setelah beberapa jarak dari kerumunan....
"Sayang," Ucap Mawar meneteskan air mata.
Rangga menengok ke arah Mawar ia melihat air mata yang menetes rangga tentu saja tidak akan membiarkan hal seperti ini terjadi ia tidak menginginkan istri nya sampai sedih karena nya, Rangga berhenti dan mengusap air mata Mawar dan menenangkan nya.
"Tenang sayang..., " Ucap Rangga mengelus-elus bahu Mawar.
"Ini akan segera berakhir," Ucap Rangga.
"Iya tapi ini kenapa, dan kenapa banyak orang yang menghina kamu," Tanya Mawar ia tidak bisa menahan air mata nya yang lebih banyak untuk keluar.
"Hiks... hikssss, seharusnya aku gak beli air tadi," Ucap Mawar dengan derai air mata.
"Sayang jangan menangis tenang saja," Ucap Rangga memeluk Mawar.
"Aku pastikan kamu akan menyesal!! karena drama yang kau buat dan tetesan air mata istri ku " Ucap Rangga dalam hati.
Setelah kejadian tersebut Rangga dan Mawar tidak melanjutkan olahraga dan memilih kembali ke rumah,di sepanjang jalan terlihat raut wajah Mawar yang murung dan Rangga yang terlihat sangat marah.
"Kalau aku tidak tenang istri ku akan lebih sedih, tapi susah sekali menahan rasa marah ku," Ucap Rangga dalam hati,dari bibir nya terucap kata tenang namun dari non verbal ( perilaku) terlihat sekali wajah marah dan tangan nya yang masih kaku dan tegang.
"Sayang kamu jangan memikirkan hal sepele ini ya," Ucap Rangga,menengok ke arah istri nya sebenarnya dari tadi Rangga berjalan agak cepat dan Mawar ada di belakang Rangga, Rangga sekali -sekali melihat wajah Mawar.
"Tapi seperti nya ini akan menjadi masalah besar," ucap Mawar dengan nada lesu.
Rangga tidak menanggapi ucapan Mawar dan terus berjalan menggenggam tangan Mawar namun kali ini lebih kuat.
Sesampainya di rumah....
Rangga yang ingin menghibur istri nya agar lebih cepat sampai ke meja makan ia menggendong Mawar ke arah meja makan karena Mawar jalan dengan sangat lama.
"Sayang kenapa kamu jalan nya lama sekali," Ucap Rangga mengangkat Mawar.
"Aku...," Ucap Mawar ia tidak menyelesaikan kata-kata nya.
"Sudah ya ayok kita makan," Ucap Rangga.
"Iya," Ucap Mawar dengan nada lemah.
Mawar yang murung seketika langsung berseri kembali saat mbok siti dan para pelayan lain nya menyajikan makanan yang masih hangat-hangat nya.
Wajah berseri Mawar membuat Rangga tenang, Mawar yang sangat bersemangat memakan makanan di depan nya walaupun rasa nya nasi nya masih agak panas namun mulut Mawar seperti baja anti panas.
Rangga pun sampai tertawa melihat cara Mawar makan saat sebelum makan Mawar adalah wanita anggun dan penuh tata krama namun saat ia makan semua nya hancur ia bahkan bisa melahap makan di depan nya dalam hitungan detik, orang yang baru pertama kali melihat cara makan Mawar akan terheran-heran karena makanan hanya di cerna dalam hitungan detik.
"Aku sangat mencintai makanan!," Ucap Mawar dengan pipi penuh makanan.
"Kalau sama aku kamu lebih mencintai yang mana?,"Tanya Rangga.
"Makanan lah, wah enak sekali," Ucap Mawar sambil menyantap tempe orek.
"Sebentar seperti nya ngomong," Ucap Mawar di dalam hati.
Mawar menengok ke arah Rangga dan benar saja Rangga menatap Mawar dengan wajah marah.
"Hehehe.....sayang kamu gak makan," Ucap Mawar dengan ekspresi kikuk.
"Aduh kenapa bisa keceplosan sih!," Ucap Mawar
menepuk kening nya.
"Keceplosan!!!,Jadi benar KAMU LEBIH MENCINTAI MAKAN," Tanya Rangga.
"Kamu mah gitu aja baper," Ucap Mawar tersenyum.
"Tentu aku lebih mencintai kamu," Ucap Mawar memeluk Rangga.
"Kamu jangan coba merayu ku, aku benar-benar sangat marah kali ini kamu selingkuh di depan mataku!"Ucap Rangga.
"Selingkuh sama siapa sih sayang?," Ucap Mawar memeluk Rangga lebih erat.
"Hahahaha.....aku memang bersumbu pendek ya, bahkan sama makanan saja aku cemburu," Ucap Rangga di dalam hati.
Rangga mengendalikan emosinya dan mengubah ekspresi nya....
"Bercanda sayang masa sama makanan saja aku cemburu, " Ucap Rangga sambil tertawa.
"Ah kamu bikin aku panik aja," Ucap Mawar.
Rangga menatap Mawar dengan senyuman yang lebar sedangkan tatapan jengkel ke piring makanan yang ada di depan Mawar.
Sementara berita tentang ke jadian beberapa menit lalu sudah menyebar di berbagai media sosial.
"Sayang makan dulu," Ucap Mawar.
"Biar aku yang ambilin," Ucap Mawar.
"Boleh,tapi aku ingin lauk nya yang sama ya aku jadi kangen nasi uduk di depan rumah kamu sayang," Ucap Rangga.
"Nasi uduk buatan mbok inah juga gak kalah enak nya kok, kamu cobain aja," Ucap Mawar.
"Makan yang banyak ya," Ucap Mawar sambil menyendoki nasi dengan porsi yang banyak..
Di lain sisi pria laknat itu sedang bersantai di sofa rumah nya sambil membuka media sosial nya ia mulai berpikir licik melihat berita viral di media sosial...
Bersambung......
Hai ! saya adalah author novel baru tolong bantuan nya baca terus karya saya ya, saya sangat berminat di novel type Romantis dan fantasi, petualangan, futuristik, ke depan nya akan banyak kreasi yang di buat oleh saya jadi selamat membaca dan mejadi happy Readers.
BTW kalian tahu gak bahwa bulan itu jauh tapi dekat di hati sama seperti kalian pembaca kalian jauh namun tetap dekat di hati.
Ada lagi,kalian tahu samudra itu luas ya benar seluas cinta ku pada mu readerss yang baik.
Satu lagi deh Bunga bermekaran di taman kalau cinta ku bermekaran di hati kalian readers.
Lirik Lagu :
Lirrim Bukan Dia Tapi Aku -Judika
Berulang kali kau menyakiti
Berulang kali kau khianati
Sakit ini coba pahami
Ku punya hati bukan tuk disakiti
Ku akui sungguh beratnya
Meninggalkanmu yang dulu pernah ada
Namun harus aku lakukan
Karena ku tahu ini yang terbaik
Ku harus pergi meninggalkan kamu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya sakitnya oh sakitnya
Ku akui sungguh beratnya
Meninggalkanmu yang dulu pernah ada
Namun harus aku lakukan
Karena ku tahu ini yang terbaik
Oh ku harus pergi meninggalkan kamu
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya sakitnya oh sakitnya
Cintaku lebih besar dari cintanya
Mestinya kau sadar itu
Bukan dia bukan dia tapi aku
Oh begitu burukkah ini
Hingga ku harus mengalah oh yeah
Pergi meninggalkan kamu (pergi meninggalkan kamu)
Yang telah hancurkan aku
Sakitnya sakitnya oh sakitnya
Cintaku cintaku
Lebih besar dari benciku (lebih besar dari benciku)
Cukup aku yang rasakan
Jangan dia jangan dia
Jangan dia jangan dia cukup aku (jangan dia jangan dia cukup aku)
Sumber: LyricFind
Penulis lagu: Ilham