
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Malam telah menjelang. Saatnya Rara untuk pulang ke kediamannya. Rasanya Dara tidak rela jika harus berpisah sekarang. Kenapa waktu berjalan begitu sangat cepat ketika dirinya telah menikmatinya?!
"Dara, aku pulang dulu ya. Semoga anak yang berada di dalam kandungan mu sehat selalu." Ucap Rara dengan tersenyum tulus. Dipeluknya tubuh mungil sahabatnya itu. Tak terasa, ternyata seharian ini Rara telah menghabiskan waktu bersama Dara.
"Iya Ra. Kamu juga sehat-sehat ya disana. Ingat, jangan nakal." Ujar Dara dengan membalas pelukan Rara. Sungguh tak rela jika harus berpisah sekarang.
Setelah itu Rara menyudahi pelukannya ketika dirinya merasa tengah diperhatikan oleh empat pria tampan itu. Dara benar-benar beruntung karena telah mendapatkan laki-laki setampan dan sekaya Sean. Apalagi, Dara juga dikelilingi oleh empat laki-laki yang berpengaruh di dunia bisnis. Sungguh, Rara tak pernah menduga hal ini akan terjadi. Arandy pasti menyesal karena dulu telah memutuskan Dara.
"Bye Dara." Pamit Rara seraya melambaikan tangannya ke arah Dara.
Dara membalas lambaian tangan Rara dengan tersenyum ceria.
"Bye juga Ra. Hati-hati." Ucap Dara yang hanya di demgar oleh Sean.
Rara pulang bersama Nick. Sedangkan Damian pulang sendirian dan Darren juga pulang sendirian.
Setelah semuanya telah pergi, barulah Sean melangkahkan kedua kakinya menuju tempat istrinya berdiri. "Ayo masuk sayang." Ajak Sean dengan merangkul tubuh mungil istrinya. Sungguh terlihat sangat cocok dan pas ketika Sean berdiri bersebelahan dengan istrinya. Tubuhnya yang tegap, berotot itu begitu mendominasi istrinya yang terlihat lebih kecil, mungil dibanding dirinya.
Dara mengangguk. "Ayo Sean."
Sean dan Dara pun langsung berjalan masuk kedalam mansion.
Setelah itu Dara memutuskan untuk duduk di sofa ruang tamu. Begitupun juga dengan Sean yang hanya bisa mengikuti istrinya.
Merekapun duduk saling berhadapan satu sama lain.
"Sean, apa kau tau Rara?" Kata Dara dengan menatap wajah suami tercintanya.
Sean mengangguk. "Iya sayang. Aku tau Rara. Dia sahabat kamu bukan?" Ujar Sean dengan merapikan beberapa heleian rambut istrinya yang sedikit berantakan.
"Rara itu sahabatku setelah Raya."
Kening Sean mengerut, heran. "Maksud kamu apa sayang?" Tanya Sean dengan menatap wajah cantik istrinya.
Lantas, Dara megenggam salah satu tangan suaminya. Diusapnya pelan tangan berotot itu. "Aku tidak hanya bersahabat dengan Raya, Sean. Tapi juga dengan Rara. Tapi, Raya dan Rara itu dua orang berbeda yang tak bisa akrab satu sama lain. Jadi, akulah yang menjadi penengah untuk mereka berdua." Jelas Dara dengan sedikit tersenyum getir ketika mengingat kebersamaannya dulu bersama Raya dan Rara.
Raut bahagia itu langsung berubah menjadi murung. Sean yang mengerti akan hal itu langsung mengusap pipi istrinya. "Jangan sedih, oke? Aku ada disini untukmu. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu." Ucap Sean dengan menatap tepat kedua bola mata cantik itu.
Dara menggeleng lemah. Tidak menyetujui perkataan suaminya tadi. "Sean, kita tidak tau kapan batas usia kita. Kita tidak tau sampai kapan kita akan selalu bersama. Aku pun juga tidak tau kapan ajal akan menjemput kita." Lirihnya pelan. Hatinya seakan tertusuk ribuah jarum ketika mengatakannya. "Aku takut sendirian Sean. Aku tidak mau sendirian." Tambahnya.
Buliran kristal jatuh bebas membasahi kedua pelupuk mata cantik itu.
"Liat aku sayang." Ucap Sean dengan menggoyangkan kedua lengan istrinya.
Dara langsung menatap kedua bola mata tajam itu.
"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Kemanapun kamu pergi, aku akan ikut dengan mu. Kemanapun aku pergi, aku akan mengajakmu. Kita akan selalu bersama sayang. Aku janji."
"Janji?"
Sean mengangguk. "Iya, aku janji sayang."
Dipeluknya tubuh mungil istrinya. Dikecupnya beberapa kali puncak kepala istrinya dengan sayang.
"Jangan berfikir seperti itu lagi, oke?"
"Oke. Maafkan aku Sean." Ucap Dara seraya menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
Sean tersenyum mendengarnya. "Iya tidak apa-apa sayang. Aku mengerti itu." Ujar Sean dengan mengusap pelan puncak kepala istrinya.
"Mau. Tapi gendong." Pinta Dara dengan merentangkan kedua tangannya agar suaminya segera menggendongnya.
Dengan sigap, Sean langsung menggendong tubuh mungil istrinya untuk dibawa kedalam kamar.
Malam ini akan menjadi malam yang sangat spesial untuk dirinya.
Dengan mu aku bahagia. Lantas untuk apa aku mencari yang lain? Itu hanya akan membuang-buang waktu ku. Lebih baik aku denganmu, bersamamu, menciptakan momen indah yang tak terlupakan. Mengukir kisah cinta yang terukir sepanjang masa, hingga kita bisa menceritakannya ke anak-cucu kita nanti..
Aku mengaku kalah sayang. Aku lah yang terpesona terlebih dahulu dibanding dirimu.. Aku lah yang mencintaimu terlebih dahulu dibanding dirimu..
Aku Sean Crishrian, Sang Ketua Mafia Crowned Eagle, mengaku kalah atas permainan waktu itu. Dan aku mengaku kalah dengan pesona milik Andara Claire karena dengan pesona yang dimilikinya, Dara, istriku telah sukses membuat ku tunduk dalam pesonanya.
***
"Terimakasih Nick karena telah membawaku bertemu dengan Dara. Aku benar-benar sangat senang sekali." Ucap Rara dengan tersenyum senang.
Rara sangat senang sekali ketika Derrick, kekasihnya mengatakan jika tau keberadaan Dara. Dan Rara juga tak menyangka jika Nick yang baru ia kenal ternyata mengenal Dara.
Rara sungguh merasa khawatir waktu itu, disaat Dara pergi meninggalkan apartementnya begitu saja tanpa sepatah kata apapun. Alhasil, Rara meminta Derrick untuk mencari keberadaan Dara. Rara berfikir jika dengan kekuasaan yang dimiliki kekasihnya itu, pasti akan dengan mudah untuk menemukan Dara. Tapi, ternyata itu semua membutuhkan waktu. Tidak secepat yang ia bayangkan.
Setidaknya, Rara sekarang bisa bernafas legah karena telah bertemu dengan Dara. Ya, Rara sangat berhutang budi dengan kedua orang tua Dara. Jadi, Rara bernisiatif untuk membantu Dara waktu itu. Dan ternyata, sekarang kehidupan Dara jauh lebih baik dari yang ia kira.
Tanpa sepengetahuan Rara, sebuah seringai tipis terukir di bibir Nick. "Iya sama-sama Ra." Ucap Nick dengan sesekali melirik Rara melalui ekor matanya. "Menurutmu Dara seperti apa?"
Pertanyaan tiba-tiba itu langsung membuat Rara menatap wajah Nick dari samping.
"Emh, menurutku Dara itu perempuan yang baik dan menyenangkan." Kata Rara dengan sesekali berfikir untuk mendiskripsikan Dara, sahabatnya."Dan dia sangat cantik dan juga sangat beruntung karena dikelilingi laki-laki seperti kalian." Ucap Rara dengan menatap ke arah jalanan.
Hujan lebat yang tengah mengguyur kota London, sungguh menbuat Rara merasa sangat kedinginan.
Citt
Tiba-tiba Nick langsung mengerem mendadak mobil sport mewahnya dan berhenti dipinggir jalan.
Rara bahkan sampai dibuat terkejut dengan tindakan Nick yang begitu mendadak. Apapagi ditengah hujan seperti ini. Ini sungguh membuat Rara merasa sedikit takut.
"Nick jangan mengerem mendadak! Itu berbahaya!" Protes Rara dengan menatap wajah Nick dengan tajam.
Namun, Nick tampak tenang seperti biasa. Bahkan wajahnya kini berubah datar, nyaris tak ada senyuman dan tatapan ramah seperti sebelumnya. Lalu, sebuah seringai menakutkan tersungging di bibir tipisnya.
Rara yang melihat perubahan ekspresi Nick merasa heran. Bahkan, hawa menakutkan dan dominant langsung ia rasakan. "Nick, ada apa denganmu?" Ucap Rara dengan ketakutan.
Klik
Pintu otomatis itu langsung terkunci.
"Nick, kenapa kau menguncinya?!" Protes Rara ketika berusaha membuka pintu mobil tetapi malah terkunci.
Namun, Nick hanya terdiam ditempatnya. Duduk tenang seperti tak terjadi apapun.
Nick mulai menggulung lengan kemeja yang ia gunakan.
Rara yang melihat pergerakan Nick semakin waspada. Dipepetkan tubuhnya ke sisi pintu mobil ketika Rara melihat Nick menegakkan tubuhmya dan menatapnya dengan tajam.
"Let's play baby girl."
🎊🎊🎊
Udah ngga sabar menunggu next chapterkan? Hayo, jangannlupa like, komen dan vote sebanyak-banyaknya ya teman-teman. Agar authornya semakin semangat untuk Update 💙
Aku tunggu 1500 Like + 500 Komentar ya 😍
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤