My Possesive Husband

My Possesive Husband
206. KEBENCIAN YANG TAK TERLIHAT


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Jam telah menunjukkan pukul 1 siang. Setelah Sean tersadar tadi, Dokter pribadinya langsung memeriksa keadaan Sean. Dan puji syukur Tuhan, keadaan suaminya semakin membaik.


Sekarang mereka hanya berdua di dalam ruangan. Sedangkan Daddy, Mommy, Damian, Nick, Darren dan James sedang pergi. Mereka sengaja pergi untuk memberi waktu berdua antara Sean dan Dara. Mengingat betapa kerasnya sifat Sean, jadi mereka mengerti bagaimana cara mengatasinya yaitu melalui Dara, perempuan yang di cintai Sean. Kalian bisa menyebutnya dengan "Pawang Sean Crishtian".


"Hubby apa kamu mau makan siang?" Tanya Dara dengan mengeluarkan beberapa bungkus makanan yang di belikan Darren tadi. Dara tidak pernah menyangka jika Darren akan membelikan makanan sebanyak ini. Mulai dari 10 liter susu, buah-buahan, roti, biskuit ibu hamil, snack dan air mineral. Tidak tanggung-tanggung bahkan Darren membelikannya sampai 3 kantong plastik besar. Dengan wajahnya yang datar tadi, Darren meletakkan makana yang ia beli di meja lalu berkata "Ini untuk mu." Sebelum Dara menanggapi perkataan Darren, Darren sudah terlebih dahulu pergi. Ingin rasanya Dara menabok muka datar Darren yang tanpa ekspresi itu. Akan tetapi Dara juga sadar diri jika dirinya bukanlah siapa-siapa. Hanya saja Dara merasa gemas dengan sikap dan sifat dingin Darren yang seperti kutub utara.


Sean menggeleng pelan. "Tidak sayang. Nanti saja." Tolak Sean dengan halus. Lalu Sean memutuskan untuk merubah posisinya yang berbaring menjadi duduk. Rasa nyeri langsung menghantam perutnya yang terdapat bekas jahitan operasi 3 hari yang lalu. Begitupun juga dengan luka di kepalanya. Hal itu semakin sukses membuat Sean sedikit tidak berdaya.


Mendengar tolakan itu membuat Dara langsung memberengut. Bibirnya mengerucut lucu dengan pipi yang mengembung. Sean yang melihat hanya menaikkan salah satu alisnya. Sean ingin tersenyum tapi Sean lebih memilih untuk menahan senyumannya agar tidak tersenyum. "Kesini sayang." Ujar Sean dengan menatap serius istrinya.


"Iya hubby." Jawab Dara pasrah. Diletakkannya kembali makan-makanan itu di meja. Lalu Dara berjalan mendekat ke arah suaminya. Berdiri berhadapan dengan suaminya yang tengah duduk di atas tempat tidur rumah sakit.


Sean yang melihat istrinya menurut hanya menahan bibirnya agar tidak tersenyum. Setelah itu dengan perlahan kedua tangan Sean terangkat dan menangkup wajah mungil istrinya dengan menggunakan kedua tangannya. "Kamu cantik sekali sayang. Kau tau? Aku semakin mencintai mu." Ujar Sean tepat di depan wajah Dara. Kedua bola matanya seakan terkunci dengan kedua bola mata istrinya.


Sontak saja Dara yang di tatap seperti itu langsung salah tingkah sendiri. Wajahnya memerah bagaikan kepiting rebus. "Apasih Sean." Protes Dara dengan suara yang terdengar manja. "Mulai gombalnya." Tambahnya lagi dengan memukul pelan dada bidang suaminya.


Sean tertawa renyah. "Aku hanya mengatakan yang sebenarnya sayang. Kamu itu cantik." Bisik Sean tepat di telinga istrinya.


Hembusan nafas Sean di lehernya dapat Dara rasakan. "Geli hubby!" Ujar Dara dengan mendorong tubuh suaminya agar menjauh.


"Bagaimana kabar jagoan Daddy?" Tanya Sean dengan mengusap pelan perut buncit istrinya.


"Tentu saja baik Daddy. Aku adalah Kenzo anak Daddy yang kuat." Kata Dara dengan menirukan suara anak kecil. Seakan-akan Kenzo lah yang menjawab pertanyaan Sean tadi.


Sean tersenyum. "Itu baru anak Daddy." Ujar Sean dengan menunduk untuk mencium perut istrinya.


Perasaan hangat menyelimutinya.


"Kapan kamu akan lahiran sayang?" Tanya Sean dengan merangkul pinggang istrinya.


"Kemungkinan tanggal 3 November hubby." Jawab Dara dengan sedikit ragu.


"Baiklah. Sebelum tanggal 3 aku harus sehat bugar terlebih dahulu agar bisa menemani istriku ini." Dikecupnya pipi kanan istrinya.


Lalu dengan tiba-tiba Sean langsung memeluk tubuh istrinya. Wajahnya ia tenggelamkan di ceruk leher istrinya.


"Hubby kenapa?" Tanya Dara lirih ketika merasakan kesedihan suaminya lagi.


"Diamlah sebentar. Aku ingin memeluk mu sayang." Ujar Sean.


Dapat Dara rasakan tetesan air mata Sean di lehernya. Lantas Dara membalas pelukan itu tak kalah erat.


Roy. Ini masih tentang Roy yang pergi meninggalkan nya selamanya. Orang kepercayaan nya selama ini.


Sedangkan di sisi lain di sebuah ruangan rapat tertutup terlihat 6 bos Mafia yang paling di takuti di seluruh Dunia tengah berkumpul. Mereka semua duduk melingkar di bangku kebesarannya masing-masing.


"Aku tidak pernah menyangka jika kau akan membantu sampah itu Daniel." Ujar sosok laki-laki tampan dengan wajahnya yang datar. Dia adalah Marvin.


Sebuah seringai tersungging di bibir Jayden. Di tangan tangan kanannya memegang sebuah pistol kesayangannya dengan sesekali ia mainkan. "Ternyata kau segila itu terhadap uang Daniel." Kata Jayden dengan suaranya yang terkesan dingin dan arogan. "Hingga kau mau membantu musuh dari keluarga sahabat kita sendiri." Tambahnya lagi.


"Apakah ada yang salah? Atau mungkin kalian lupa dengan sumpah kita?" Tanya Daniel dengan wajahnya yang tenang. Daniel anggota termuda di Geng Mafia The King Of Blood. "Nomor 5 di sumpah kita mengatakan jika kita membunuh seseorang yang patut untuk di bunuh dan di nomor 6 mengatakan jika nyawa di balas dengan nyawa. Mata di balas dengan mata."


Garvin yang mendengar itu menyeringai tipis. Kini Garvin sibuk dengan menghisap sebuah rokok di tangan kanannya.


"Bagaimana menurut mu Garv?" Tanya Lucas dengan memainkan sebuah boneka beruang di tangannya. Boneka beruang kesukaannya. Sambil menunggu tanggapan dari Sang Bos Besar Pimpinan Ketua Mafia di Dunia, Marvin menyeringai penuh arti. "Sebenarnya aku juga sudah tau apa yang kau pikirkan Garv."


Bahkan semua orang tau jika Elden maupun Sean tidak ada apa-apanya bagi Garvin. Meskipun Elden dan Sean adalah keluarga Garvin, tapi tetap saja dalam hal ini Elden maupun Sean bukanlah musuh yang sepadan bagi Gatvin. Ingat, Garvin adalah Ketua Gengster Mafia di Dunia. Julukan itu bukanlah tanpa alasan di berikan padanya. Tapi karena ada sesuatu hal yang membuatnya di juluki seperti itu.


***




Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


@nickalbertreal


@raraagathareal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤