
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. ππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku π€
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya π
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata π€
Happy Reading
***
Sudah hampir satu jam Garvin melatih Dara. Dan sudah hampir satu jam pula Sean uring-uringan.
"Jangan tatap istriku!" Protes Sean.
Ini sudah menjadi kalimat larangan yang ke 99 kalinya yang keluar dari dalam mulutnya. Mulai dari kalimat larangan "Jangan sentuh tangan istriku." Padahal Garvin mencoba untuk membenahi tata letak tangannya. Lalu kalimat larangan "Jaga jarak dengan istriku atau kau akan habis di tangan ku."
Dara memutar kedua bola matanya, malas. "Sean kalau Garvin tidak melihat gerakan ku, bagaimana bisa dia bisa mengoreksinya." Kata Dara menanggapi perkataan suaminya.
Sedangkan Garvin hanya menatap datar ke arah Sean. Tidak ada ekspresi sama sekali. Bahkan Garvin lebih cenderung diam, tidak banyak bicara.
Elden tertawa kencang menikmati ini semua.
Sontak saja Sean langsung menatap ke arah Daddynya. "Apa yang sedang kau tertawakan Dad?" Tanya Sean curiga.
Elden menggeleng pelan. Kedua bola matanya sibuk dengan ponselnya. Jemari yang lincah mengetik sesuatu disana. Sean tau, pasti Daddynya tertawa karena Mommynya. Oh jadi ini rasanya mencium bau bucin.
"Dad, kau bau." Ujar Sean dengan enteng.
Elden yang di katai bau langsung menatap anaknya. "Perasaan Daddy sudah mandi." Ucapnya dengan mencium bajunya. Mencari bau yang dikatakan anaknya.
"Bau bucin, Hahaha." Setelah mengatakannya Sean langsung tertawa renyah. Dengan salah satu tangan yang mengibas-ngibas. Seperti mengusir bau yang Sean maksud.
"Dara, apakah suami mu sehat?"
Dara yang ditanya langsung menoleh. "Kurasa suami ku sedang tidak sehat Dad." Jawab Dara.
Garvin langsung tersenyum tipis. Sungguh, apa yang dikatakan perempuan di sebelahnya sangat lah lucu.
Sean yang menangkap sebuah senyuman yang tersungging di bibir saudara tirinya langsung berubah datar. "Apa yang sedang kau tertawakan?" Dengan suaranya yang dingin Sean mengatakannya. Tatapannya berubah dingin bagaikan seekor burung elang yang siap menerkam musuhnya.
Hawa dingin dan dominant langsung Dara rasakan. Dari tatapan suaminya, Dara bisa tau jika suaminya dalam mode emosi. Lalu, dengan cepat Dara berjalan ke arah suaminya. Digenggamnya jemari suaminya. "Jangan marah hubby. Aku cuman milik kamu. Oke?" Ujar Dara dengan menatap penuh cinta.
Tatapan yang menusuk itu langsung berubah. "Aku takut ada yang mengambil kamu dari ku sayang." Ujarnya dengan melirik ke arah Garvin..
Dara tersenyum. Suaminya memang benar-benar seperti bayi besar dan Dara menyukai itu. "Tidak ada yang akan mengambil ku dari mu hubby. Ingat, Andara Claire Crishtian akan selalu menjadi milik Sean Crishtian. Bukan yang lain. Tidak akan ada yang bisa mengganti nama Crishtian yang sudah tersemat di belakang nama ku."
Bolehkah Sean berteriak sekarang? Sean lagi-lagi di buat dag dig dug oleh perkataan istrinya. Wajahnya langsung berubah memerah, malu. Sean sudah tidak tahan lagi! Didekatkannya wajahnya dengan istrinya. Sean ingin mencium bibir istrinya sekarang juga. Bahkan Dara yang mengerti isyarat itu langsung memejamkan kedua bola matanya.
"Ekhem." Elden berdehem pelan. Sedangkan Garvin berjalan keluar mengangkat telfonnya. Tidak ingin melihat adegan itu.
"Ingat, kalian bukan sedang berada di kamar. Ini di tempat latihan. Jadi tahan nafsu kalian itu." Kata Elden dengan memainkan ponselnya.
Dara langsung mendorong dada suaminya. "Sean ih!" Desis Dara pelan. Wajahnya bagaikan kepiting rebus. Dara benar-benar malu karena telah di tegur oleh Daddynya.
Sedangkan di sebuah ruangan kosong terlihat seorang perempuan yang berusia 60 tahunan. Badannya yang lemah terbaring di atas ranjang yang hanya bisa memuat satu orang.
"Aku tanya kau sekali lagi, dimana harta warisan keluarga Louis!" Bentak Derrick dengan suara yang menggelegar.
"Saya tidak tau." Jawabnya dengan suara yang lemah. Perasaan rindu menyelimutinya ketika membayangkan wajah nonanya. Perempuan cantik yang selama ini ia rawat di mansion keluarga Louis sedari kecil.
"Dasar tua Bangka!" Umpat Derrick. "Kalau kau bukan orang yang aku butuhkan. Sudah sedari dulu kau akan ku bunuh Marta!"
Marta tersenyum lemah. Kulitnya mukai keriput. Wajahnya terlihat lelah. Kedua bola matanya menatap sendu ke arah orang yang selama ini menyekapnya. "Apa masih belum cukup kau merampas kebahagiaan seorang gadis itu?" Tanyanya dengan suara yang lemah. "Kau sudah membantai habis keluarganya. Kau sudah merenggut kebahagiaan keluarga itu. Kau bahkan telah melakukannya di luar akal manusia. Apakah itu masih belum cukup?"
Tangan Derrick mengepal kuat. "Kau tidak tau apapun. Lebih baik kau jangan ikut campur." Ujar Derrick dengan menekan setiap perkataannya.
Kepala Marta menggeleng pelan. "Aku memang tidak tau detailnya. Tapi aku tau apa yang sedang kau rasakan."
Deg
Tubuh Derrick mematung mendengarnya.
"Aku juga seorang ibu Derrick."
Derrick yang mendengar itu langsung bangkit, berdiri. "Jangan lupa kau memakan makanan mu."
Lalu, setelah mengatakan itu Derrick berjalan keluar ruangan. Meninggalkan Marta sendirian.
Buliran kristal jatuh membasahi kedua bola matanya. Kedua matanya yang dulu sehat kini mulai termakan usia. Tatapannya menatap lurus ke dinding yang ada di depannya. Terpampang foto Dara disana. "Apa kabar nona? Apakah nona baik-baik saja disana?" Gumamnya pelan.
Andara Claire atau yang sering di sapa Dara sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri. Sedari kecil, Marta lah yang mengurusnya ketika Marshel, ibu Dara sibuk dengan suaminya.
Mansion hangat dan penuh tawa itu langsung berubah dengan jeritan dan penuh dengan darah ketika malam pembantaian itu terjadi.
Hanya Marta dan Dara yang berhasil hidup di malam pembantaian itu. Sedangkan yang lain telah tewas di bantai dengan mengenaskan. Namun, sayang saat Marta akan melarikan diri, Marta telah tertangkap terlebih dahulu oleh anak buah Derrick.
"Semoga kebahagiaan selalu mengelilingi mu nona."
***
- Ya ampun Nick, kamu berdosa bangetππ Dasar Solimih kau Nick. Bikin kaum hawa meninggoyπ Follow Instagram pribadi Nick \= @nickalbertreal
Jangan lupa follow instagram mereka ya π€
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga π
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana π
Aku tunggu notif dari kalian ya π Terimakasih teman-teman.. β€