My Possesive Husband

My Possesive Husband
213. KESEDIHAN ELDEN (Extra Part 4)


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. ๐Ÿ™‚๐Ÿ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku ๐Ÿค—


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya ๐Ÿ˜š


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata ๐Ÿค—


Happy Reading


***


Setelah mengobrol dengan Rara sahabatnya, kini Dara telah berada di dalam kamarnya. Di satu kamar itu ada Dara, Lexa, Sena, Rara, Sean dan Elden. Mereka memutuskan untuk tidur di satu kamar yang sama. Tidak tanggung-tanggung, bahkan Sean rela membeli tempat tidur baru untuk sahabat istrinya. Tempat tidur yang berukuran sedang dan tidak terlalu besar. Namun setidaknya bisa di pakai tidur bertiga.


"Kenzo tampan banget." Puji Rara dengan menatap fokus wajah Kenzo yang masih tertidur.


"Siapa dulu Mommy nya." Ucap Dara menanggapi pujian sahabatnya.


Lexa yang mendengar itu langsung tersenyum. "Iya kamu memang cantik Dara. Apalagi dari keluarga Crishtian. Bibit mereka tidak pernah di ragukan lagi." Sahut Lexa dengan mengedipkan sebelah matanya ke suaminya yang tengah sibuk memainkan ponselnya.


"Iya Aunty memang benar. Anak dari keluarga Crishtian memang tidak pernah di ragukan lagi." Kini Sena yang mulai ikut berbicara.


Lexa tersenyum. "Sekarang sudah jam 10 malam. Ayo kita tidur." Ujar Lexa yang di angguki oleh mereka semua.


Sean tidur bersebelahan dengan Elden. Sedangkan Dara, Lexa, Sena dan Rara tidur bersama di atas tempat tidur king size.


Damian, Nick dan Darren tidur bersama di atas tempat tidur yang telah Sean beli tadi.


Di tidurnya Damian menggerutu kecil. "Aku tidak bisa tidur kalau tidak di nyanyikan lagu pengantar tidur."


Nick yang mendengar itu hanya bisa menutupi kedua telinganya. Pura-pura tidak dengar. Berbeda dengan Darren yang telah menyelami dunia mimpinya.


Jam telah menunjukkan pukul 1 dini hari.


Lexa terbangun dari tidurnya. Lantas langsung memeriksa keadaan cucu kesayangannya.


Di rasa baik-baik saja, Lexa mengedarkan pandangannya untuk mencari suaminya. Namun sayang, suaminya tidak ada sama sekali. "Mungkin sedang di balkon." Gumam Lexa. Setelah itu Lexa memutuskan untuk mencari suaminya.


Dengan langkahnya yang kecil Lexa berjalan keluar kamar. Kini Lexa tengah memakai baju tidur yang memiliki panjang di atas lutut.


Benar, sesuai yang Lexa duga, kini suaminyaย  sedang berada di balkon kamar dengan posisi memunggunginya. Di meja dapat Lexa lihat jika Elden tengah meminum-minuman beralkohol. Bahkan telah habis beberapa gelas.


"El."


Panggilan lembut itu membuat Elden langsung menoleh. "Apa aku membangun kan mu sayang?" Dengan suara yang lembut Elden mengatakannya.


Lexa menggeleng pelan. "Tidak sayang. Kamu tidak meganggu sama sekali." Jawab Lexa sambil berjalan mendekati suaminya. Setelah itu Lexa mengambil duduk di sebelah suaminya.


Suasana hening. Elden sibuk dengan pikirannya. Begitupun juga dengan Lexa.


"El jangan salahkan dirimu sendiri." Kini Lexa mulai berbicara. Pandangan yang semula lurus ke depan langsung beralih menatap wajah suaminya.


Elden yang mendengar itu hanya tersenyum. "Aku tidak menyalahkan diri ku sendiri sayang. Aku hanya sedang ingin sendiri dan menenangkan diri." Jawab Elden.


"El aku sudah mengenal mu. Kita bersama sudah lama."


Elden yang mendengar itu langsung menolehkan wajahnya. Buliran kristal jatuh membasahi kedua bola matanya. "Apakah ini balasan yang harus aku terima dari perbuatan yang aku lakukan pada Bram dulu?"


Lexa yang mendengar nama Bram langsung terdiam.


"Apakah ini balasan yang harus aku terima?"


Dengan kasar Elden langsung memukul kepalanya dengan menggunakan kedua tangannya. Pukulan keras dan kuat ia layangkan pada dirinya sendiri.


"El stop!" Bentak Lexa dan langsung bangkit menghampiri suaminya.


Dengan sekuat tenaga Lexa menahan kedua tanganย  Elden agar tidak memukul dirinya sendiri.


Elden yang sudah kelepasan langsung mendorong kasar tubuh Lexa hingga terbentur dinding.


"Aakh!" Rintih Lexa kesakitan. Dorongan Elden tidak main-main.


Elden yang melihat perempuan yang ia cintai terluka langsung terdiam. Kemarahannya langsung menguap entah kemana. "Maafkan aku. Maafkan aku sayang." Ujar Elden sambil bangkit dari duduknya. Tubuhnya yang tegap itu berjalan mundur. Namun beberapa langkah kemudian tubuhnya langsung luruh begitu saja. Rasa penyesalan dan bersalah menghantam dirinya. "Kau bodoh! Bodoh! Bodoh!" Umpat Elden pada dirinya sendiri. Kepalanya ia benturkan ke dinding beberapa kali hingga mengeluarkan darah.


Sontak saja Lexa yang melihat itu langsung terkejut. Dengan cepat Lexa langsung bangkit dan berjalan menghampiri suaminya. Rasa sakit di punggungnya akibat benturan tadi ia abaikan begitu saja.


Tanpa aba-aba Lexa langsung memeluk tubuh suaminya. "El stop. Jangan seperti ini El. Jangan melukai dirimu sendiri." Ujar Lexa dengan memeluk tubuh Elden.


"Maafkan aku. Maafkan aku." Lantas Elden langsung membalas pelukan istrinya. Tangisnya langsung pecah begitu saja.


Iya, selama ini Elden mengidap penyakit Self Harm dan juga psycopath. Dari dulu hingga sekarang.


Sungguh, Lexa yang melihat itu semua perasaanya terasa terluka. Tidak tau harus bagaimana lagi.


"Mommy mohon Garv, jangan pancing sosok Daddy mu yang dulu. Mommy tidak mau melihat sosok Daddy mu yang dulu." Kata Lexa di dalam hatinya.


***


Jangan lupa follow instagram mereka ya ๐Ÿค˜


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


@nickalbertreal


@raraagathareal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga ๐Ÿ˜Š


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana ๐Ÿ˜Š


Aku tunggu notif dari kalian ya ๐Ÿ˜Š Terimakasih teman-teman.. โค