
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Malam telah menjelang. Saatnya untuk keluarga besar Elden Crishtian untuk makan malam secara bersama-sama. Sudah dua tahun lamanya, Elden dan Lexa tidak makan bersama dengan anak bungsunya. Sedangkan anak pertamanya sedang mengurusi bisnisnya yaitu menjadi seorang Ketua Geng Mafia yang paling ditakuti di seluruh dunia. Bisa di bilang, berada di atas Geng Mafia Crowned Eagle. Garvin Crishtian namanya. Anak pertama dari Elden Crishtian.
Garvin Crishtian atau yang sering disapa Garv, adalah seseorang yang paling di takuti di seluruh dunia. Tidak ada yang berani menentangnya ataupun mencari masalah dengannya. Garvin berusia 30 tahun yang menceraikan seorang perempuan karena permasalahan masa lalunya.
Lexa bahkan tak habis pikir. Ternyata darah psycopath Elden turun kepada Garvin maupun Sean. Lexa heran, kenapa tidak ada yang menuruni sifatnya sama sekali?!
Kini, Sean, Dara, Elden dan Lexa sedang duduk, berkumpul di ruang makan.
Elden hanya menatap datar.
Dara tampak canggung dan tidak nyaman dengan suasananya.
Lexa yang tengah tersenyum senang dan bersemangat.
Sedangkan Sean hanya memasang wajah datar dan dingin dengan sesekali melirik sekilas ke arah istrinya yang terlihat tidak nyaman dengan suasana seperti ini.
Di meja makan besar dan mewah itu telah siap dengan berbagai macam makanan mewah yang memanjakan matanya.
Dara sampai dibuat ternganga tidak percaya saat melihat berbagai macam lauk yang telah tersedia di meja makan.
Makanan termahal di dunia sekarang terpampang nyata di kedua bola matanya. Ingin rasamya Dara memfotonya dan memabagikannya pada akun sosial media miliknya. Tapi kapan?
Dara benar-benar kagum dengan kedua orang tua Sean. Mereka adalah pasangan elite dengan kekayaan triliunan. Dara berfikir, kira-kira uang dengan jumlah sebegitu banyaknya, Mommy, Daddy dan Sean gunakan untuk apa? Untuk membeli apa? Itulah yang terbesit di otak kecilnya.
"Doa dimulai." Doa makan yang dipimpin oleh Elden, langsung dilakukan oleh Lexa, Sean dan Dara. Mereka langsung menunduk dan berdoa.
"Selesai." Kata Elden dengan datar dan dingin.
Dengan semangat empat Lima, Lexa langsung berkata "Ayo! Kita habiskan semuanya!"
Bahkan Dara sampai sedikit terkejut dengan hal yang dilakukan oleh Mommy-nya. Apa Mommy Sean selalu sampai seperti ini jika sedang bersemangat?
Dan Elden, Sean, Lexa serta Dara langsung makan dengan tenang. Memakan habis semua makanannya.
Maid dan para bodyguard yang melihat itu hanya menahan senyumannya.
Afi dengan setia berdiri di sudut ruangan. Menunggu panggilan jika diperlukan.
Sedangkan Roy sedang bertugas di gerbang pintu utama mansion.
Dara memakan makanannya dengan pelan dan berusaha merasakan nikmatnya dan enaknya mekanan mahal itu.
Terasa enak dan lezat. Tapi, entah kenapa, Dara merasa aneh. Seperti ada sesuatu yang aneh dengan semua ini. Sedangkan Sean tetap anteng memakan makanannya.
Selama tiga puluh menit itu, mereka sibuk dengan makanannya masing-masing. Hingga, akhirnya Dara bisa nernafas lega setelah selesai memakan makanannya hingga abis tidak tersisa.
"Apakah enak?" Tanya Lexa dengan bibir yang tersungging di bibirmya.
Dara mengangguk malu. "Iya Mom. Makanannya sungguh enak sekali. Aku sangat menyukainya."
Lexa tersenyum lega. "Syukurlah jika enak. Oh iya, kita kumpul di ruang keluarga setelah ini."
"Iya Mom." Jawab Dara.
Sean langsung menggeleng, tidak terima. "Tidak sesuai dengan perjanjian Mom. Kata Mommy, Mommy akan pulang jika telah selesai makan malam." Ujar Sean dengan wajah yang ditekuk kesal.
Lexa yang mendengar itu langsung berkaca-kaca. "Apakah anak Mommy sekarang mengusir Mommy?" Kata Lexa dengan wajah yang dibuat bersedih. Ekting yang dibuat-buat oleh Lexa sukses membuat Elden, suaminya langsung menatap tajam wajah Sean.
"Apakah kamu ingin Daddy, tusuk menggunakan pisau lagi Son? Seperti dulu." Kata Elden dengan penuh ancaman.
Sean memutar kedua bola matanya malas. Lagi-lagi Mommy-nya berakting seperti itu. Apa Daddy-nya tidak menyadari jika Mommy-nya sekarang sedang berakting?
"Ya, ya, Mom. Terserah Mommy."
Lexa mendengar nada pasrah dari anaknya langsung merasa senang. Suaminya memang the best.
"Dara, ikut kumpul juga ya." Kata Lexa dengan tersenyum manis.
"Iya mom." Jawab Dara.
Setelah itu, Elden langsung bangkit dari tempat duduknya. "Daddy ke toilet dulu."
"Iya Dad." Jawab Sean dan Dara.
Setelah itu Sean bangkit dari tempat duduknya dan bersihkan beberapa sisa makanannya di mulutnya dengan menggunakan tisu yang telah disediakan. Lalu, Sean membantu istrinya dengan mendorong kursi rodanya. Sedari tadi, istrinya makan dengan duduk menggunakan kursi rodanya.
Sedangkan Lexa langsung pergi ke arah dapur.
"Apakah kamu merasa tidak nyaman dengan kedua orang tuaku?" Tanya Sean sambil mendorong kursi roda istrinya.
🐙🐙🐙
Sementara itu, Lexa sedang menyiapkan dua gelas minuman. Minuman milk shake strawberry.
Lexa tersenyum senang ketika membuatnya.
Sebentar lagi rencana pasti akan berhasil.
Sedangkan maid yang berada di sebelah Lexa merasa merinding sendiri. Ada apa dangan kedua orang tua bos mereka? Kenapa tampak menyeramkan seperti ini?!
Setelah itu Lexa mengeluarkan sebuah serbuk obat dalam plastik kecil.
Sontak saja hal tersebut membuat maid itu langsung terkejut.
"Itu apa nyonya?"
"Hstt.. ini rahasia. Jadi kamu bisa minggir terlebih dahulu." Titah Lexa dengan tersenyum simpul penuh arti. Membuat maid tersebut langsung menunduk patuh.
Dimasukkannya serbuk obat itu dalam satu gelas minuman yang akan ia kasih kan Sean dan Dara. Minuman yang berisi serbuk obat itu akan ia berikan untuk Dara. Dara, pasti akan semangat untuk melakukannya. Sedangkan Sean pasti akan terpancing bagaikan kucing yang diberikan sebuah ikan tuna.
Namun, saat dirinya tengah asik mengaduk minumannya, tiba-tiba Lexa merasakan sebuah pelukan possesive di pinggangnya. Siapa lagi jika bukan Elden, suaminya. Laki-laki yang sekarang bertekut lutut padanya dan menurut sekali padanya. Bahkan Lexa tidak menyangka jika Elden, laki-laki psycopath bisa sepatuh itu pada dirinya.
"Jadi kamu tadi menelfon Nanik untuk meminta beli obat itu sayang?" Ujar Elden dengan mengendus seduktif tengkuknya.
Lexa mengangguk. "Iya sayang. Dengan ini pasti Dara mau melakukannya."
"Sepertinya, anak kita tidak seperti ku yang bisa membuat istrinya ketagihan."
Lexa menghela nafasnya kasar ketika merasakan tangan nakal suaminya. "Elden mau aku beri tonjokan atau tidak ada jatah sama sekali?"
Elden langsung menghentikan apa yang ia lakukan. Ancaman yang sangat menakutkan untuk Elden. "Iya sayang. Iya. Kamu menang."
Huftt..
Tolong beri tau Elden, bagaimana caranya agar menang dari istrinya seperti Lexa yang selalu galak padanya.
"Ayo kita kesana Elden. Kamu yang membawa minumannya. Yang ada buah strawberry-nya itu untuk Dara. Sedangkan yang tidak ada buah strawberry-nya untuk anak kita karena itu tidak ada obatnya sama sekali."
Elden mengangguk mengerti.
Lexa dan Elden pun berjalan bersama-sama menuju ruang keluarga.
🐗🐗🐗
Dara duduk di sofa dengan nyaman. Tadi, Sean membantunya untuk mendudukkan dirinya di sofa.
Kini mereka duduk bersebelahan dengan Sean yang tengah sibuk menonton berita. Dara baru menyadari, jika suaminya gemar menonton berita.
"Hai, mommy buatkan minuman spesial untuk kalian. Minuman khusus untuk pengantin baru." Ujar Lexa dengan penuh semangat lalu duduk di sofa. Sedangkan Elden langsung meletakkan minumannya di meja. Lexa yang melihat itu langsung melotot galak. Seharusnya Elden langsung memberikan minumannya itu ke Sean dan Dara. Bukan malah diletakkan di meja seperti itu!
Sean langsung mengambil kedua minuman itu.
"Kamu mau yang mana sayang?" Tanya Sean ke istrinya.
Dara yang tidak terlalu suka dengan buah strawberry yang tidak di olah, lantas memilih minuman yang polos tanpa hiasan buah strawberry. Perutnya juga sudah terasa penuh karena makan malam tadi. Dara seperti khilaf ketika melihat makanan yang enak menggiurkan itu.
"Aku yang ini saja." Jawab Dara lalu diambilnya minuman itu dari tangan Sean dan diminumnya.
"Terimakasih mommy. Minumannya lezat sekali."
Sedangkan Sean langsung meminum habis minumannya. Bahkan memakan habis buahnya.
"Thank you Momm."
Namun Sean merasakan sesuatu yang aneh.
Kenapa minumannya terasa aneh dimulutnya?
Lexa yang melihat itu ternganga tidak percaya. Kenapa minumannya malah jatuh ke anaknya sendiri?!
Elden hanya menatap takut wajah istrinya yang mulai terlihat memerah menahan amarahnha dan menatap dirinya tajam.
Elden merasakan siksaan akan menantinya.
Tiga bulan tiada jatah, bagaikan sayur tanpa garam!
Shitt! Kenapa sial sekali?!
***
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤