My Possesive Husband

My Possesive Husband
214. GAGAL LAGI! (Extra Part 5)


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Dua Bulan kemudian..


Sekarang usia Kenzo telah menginjak usia ke dua bulan.


Seperti biasa Sean kini tengah sibuk menggendong Kenzo yang terus menangis di ruang keluarga. "Diam lah baby boy." Titah Sean dengan tegas. Namun, Kenzo tidak menuruti titah tegas sang Daddy.


"Jangan di bentak seperti itu hubby. Kenzo akan takut pada mu." Ujar Dara dengan membawa sebotol susu ASI dari arah dapur. "Ini susunya." Dengan sigap Sean langsung menerima susu itu. "Aku akan menyiapkan makanan buat hubby dulu." Tambah Dara lagi yang di angguki Sean. "Oke sayang. Jangan lama-lama."


"Iya hubby." Jawab Dara dengan berjalan menuju ke arah dapur.


Setelah kepergian istrinya, lantas Sean menyusui Kenzo. Kenzo yang awalnya menangis langsung terdiam ketika di beri susu oleh Daddy nya. "Kenapa tidak sedari tadi saja kamu diam boy." Ucap Sean sambil menatap wajah anaknya yang mulai tertidur lagi. "Apa kamu menangis karena kehausan tadi?" Tanya Sean pada dirinya sendiri. "Sepertinya iya." Jawab Sean sendiri.


Setelah kelahiran Kenzo waktu itu, dan setelah keadaan istrinya membaik, Sean dan Dara di ijinkan untuk pulang. Dengan di bantu Mommy serta Daddy nya Sean mengemasi barangnya waktu itu. Untung saja sahabat-sahabatnya juga mau membantunya. Jadinya Sen tidak terlalu ribet untuk mengurusnya.


Selama hampir dua bulan lamanya, Lexa selalu membantunya untuk merawat Kenzo. Mulai dari mandi, memakai pakaian hingga tertidur kembali.


Dan selama itu pula Sean telah berhasil dalam mempelajari tata cara menggendong bayi yang baik dan benar, takaran membuat susu dan juga mengganti popok bayi. Sean semakin bangga dengan apa yang ia lakukan. Ingin rasanya Sean berkata ke seluruh dunia jika dirinya adalah seorang ayah yang hebat.


Kenzo yang telah tertidur lantas Sean tidurkan di tempat tidur bayi yang terdapat di ruang keluarga.


"Hstt.." Dengan sebuah isyarat Sean memanggil baby sister pribadinya. "Kau jaga Kenzo. Aku ingin pergi ke dapur dulu." Ucap Sean yang di angguki oleh Baby sister tersebut.


Dengan langkahnya yang tegas Sean berjalan ke arah dapur.


"Sean, siapa yang menjaga anak kita?" Tanya Dara dengan mencuci kedua tangannya di wastafel.


"Kenzo sedang bersama baby sister nya sayang. Jadi kita bisa bersenang-senang sekarang." Ucap Sean dengan memeluk pinggang istrinya dari belakang. "Kita sudah lama cuti sayang. Apa kamu tidak ingin bermain dengan ku lagi di atas ranjang? Aku ingin membuat proyek baru lagi. Proyek ganda putri." Bisik Sean seduktif dengan mengecup leher jenjang istrinya.


"Hubby! Ini di dapur. Nanti ada maid yang melihatnya." Dengan suara yang tertahan Dara mengatakannya.


"Tidak apa-apa sayang. Mereka tidak akan berani membicarakan kita di belakang." Sean yang tidak mau menyerah lantas membalik tubuh istrinya agar berhadapan dengan dirinya. Lalu tanpa aba-aba Sean mengangkat tubuh mungil istrinya.


Dara memekik terkejut. "Turunin Sean! Ini tidak lucu." Ucap Dara dengan tegas. Namun tidak di gubris sama sekali oleh suaminya.


"Aku sedang tidak bercanda sayang." Jawab Sean dengan suara yang terdengar berat. Dari kedua bola matanya Dara tau jika suaminya sedang dilingkupi hawa nafsu.


Setelah itu Sean mendudukkan istrinya di atas meja makan. Sean siap mulai aksinya.


Perlahan tapi pasti Dara mulai memejamkan kedua matanya. Sedangkan Sean mulai memiringkan kepalanya untuk mencium bibir istrinya.


Satu..


Sedikit lagi..


Ti...


"Maaf tuan.."


"Shitt!" Sean mengumpat kasar. Sedangkan Dara langsung turun dari meja dan merapikan pakaiannya. Wajahnya memerah, malu.


"Ada apa kau kesini?!" Bentak Sean. Padahal sedikit lagi Sean akan memulai proyeknya.


"Tuan muda Kenzo menangis. Sudah di beri ASI tapi tidak kunjung diam juga." Ujar maid berusaha menjelaskan. Kepalanya menunduk takut.


Dara yang mendengar itu lantas segera berjalan. "Terimakasih sudah memberitahunya." Kata Dara. "Ayo ikut aku." Ajak Dara.


Maid itu langsung bernafas lega. "Baik nyonya."


Sedangkan Sean yang melihat itu langsung mengumpat kasar. Untuk kesekian kalinya Sean gagal dalam melakukan proyek barunya.


"Sial! Sial! Sial!"


Ingin rasanya Sean menembak kepala baby sister itu dengan menggunakan pistol kesayangannya.


Akan tetapi jika Sean melakukannya, siapa yang akan membantu mengurusnya?


***


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


@nickalbertreal


@raraagathareal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤