
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. ππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku π€
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya π
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata π€
Happy Reading
***
Setelah acara makan siang berdua di kantor Sean, kini Dara tengah asik rebahan di sofa ruang kerja suaminya dengan sibuk memainkan ponsel miliknya.
Jemarinya tidak ada henti-hentinya untuk terus mensecroll ke bawah. Kedua bola matanya terlihat serius dengan apa yang ia lihat sekarang.
Berbeda dengan Sean. Pandangan Sean sesekali tidak luput dari istrinya. Kedua bola matanya sesekali bergerak memperhatikan istrinya yang tengah anteng dengan ponselnya.
Tok Tok Tok
Pintu ruangan diketuk. Membuat Dara yang semula fokus dengan ponselnya langsung teralihkan berganti menatap pintu ruang kerja suaminya. Setelah itu Dara memutuskan bangun dari posisinya dan duduk dengan sedikit membenahi penampilannya yang sedikit berantakan. Takut jika ada orang yang berfikir aneh-aneh tentangnya dan suaminya.
Tap Tap Tap
Terdengar suara derap langkah berjalan masuk kedalam ruangan. Terlihat perempuan yang memiliki tinggi semampai berjalan masuk kedalam ruangan. Langkahnya terhenti tepat di depan meja kerja suaminya. Berdiri berada di tengah-tengah yang posisinya tidak jauh dari Dara. Hal ini sukses membuat kedua bola mata Dara membulat nyaris sempurna. Begitu terkejut dengan kehadiran orang tersebut. Tubuh Dara mematung melihatnya. Apakah ada yang salah dengan penglihatannya sekarang? Bukankah perempuan di depannya itu adalah Raya? Tapi, Raya kan sudah tiada. Bahkan Dara waktu itu juga ikut melihat dengan mata kepalanya sendiri jika Raya telah meninggal dunia dengan bunuh diri. Lantas, siapa perempuan ini? Apakah itu Raya? Ataukah orang yang kebetulan mirip dengan Raya? Tapi, tidak ada yang namanya sebuah kebetulan di dunia ini. Ini pasti sudah direncanakan. Entah dari tangan Tuhan atau tangan dari orang lain.
Jemari Sean mengepal kuat. Tatapannya menajam dengan rahang yang mulai mengetat. Bahkan otot-otot di tangannya terlihat menonjol. Bukti jika Sean sekarang tengah menahan kemarahannya.
"Ada apa kau disini?" Ujar Sean dengan suaranya yang dingin.
Tunggu sebentar? Jadi selama ini suaminya sudah pernah bertemu dengan perempuan ini. Tapi kenapa suaminya tidak pernah menceritakannya?
"Sebentar Sean. Dia siapa?" Tanya Dara dengan menatap wajah suaminya dengan bertanya-tanya. Dengan sesekali menatap perempuan yang berwajah mirip dengan Raya, sahabatnya. "Semoga dia bukan Raya." Ucap Dara dalam hatinya. Merafalkan doa berkali-kali agar perempuan yang dihadapannya itu bukanlah Raya.
"Aku tidak mengenalnya sayang." Jawab Sean dengan bangkit dari duduknya. Lalu, Sean berjalan mendekati istrinya yang tengah berdiri dengan menatap galak wajahnya.
Alice tersenyum tipis mendengarnya. "Kenalkan namaku Alice." Kata Alice dengan memandang tidak suka ke arah Dara. Jadi ini yang namanya sahabat? Mana ada sahabat yang berani menikung kekasih sahabatnya sendiri? Apalagi sampai menikahi mantan kekasih sahabat sendiri.
Dara yang mendengar suara itu langsung menoleh dan menatap wajah Alice. "Alice? Bukankah kau adalah..."
Deg
Dara masih mengingat betul wajah itu. Meskipun Dara dulu jarang melihatnya, tapi Dara masih mengingat betul wajah itu.
Sedangkan disisi lain kini Elden tengah duduk di ruangan kerja miliknya. Yaps, sekarang Elden tengah berada di perusahaan miliknya.
Pintu ruangan terbuka.
"Kau sungguh lama sekali Garvin. Apakah Daddy harus bilang berkali-kali lagi jika Daddy tidak suka di buat menunggu?" Sarkas Elden dengan menegakkan tubuhnya. "Kau terlambat 1 menit 45 detik." Tambahnya lagi.
Garvin hanya menatap datar wajah Daddynya. Tidak ada sepatah kata yang keluar dari bibirnya. Hanya ada tatapan dingin yang menusuk. Selain itu tidak ada lagi.
Lantas, Garvin berdiri tepat di depan Daddynya yang tengah memijat pangkal hidungnya.
"Apakah kau tidak ingin menyapa Daddymu son?" Tanya Elden dengan menatap wajah Garvin. Kini tatapan Elden telah berganti. Tidak sedingin dan sesinis tadi. Sekarang berubah menjadi tatapan penuh harap dengan tatapan penuh kerinduan. "Apakah kau tidak ingin memeluk Daddymu?" Tanya Elden lagi. Namun tidak ditanggapi sama sekali oleh Garvin.
Elden tersenyum miris melihatnya. "Baiklah jika itu maumu son." Kata Elden dengan mengalihkan pandangamnya agar tidak menatap wajah Garvin. Jika boleh jujur, ada perasaan sakit dan sedih melihat tingkah Garvin yang sekarang. Namun, Elden menutupinya dengan ekspresi wajahnya yang terlihat baik-baik saja seperti tidak terjadi apapun. (Ada yang pernah seperti ini? Author malah cenderung orang yang seperti ini π)
"Daddy memerlukan bantuan mu." Ucap Elden yang memulai pembicaraan serius.
Alis Garvin terangkat sebelah. Tumben sekali Daddynya memerlukan bantuannya. "Apa itu?" Tanya Garvin dengan menatap wajah Daddynya.
"Ajari Dara untuk mahir menggunkan pistol."
Garvin seketika terkejut mendengar perkataan Daddynya tadi. Akan tetapi keterkejutannya hanya berselang beberapa detik lalu berubah seperti awal lagi yaitu Garvin kembali memasang wajahnya yang datar lagi. "Kenapa harus aku? Bukankah Dara sudah memiliki suami?" Ucap Gravin dengan bersedekap dada. Otaknya kini sedang berfikir. Apakah ada sesuatu yang sedang direncanakan oleh Daddynya?
Lalu, jari telunjuk Elden mengetuk pelan meja kerjanya hingga menciptakan sebuah intonasi nada yang indah. "Hanya kau yang bisa Daddy percaya. Daddy tau jika selama ini kau sudah tau dengan apa saja yang sudah di alami oleh Sean dan istrinya. Jadi Daddy mempercayaimu. Untuk sekarang Daddy juga tidak bisa mempercayai orang lain begitu saja. Harus ada bukti yang nyata untuk membuat Daddy percaya. Dan saat ini bantuan mu sangat di butuhkan. Apalagi kau adalah orang sangat cerdas sekaligus orang yang bisa diandalkan. Kau sangat cocok jika di jadikan sebagai pelatih yang mengajar tembak-menembak. Jadi Dara tidak memperlukan waktu yang banyak untuk belajar tembak-menembak." Jelas Elden dengan panjang, lebar. Padahal sebelumya Elden di juluki sebagai laki-laki dingin yang irit bicara. Tapi lihat sekarang? Elden kini berubah. Namun hal itu terjadi jika hanya bersangkutan dengan keluarga atau orang yang ia sayangi. Meskipun perubahannya sedikit. Tapi setidaknya ada perubahan yang membuat pembaca ikut andil dalam memecahkan teori-teori yang ada di dalamnya. "Jadi apa jawaban mu son?"
Sebuah seringai menakutkan tersungging di bibir Garvin. "Baiklah aku akan membantunya."
***
LIHAT DAN TELITI BAIK-BAIK FOTONYA π
- ANGGOTA MAFIA THE KING OF BLOOD π GENG MAFIA PENGUASA DUNIA (BISNIS GELAP)
Kalau di anggota Geng Mafia The King Of Blood, kalian lebih oleng ke siapa gais?π
- Anak dari GENG MAFIA CROWNED EAGLEπ Tebak yang menjadi RAHASIA itu anak dari siapa?π²π Dan entah kenapa, di IG aku banyak yang pada oleng anak Nickπ Yuk komen disini. Kalian lebih oleng ke siapa?π
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya π
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga π
instagram: @fullandari
Aku tunggu notif dari kalian ya π Terimakasih teman-teman.. β€