
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Pagi telah menjelang. Sang surya telah terbit menyinari bumi. Namun hal itu tidak membuat seseorang yang tertidur di atas tidurnya merasa terusik. Masih asik tengkurap dengan memeluk bantalnya yang bau karena ilernya.
"Hubby, cepat bangun. Ini sudah jam 6 pagi." Ujar Dara dengan mencepol rambutnya asal.
Entah sudah berapa kali Dara mengatakannya dan entah sudah berapa kali Dara telah mencoba untuk membangunkan suaminya. Tapi tetap saja hal itu tidak berpengaruh pada suaminya. Hanya protesan lirih dan leguhan pelan yang menjadi respon suaminya.
"Hubby, bangun. Ini sudah pagi. Apa kamu tidak bekerja hari ini?" Ucap Dara dengan berdiri di sisi ranjang dengan kedua tangan yang dilipat di depan dadanya. Dara menggeleng pelan. Entah sejak kapan, suaminya sekarang sulit dibangunkan seperti ini.
Sean menghela nafasnya pelan. Dengan perlahan tubuhnya berbalik dan terlentang. "Ini masih jam 6 pagi sayang. Belum jam 8 pagi." Ujar Sean dengan kedua bola mata yang masih terpejam. Sebegitu mengantuknyakah suaminya?
Lalu, dengan perlahan Dara duduk di sisi ranjang. Ditatapnya wajah tampan yang terlihat tenang seperti bayi. "Wajah bebelac, badan L-men." Lirihnya pelan dengan senyuman yang tersungging di bibirnya.
Sean tersenyum mendengar perkataan istrinya itu. "Iya aku tau kalau aku baby face dan tampan. Dan aku menyadari itu. Sampai-sampai membuat istriku tidak bisa berpaling dari wajahku." Ucap Sean dengan penuh percaya dirinya. Setelah itu, diusap dengan pelan salah satu matanya karena terasa gatal. Dengan perlahan kedua pelupuk matanya mulai terbuka. Sebenarnya sedari tadi Sean telah terbangun dari tidurnya. Hanya saja, Sean masih terlalu malas untuk turun dari ranjangnya.
Wajah Dara langsung merona malu. Suaminya memang benar-benar suka menjahilinya. "Bangun sayang." Titah Dara dengan suara yang terdengar tegas.
"Hm." Gumam Sean dan segera menyibak selimut yang sedari tadi menutupi tubuhnya yang tidak memakai baju. Hanya memakai celana boxer.
Lantas, Dara langsung bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah jendela guna untuk membuka jendela kamarnya.
Klik
Jendela besar itu langsung terbuka ketika Dara memencet sebuah tombol berwarna hitam di remot otomatis.
Setelah itu Dara meregangkan tubuhnya sejenak. Menghirub udara segar yang mulai masuk ke dalam kamarnya.
Sedangkan Sean menyugar rambutnya pelan. Hari ini Sean akan pergi ke kantor untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang selama ini ia tinggalkan. Ada beberapa dokumen yang harus ia baca dan harus ia tanda tangani.
Dengan langkah gontainya Sean segera pergi ke kamar mandi. Sean akan mandi dan segera bersiap-siap untuk bekerja.
Lain halnya dengan Dara.
Dara kini tengah sibuk membereskan kamarnya. Di lapnya satu-persatu kaca jendela kamarnya agar terlihat lebih bersih dan agar tidak ada debu sama sekali.
Setelah di rasa bersih dan tidak ada debu di jendela kamarnya, maka Dara segera beralih ke meja rias dan beberapa meja lainnya yang berada di dalam kamarnya.
Dara membersihkan kamarnya sendiri. Dara tidak ingin ada campur tangan dari orang laij ketika membereskan barang-barang pribadjnya. Kecuali dalam keadaan mendadak. Maka Dara mengijinkan mereka untuk membersihkannya.
Ngomong-ngomong, sekarang Dara sudah jarang sekali mengobrol dengan Roy. Semenjak peristiwa malam itu terjadi, Roy seakan-akan menghindarinya.
"Hufftt.." Dara menghela nafasnya pelan.
"Kau kenapa sayang?" Tanya Sean yang sudah berdiri dibelakang istrinya dengan menggunakan handuk yang melingkar dipinggangnya.
Dara menoleh dan menatap suaminya.
Dara tertegun sejenak ketika melihat dada bidang dan roti sobek milik suaminya. "Singkirkan pikiran kotormu Dara!" Ujar Dara dalam hati. Wajahnya langsung merona malu. Kenapa sekarang dirinya merasa salah tingkah?!
Setelah itu Dara langsung membuka almari pakaiannya. Menyiapkan pakaian yang akan di gunakan suaminya.
Sekarang telah menunjukkan pukul 07.15 pagi.
Sean berjalan mengikuti langkah istrinya di belakang. Istrinya benar-benar tidak pandai dalam menyenbunyikan perasaan.
Dipeluknya tubuh istrinya dari belakang. "Ceritakan padaku sayang." Bisik Sean seduktif di telinga Dara.
"Sean geli." Protes Dara ketika merasakan hembusan nafas di telinganya. Telinga adalah tempat paling sensitif bagi Dara.
Dengan gemas Sean mengecup leher jenjang istrinya yang terekpos sempurna.
Cup
"Harum dan enak." Ujar Sean dengan tersenyum.
"Jangan memulainya Sean." Kata Dara dengan suaranya yang tegas, tak terbantah. "Ingat, sebentar lagi kamu harus pergi bekerja."
Sean mengalah dengan melepas pelukannya. Mendengar perkataan istrinya yang tegas membuat Sean lebih memilih mengalah.
Dengan langkah mungilnya Dara segera berjalan dan meletakkan pakaian suaminya di atas ranjang.
Sedangkan Sean hanya berjalan mengikuti istrinya dari belakang. Bagaikan anak itik yang mengikuti induknya.
Dara langsung berbalik dan menghadap ke suaminya. "Cepat pakai pakaian mu hubby." Titah Dara dengan menekan perkataannya di setiap katanya.
Oke. Sepertinya mood istriku sedang tidak baik.
"Iya sayang." Jawab Sean patuh dan segera memakai pakaian kantornya.
"Hufft.. sabar Dara." Lirih Dara dengan mengusap dadanya.
"Aku akan ke dapur dulu hubby." Ijin Dara dan segera berjalan keluar menuju dapur.
Setelah kepergian istrinya, Sean langsung duduk di atas ranjang. Ada satu hal yang belum Sean ceritakan ke istrinya yaitu tentang dalang dibalik kegugurannya. Apakah Sean juga harus menceritakannya sekarang? Tapi sekarang bukanlah waktu yang tepat. Mengingat bagaimana respon istrinya semalam ketika dirinya menceritakan tentang masa lalunya. Sean tidak ingin membuat istrinya terluka lebih dalam lagi. Sean akan menyelesaikannya semuanya dengan tangannya sendiri.
Drrttt
Ponselnya berdering. Disana ada sebuah pesan yang dikirim oleh Darren.
Darren : Jam 7 malam aku akan menemuimu di kantor. Ada informasi penting mengenai Derrick.
Lantas, Sean segera membalas pesan itu.
Sean : Ok.
Singkat, padar dan jelas.
"Jernihkan pikiran mu Sean. Kau harus segera menyelesaikan semuanya satu persatu." Ujar Sean pada dirinya sendiri.
***
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤