My Possesive Husband

My Possesive Husband
211. AKU INGIN JUGA SAYANG (Extra Part 2)


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. πŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku πŸ€—


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata πŸ€—


Happy Reading


***


Hari ini Sean dan Dara sudah di ijinkan untuk pulang dari rumah sakit.


Dara yang sudah bisa duduk, tidur miring dan mulai bisa berjalan pelan hal itulah yang membuat Dara sudah di ijinkan untuk pulang.


"Hubby apa kamu serius kalau kita akan pulang ke mansion?" Tanya Dara dengan perasaan yang ragu. Ada perasaan takut ketika akan kembali ke mansion.


Siapa yang tidak takut kalau akan kembali ke tempat dimana nyawa pernah menjadi taruhannya. Sean yang mengerti kegelisahan dan ketakutan istrinya lantas berjalan menghampiri Dara. "Kamu tidak perlu takut sayang. Aku akan menjaga mu. Tidak hanya aku. Daddy, Nick, Damian, Darren dan yang lain akan menjaga mu. Jadi jangan takut oke?Kamu akan baik-baik saja. Aku janji itu." Ujar Sean meyakinkan istrinya.


Dara mengangguk ragu. "Baiklah. Aku percaya pada mu hubby." Jawab Dara dengan kepala yang menunduk lesu.


Dipeluknya tubuh istrinya itu dengan sayang.


"Sean, apakah peristiwa yang terjadi kemarin ada kaitannya dengan Garvin, kakak kamu?" Tanya Dara dengan membalas pelukan suaminya. Kepalanya mendongak untuk menatap wajah tampan suaminya.


Sean menggeleng, tidak yakin. "Aku tidak tau sayang. Aku tidak bisa menyimpulkan apakah Garvin terlibat atau tidak. Hanya saja anak buah yang di bawah Derrick kemarin adalah anak buah Daniel Aeron. Dia adalah anggota Mafia The King Of Blood sekaligus sahabat dari Garvin." Ujar Sean menjelaskan. Tangannya yang besar itu merapikan beberapa helaian rambut istrinya yang sedikit berantakan.


"Daniel Aeron?" Ucap Dara mengulangi perkataan suaminya.


"Iya sayang. Daniel, anggota termuda di Geng Mafia itu. Dia berusia 25 tahun."


Dara terperangah di buatnya. Mulutnya terbuka kecil membentuk huruf "o" . "Bagaimana bisa dia menjadi seorang anggota Mafia di usia mudah seperti itu Sean? Apakah orang tuanya tidak melarangnya?" Kini jiwa penasaran Dara mulai meronta-ronta. Ingin rasanya bertanya langsung pada orangnya tapi sayang, orang yang di tanya bukan orang yang bisa di anggap remeh.


Sean mengangguk. Lalu Sean melepas pelukannya di tubuh mungil istrinya. Setelah itu Sean menarik sebuah kursi agar duduk berhadapan dengan istrinya. "Usia bukan menjadi hal masalah bagi Dunia Mafia sayang. Selama dia mempunyai skill dan kemampuan yang sangat hebat dia bisa masuk ke dalam Dunia Mafia." Jawab Sean menjelaskan.


"Apakah Daniel punya orang tua?" Tanya Dara lagi sambil menyisir rambutnya yang sedikit berantakan agar terlihat rapi.Tiba-tiba pertanyaan itu terbesit di dalam hatinya.


Sean menggeleng. "Menurut informasi yang aku dapat, Daniel tidak mempunyai orang tua sayang. Dia tumbuh dan besar di sebuah panti asuhan di Bangkok." Jawab Sean.


"Apa?! Daniel tumbuh dan besar di panti asuhan di Bangkok?!" Dara begitu terkejut denganΒ  perkataan suaminya tadi. "Bagaimana bisa dia sampai kesini?"


Sean yang melihat ekspresi menggemaskan dari istrinya lantas mencubit gemas kedua pipi istrinya. "Bisa saja sayang. Jika sudah menjadi takdirnya ya bagaimana lagi?"


Dara mengangguk. "Iya juga ya hubby."


"Banyak yang mengatakan jika Daniel sangat menyayangi orang yang berada di panti asuhan. Tapi sesuatu hal besar terjadi."


"Sesuatu hal besar apa hubby? Please, jangan setengah-setengah cerita hubby. Aku sudah penasaran sekali." Ucap Dara dengan nada yang merajuk lucu.


"Aku tidak tau detailnya sayang. Mencari informasi seseorang seperti mereka sangat sulit." Jawab Sean menjelaskan.


"Iya hubby. Aku tau itu. Tidak bisakah kau mencari taunya untuk ku? Aku begitu penasaran tentang Daniela dan kawan-kawannya."


Sean yang mendengar permintaan istrinya lantas megenggam kedua tangan istrinya. "Ada kalanya kita tidak mencari sesuatu hal yang tidak perlu kita ketahui sayang. Misalnya kita mencari tau untuk memuaskan rasa penasaran kita. Tidak semuanya rasa penasaran kita akan membawa pengaruh hal yang positif bagi kita. Jadi, kita lihat-lihat dulu sayang untuk memuaskan rasa penasaran kita. Daniel bukan orang sembarangan. Bisa saja dia mengetahui pergerakan kita dan akan merencanakan sesuatu hal yang diluar nalar pikiran kita. Apalagi Daniel adalah salah satu anggota yang mempunyai IQ tertinggi di antara anggota yang lain yaitu IQ 200."


"Wahhh! Hebat! Apakah dia tidak mempunyai kekasih?"


Tuhkan Dara semakin penasaran.


Lagi dan lagi Dara terkejut di buatnya. "Berarti Daniel dan Darren pernah satu sekolah?"


Sean mengangguk. "Bukankah usia Darren 20 tahun sedangkan Daniel 25 tahun? Apakah mereka ikut kelas berbakat?"


"Aku tidak tau detailnya sayang."


"Oek.. Oek.. " Suara tangisan bayi langsung membuat Sean bangkit dari duduknya dan segera berjalan mendekati tempat tidur anaknya. "Utu.. Utu.. anak Daddy sudah bangun." Ujar Sean dengan ekspresi yang...... Ya kalian bisa membayangkan sendiri bagaimana ekspresi wajah Sean sekarang.


"Sepertinya dia haus sayang." Ucap Sean dengan menggendong anaknya. Badannya ia ayun-ayunkan ke kanan dan ke kiri agar anaknya berhenti menangis. Jiwa-jiwa hot Daddy Sean mulai terlihat.


"Bawa kemari Hubby. Aku akan menyusuinya." Ujar Dara dengan melepas beberapa kancing bajunya.


Dengan patuh Sean menghampiri istrinya dan menyerahkan anaknya ke dalam gendongan istrinya.


Dan benar saja, anaknya langsung terdiam ketika diberi ASI. "Sayang aku ingin juga." Ucap Sean dengan memasang wajah memelas. Sean juga ingin merasakannya juga.


"Ini untuk Kenzo Sean. Kamu sudah besar." Kata Dara menanggapi perkataan suaminya.


"Hufft." Sean menghela nafasnya kasar. "Aku bayi besar sayang. Dan aku juga haus seperti Kenzo. Aku ingin meminum langsung dari sumbernya." Dengan ekspresi tak berdosa Sean mengatakannya. (Sean kamu berdosa bgtπŸ˜­πŸ˜‚)


Sungguh ingin rasanya Dara mengigit bibir suaminya itu. Bagaimana bisa suaminya yang sudah berumur itu meminta ASI padanya?


"Sisakan sedikit untuk ku." Sean tidak berhenti untuk memintanya.


"Hubby, jika kamu terus mengatakannya maka aku akan ngembek pada mu selama 5 bulan. Dan selama 5 bulan itu tidak ada yang namanya nina Bobo bareng."


Ancaman itu sontak saja membuat Sean langsung bungkam. "Iya sayang. Aku diam."


Untung saja yang meminum ASI itu adalah darah dagingnya sendiri. Jika bukan, Sean tidak bisa membayangkan apa yang akan ia lakukan.


***


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🀘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


@nickalbertreal


@raraagathareal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❀