My Possesive Husband

My Possesive Husband
97. SENSITIF?


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Hari ini Sean dan Dara sangat bahagia. Bahagia yang tidak pernah mereka berdua rasakan sebelumnya.


Sean yang bahagia karena dengan perlahan mulai berdamai dengan masa lalunya. Dan mulai melupakan masa lalunya, sedangkan Dara yang bahagia karena Sean mau membuktikan cinta dan sayangnya padanya.


Hari ini akan Sean dan Dara catat sebagai hari kebahagiaan dan sebagai awal permulaan hubungannya.


Malam telah menjelang. Matahari telah terbenam dan digantikan oleh bulan yang menerangi bumi. Bintang bertaburan indah menghiasi malam. Kini mereka berdua tengah asik duduk santai di atas tempat tidur dengan Dara yang bersandar ke dada lebar milik suaminya.


"Aku bahagia sekali hari ini hubby." Ucap Dara dengan tersenyum cantik.


Sean yang mendengar perkataan istrinya langsung tersenyum. Didekapnya dengan sayang tubuh mungil istrinya. Lalu dikecupnya dengan singkat puncak kepala istrinya itu. "Aku juga bahagia karna mu sayang."


Dara yang mendengar perkataan suaminya itu langsung bergerak dan menatap wajah suaminya. "Kenapa bahagia karna ku hubby? Kenapa hubby? Kok bisa? Apa alasannya hubby?" Tanya Dara dengan semangat empat lima. Dara benar-benar suka jika sedang berbicara seserius seperti ini.


Sean yang mendengar rentetan pertanyaan yang keluar dari bibir mungil istrinya, langsung tertawa renyah. "Apa sekarang istriku berubah menjadi wartawan?" Ujar Sean dengan menaik turunkan alisnya.


"Hubby, aku serius. Aku sedang tidak bercanda." Kata Dara dengan wajah yang memberengut kesal.


"Aku juga sedang serius sayang. Apa wajah hubby mu ini sedang terlihat bercanda?" Ucap Sean dengan menatap wajah istrinya dengan serius.


Dan lihatlah sekarang, malah semburat merah yang menghiasi wajah istrinya.


Bagaimana Dara tidak salah tingkah dan malu jika Dara saja ditatap seinsten ini oleh suami tercintanya? Jika kalian diposisi Dara pasti akan merasakan apa yang Dara rasakan sekarang.


Dengan gemasnya Dara langsung mendekap wajah suaminya dan mencubit kedua pipi suaminya dengan kuat.


"Auu! Sayang, pelan." Protes Sean ketika merasakam cubitan gemas yang istri lampiaskan padanya.


"Jangan menggodaku Hubby. Nanti aku marah." Ujar Dara dengan melepas cubitan gemasnya.


Kedua pipi Sean langsung meninggalkan bekas warna kemerahan. Akibat dari cubitan gemas yang istrinya lakukan. "Masa' marahnya bilang-bilang sayang."


Lantas Dara langsung menoleh dan membenarkan posisi duduknya agar berhadapan dengan suaminya. "Memnagnya kenapa kalau aku maranya bilang-bilang sama hubby? Tidak boleh? Iya?"


Oke. Apa Sean sekarang salah lagi?


Lalu, Dara melipat kedua tangannya di depan dadanya. "Oh, oke. Aku tidak akan bilang lagi ke hubby kalau sedang marah. Aku bilangnya ke Nick saja." Ucap Dara dengan nada yang dibuat serius.


Seketika percikan api cemburu datang menghampiri Sean. Ingat, Sean paling tidak suka jika istri tercintanya menyebut ataupun memanggil nama laki-laki lain apalagi jika sedang berdua dengannya. Sean paling tidak suka itu.


"Jangan sampai kamu lakukan itu sayang. Kamu tau bukan, bagaimana hubby tersayangmu jika sedang marah dan emosi?" Kata Sean menanggapi perkataan istrinya tadi. Sean menatap istrinya dengan tatapan yang tajam dan dengan aura intimidasi yang sangat kuat.


Dara dapat merasakan aura intimidasi yang kuat dari suaminya. Oke. Apa sekarang Dara yang salah dalam berkata?


"Iya hubby aku tau." Jawab Dara menanggapi perkataan suaminya tadi dengan menunduk takut. Tanpa ia sadari, buliran kristal jatuh membasahi kedua bola matanya. Entahlah, Dara merasa jika dirinya sedang dimarahi oleh suaminya. Apalagi dengan tatapan tajam yang suami layangkan padanya.


"Hiks!" Isakan tangis langsung lolos dari bibirnya yang mungil.


Sean yang mendengar isakan tangis dari istrinya itu langsung berubah menjadi cemas. Aura initimidasi yang semulanya ia keluarkan langsung berubah menjadi cemas dan khawatir. "Kamu kenapa sayang? Apa ada yang sakit?" Tanya Sean dengan cemas.


Dara menggeleng lemah. Buliran kristal itu semakin deras membasahi kedua bola matanya.


Lalu, Dara mengangguk lemah.


Kening Sean mengerut bingung. Siapa yang berani menyakiti istri tercinta?


"Siapa sayang yang berani menyakitimu? Sini, biar hubby habisi. Hubby akan membalasnya." Ujar Sean dengan memeluk tubuh mungil istrinya dengan sayang. Sean bersumpah akan menghabisi orang yang telah betani menyakiti istrinya dengan menggunakan tangannya sendiri.


"Hubby." Lirih Dara yang masih didengar oleh Sean.


"Iya sayang, siapa?" Ujar Sean sambil melepas pelukannya. Di usapnya dengan sayang pipi cabi itu.


Dara menatap tepat kedua iris bola mata tajam suaminya. "Hubby yang menyakitiku." Ucap Dara dengan wajahnya yang polos.


Oke. Apa Sean sekarang tidak salah dengar?


"Kok bisa hubby sayang? Hubby tidak ngapa-ngapain kamu sayang. Hanya peluk, cium dan kalau dikasih lebih hubby juga mau."


Dara menatap wajah suaminya. "Aku lagi serius hubby."


Sean yang mengerti itu langsung megenggam kedua tangan istrinya. "Apa salahku sayang?" Tanya Sean dengan serius.


"Hiks!"


Bukannya jawaban yang Sean terima, tapi sebuah isakan lirih yang Sean terima.


"Maafkan aku sayang. Hubby salah. Maaf sudah menyakiti perasaan kamu sayang." Pinta Sean dengan serius.


Dara yang mendengar nada permintaan maaf yang serius itu langsung mengangguk. "Hiks! Aku maafkan hubby."


Sean tersenyum mendengar jawaban istrinya itu. Diusapnya dengan sayang buliran kristal itu. "Jangan menangis sayang. Hubby tidak mau melihatmu menangis."


"Iya hubby. Aku tidak akan menangis." Jawab Dara dengan semangat empat lima.


Perasaan Sean menghangat mendengar perkataan istrinya itu. "Hubby salah apa? Hm? Bisakah beritahu hubby mu ini agar hubby tak mengulanginya lagi?" Bujuk Sean seraya merapikan beberapa helaian rambut istrinya.


"Hubby tadi menatapku tajam. Apalagi dengan aura initimidasi hubby itu. Itu membuatku takut hubby." Kata Dara dengan menatap sendu wajah suaminya.


Sean ingin tertawa mendengar perkataan istrinya. Padahal istrinya tidak pernah takut ataupun selemeh ini. Malah, semakin menentangnya. Tapi, kenapa istrinya sekarang berubah menjadi anak kucing yang menurut pada serigala?


"Maafkan hubby karena telah membuat istri tercintaku takut."


"Iya hubby. Aku maafkan karena aku adalah istri yang baik untuk hubby."


Sean benar-benar sayang pada istrinya. Hanya menyayangi Andara Claire Crishtian. Tidak ada yang lain. Sekalipun badai datang menerpanya, Sean tak akan pernah melepaskannya. Sean akan menjaganya dengan sebaik mungkin, bahkan nyawa taruhannya.


***


Pasangan Sweet Couple Sean Crishtian 💖 Andara Claire




Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤