My Possesive Husband

My Possesive Husband
100. SEAN YANG SABAR DAN BAIK HATI


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Sudah terhitung sejak beberapa minggu yang lalu, kini kandungan Dara sudah memasuki minggu yang ke 4 atau masih trisemester pertama.


Banyak perubahan yang Dara rasakan dimasa kehamilannya ini. Mulai dari sering mual atau mengalami morning sickness, dadanya terasa nyeri dan sensitif dengan bau. Apalagi dengan moodnya yang sangat mudah berubah-ubah yang membuat suami tercintanya kualahan hanya karena moodnya yang mudah berubah.


"Sean!" Teriak Dara dengan kesal.


Dengan cepat Sean menghampiri istrinya yang tengah duduk dikursi. "Iya sayang?"


Kini Sean dan Dara sedang berada didapur. Sean yang sedang sibuka membuat masakan spesial untuk istrinya. Sedangkan istrinya sedang duduk menemaninya memasak.


Ini semua berawal dari Sean yang lupa tidak membangunkan istrinya jam 2 siang tadi. Padahal istrinya telah berpesan padanya untuk membangunkannya jam 2 siang agar bisa menonton drama korea kesukaanya. Tapi sayang, Sean yang lupa malah membangunkan istrinya jam 4 sore. Dan inilah yang terjadi, istrinya memintanya untuk membuatkan minuman spesial rasa coklat sebagai tanda permintaan maafnya.


"Kenapa kamu lama banget?" Ucap Dara dengan nada yang merajuk lucu. Membuat Sean gemas ingin mencubitnya.


"Sebentar lagi jadi sayang. Sabar dulu ya." Ucap Sean dengan menatap wajah istrinya dengan lembut.


Jujur, baru kali ini Sean begitu menurut dengan seorang perempuan. Apalagi bisa sebegitu tunduknya. Istrinya memang benar-benar hebat.


Padahal Sean tidak suka diperintah. Tapi, suka memerintah. Sean paling tidak suka dengan seseorang yang membantah ucapannya. Tapi Sean suka membantah omongan orang lain. Dan tidak ada yang berani menentang atau melawannya, tapi hanya istrinya lah yang berani melakukannya. Ya, itulah seorang Sean Crishtian. Dengan segela sifat otoriternya. Dengan segala sifat keras kepalanya. Tapi, itu semua berubah jika bersama istrinya.


"Aku tunggu dalam 15 menit Sean. Jika masih belum jadi, aku tidak akan memaafkanmu." Ancam Dara dengan kedua bola mata yang melotot lucu.


Sean yang melihat wajah istrinya yang sedang marah, membuatnya ingin sekali mendekap dan menciumnya. "Siap lansanakan ibu negara." Ucapnya dengan hormat dan tegas seperti tentara.


Dara yang melihat tingahkah lucu suaminya, membuatnya langsung tersenyum.


Cup


Dengan tiba-tiba Sean mencium pipinya sekilas dan segera berjalan ke arah pantry untuk melanjutkan sesi membuat minuman spesial rasa coklat.


Dara menatap setiap gerakan yang dilakukan oleh suaminya. Mulai dari menuang, meracik hingga menghiasnya dengan sangat indah. Hal itu tidak luput dari pandangannya.


Sebuah senyum terbit dibibirnya yang mungil. Diusapnya dengan sayang perutnya yang mulai membuncit itu. "Sebentar lagi aku akan menjadi ibu. Sebentar lagi Sean akan menjadi seorang ayah." Dan sedikiti lagi, keluarga kecilnya akan sempurna dengan kehadiran sang malaikat kecil yang akan membawa kebahgiaan dan pelengkap kebahagiaanya.


Dan dimenit yang ke sembilan, Sean telah menyelesaikan minuman spesial itu. Dengan perasaan bahagia Sean membawanya kehadapan istrinya. "Ini sayang. Coklat spesial untuk istri tersayang sudah siap." Ujarnya dengan semangat empat lima. Lalu, Sean menarik kusri untuk duduk disebelah istrinya.


Sean tersenyum mendengarnya. "Sama-sama sayang." Jawab Sean. "Jadi dimaafin kan sayang?" Tanya Sean, mencoba untuk memastikan, apakah dirinya dimaafkan atau tidak.


Dara menganggukan kepalanya. Tentu saja sesuai dengan kesepakatan awal, Dara akan memaafkan Sean jika sudah membuat minuman spesial rasa coklat untuk dirinya. "Iya hubby. Aku memaafkan hubby." Jawabnya sambil mencium aroma coklat dari minuman itu.


Diusapnya dengan sayang puncak kepala istrinya. "Terimakasih sayang." Ucapnya.


"Sama-sama Sean."


Tapi, entah kenapa, tiba-tiba Dara tidak mood untuk meminumnya. Didorongnya gelas minuman itu agar menjauhinya. Tentu saja, Sean yang melihat itu langsung bingung. "Sayang, kenapa tidak diminum minumannya?" Tanyayanya dengan kening yang sedikit berkerut. Tanda, jika Sean sedamg merasa bingung dan heran dengan tindakan yang dilakukan istrinya itu.


"Aku tidak mau meminumnya Sean.Tidak jadi." Kata Dara dengan menatap sedih minuman coklat didepannya.


Sean yang mendengar perkataan istrinya itu sedikit tetkejut. "Kenapa tidak jadi sayang? Itu aku sudah membuatkan khusus buat kamu sayang. Katamya kamu mau meminumnya sayang. Kenapa sekarang tidak jadi sayang?" Sean benar-brnar tudak habis pikir dengan yang dilakukan oleh istrinya itu. Padahal Sean telah membuatkannya dengan susah payah. Bahkan Sean sampai memnuka tutorial membuatnya dari youtube. Benar-benar pakai perjuangan banget. Dan sekarang, dengan mudahnya istrinya mengatakan tidak mau meminumnya? Oh sabar Sean. Jangan sampai emosi.


Lantas Dara menatap wajah suaminya dengam cemberut. "Aku tiba-tiba tidak mood untuk meminumnya Sean. Jadi, kamu saja yang meminumnya." Kata Dara dengan menatap tepat kedua bola mata suaminya.


Oke. Cuman gara-gara tidak mood istrinya tidak mau meminumnya?! Oh Shitt! Baru kalin ini Sean dibuat sebal dengan sikap seseorang. Oke Sean. Sabar. Jangan emosi. Sean laki-laki baik hati, tidak sombong dan sabar. Sabar.


Dara yang melihat respon suaminya yang hanya diam, semakin membuat Dara semakin kesal. Lalu, Dara memilih untuk bangkit dari duduknya. "Aku mau nonton tv saja Sean. Kalau kamu tidak mau meminumnya, kamu bisa memberinya ke yang lain Sean."


Dan Dara berjalan meninggalkan suaminya yang terdiam, mematung ditempatnya.


Setelah istrinya pergi meninggalkannya didapur, lantas dengan gemas dan geregetan Sean langsung meminum segelas minuman coklat itu dengan gemas.


Sabar Sean. Itu istrimu. Bukan orang lain.


***


Disebuah bandara internasional London, terlihat seorang perempuan cantik tengah menggandeng lengan seorang laki-laki.


Sebuah senyuman terbit dibibirnya. "Akhirnya aku kembali lagi kesini lagi. Benar-benar menyenangkan sekali liburan di Hawai." Ucapnya.


Lalu, pria itu tersenyum. "Iya sayang, liburan di Hawai benar-benar menyenangkan." Jawabnya.


"Sayang, apakah kamu sudah mendapatkan keberadaan Dara sekarang?" Tanyanya.


Sang pria mengangguk. "Sudah sayang. Dan aku sudah tau Dara berada dimana sekarang." Ujarnya dengan sebuah seringai tipis yang tersungging dibibirnya. Seringai yang sangat tipis, bahkan sampai membuat orang terdekatnya tidak bisa melihat seringai tipis yang menakutkan itu. Tentu saja dengan segala kekuasaannya, dirinya akan mendapatkan keberadaan seorang Smdara Claire.


🦋🦋🦋


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤