
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Lima bulan telah berlalu. Sean menjaga istrinya begitu possesive. Bahkan istrinya tak ia biarkan untuk menyentuh pekerjaan rumah. Istrinya hanya ia perbolehkan untuk makan, tidur, istirahat dan sedikit jalan-jalan.
Tak jarang juga, setiap Sean pulang bekerja atau disaat cuti kerja, Sean akan mengajak istrinya untuk jalan-jalan di sekitar mansion. Tentu, saja Dara mau menerima ajakan itu. Dara juga benar-benar merasa bosan jika terdiam terus di dalam mansion.
Dan seperti sekarang, Dara sedang jalan-jalan bersama suaminya. Suami yang begitu possesive padanya.
"Apa kamu mau sesuatu sayang?" Tanya Sean dengan memeluk pinggang istrinya possesive.
"Tidak Sean. Aku sedang tidak ingin apapun." Kata Dara dengan menatap wajah tampan suaminya.
"Baiklah kalau begitu. Jika, kamu ingin sesuatu bilang ke suamimu ini, oke? Jangan kau pendam sendiri, karena suamimu ini pasti akan mendapatkan apapun yang istrinya inginkan." Ujar Sean dengan tersenyum tulus. Raut kebahagiaan jelas terpancar di wajahnya. Rasa lelah yang ia rasakan karena bekerja seharian langsung menguap, menghilang saat bersama istrinya.
Dar mengangguk, mengerti. "Siap bapak presiden." Ucap Dara dengan semangat empat lima.
Setelah itu, mereka berdua berjalan bersama. Tanganya saling bergandengan satu sama lain. Seakan-akan tak mau untuk dipisahkan.
Sesampainya di bangku taman, Dara dan Sean memutuskan untuk duduk berdua disana.
"Capek?" Tanya Sean.
Dara menggeleng. "Tidak Sean. Aku tidak capek." Jawab Dara dengan tersenyum.
Disandarkan kepalanya di dada bidang suaminya. Dengan sigap, Sean merangkul tubuh mungil istrinya agar tubuh mereka berdekatan hingga tak ada jarak yang tercipta.
Di usapnya puncak kepala istrinya dengan lembut. Dara menikmati setiap usapan itu. "Nyaman?" Tanya Sean dengan suaranya yang berat.
Dara mengangguk. "Hm." Jawab Dara dengan mulai memejamkan kedua matanya.
"Mengantuk sayang?" Tanya Sean ketika melihat kedua bola mata istrinya yang terpejam erat.
"Iya Sean. Aku merasa lelah hari ini." Jawab Dara dengan tetap memejamkan kedua matanya.
"Beristirahatlah. Aku akan menjagamu disini sayang." Ucap Sean dengan mengusap pelan perut buncit istrinya yang telah menginjak usia 5 bulan.
Dara menikmati setiap usapan yang suaminya lakukan di perut buncitnya. Bahkan sekarang malaikat kecil mereka tengah menendang-nendang di dalam disana.
Sean yang merasakan tendangan itu sedikit terlejut. "Lihat sayang, sekarang malaikat kecil kita sedang menyapa Daddy-nya."
Lantas, kedua bola mata Dara ia paksa untuk terbuka. "Iya, mungkin karena sekarang ia sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan Daddy-nya yang possesive pada Mommy-nya."
Sean lantas, langsung mencium pelan perut buncit istrinya. "Daddy juga sudah tidak sabar untuk bertemu denganmu sayang. Baik-baik disana. Jangan nakal, oke? Karena Daddy dan Mommy mu ini sungguh sangat menyayangimu."
Dara menggeleng-gelengkan kepalanya ketika melihat kelakuan suaminya. Sungguh, Dara tak pernah menyangka jika Sean bisa berperilaku semanis ini.
"Tentu saja Daddy. Aku tidak akan nakal disini, karena aku tidak seperti Daddy yang nakal pada Mommy." Kata Dara yang menirukan suara anak kecil.
"Daddy tidak pernah nakal sayang. Daddy selalu menjadi anak yang baik dan menjadi suami penurut untuk Mommy mu." Jawab Sean yang tak mau dikalahkan.
Dara langsung teryawa renyah mendengarnya. "Iya iya. Daddu memang yang terbaik." Ucap Dara pasrah.
Sean langsung menegakkan tubuhnya. Dicepunya bibir mungil istrinya dengan lembut. "I love you sayang."
"I love you too sayang."
"Ingat apa kata Dokter Albert?" Ucap Dara dengan memainkan jamari suaminya.
"Iya sayang, kenapa?"
"Tidak apa Sean. Aku sudah tidak sabar untuk melihat anak pertama kita." Lirihnya pelan.
Dara tersenyum. Dara beruntung karena telah mempunyai suami perhatian seperti Sean.
Tadi, pagi Dara dan Sean melakukan pengecekan pada kandungan.
Tadi pagi jam 8 Sean tengah duduk di samping istrinya. Kini mereka tengah berada di rumah sakit untuk melakukan pengecekan terhadap perkembangan pada malaikat kecilnya.
"Bagaimana Albert?" Tanya Sean dengan megenggam tangan istrinya.
"Selamat, sekarang usia kandungan anak kalian telah memasuki usia 5 bulan. Tak terasa kehamilan istrimu berjalan dengan lancar. Pada perkembangan bayi 5 bulan di dalam perut, Istrimu akan mulai merasakan gerakan si kecil di dalam rahim. Hal itu semacam sinyal jika si kecil ingin memberikan tanda ketidaksabarannya untuk segera lahir ke dunia dan melihat raut wajah Mommy dan Daddynya. Gerakan janin pada usia ini tak hanya berupa tendangan. Tetapi juga bisa gerakan yang lain. Jadi, pastikan untuk menjaga kesehatan istrimu dan janin. Dengan cara rutin dalam memeriksakan kehamilan, konsumsi makanan sehat dan bersih, konsumsi suplemen, banyak beristirahat serta rutin berolahraga. Ibu hamil juga perlu melakukan latihan kegel atau latihan dasar panggul untuk mengontrol otot-otot di area panggul selama persalinan." Jelas Albert.
"Baiklah." Jawab Sean. Ingat, Sean tak akan membiarkan istrinya untuk berbucara dengan pria lain selain dirinya. Entahlah, selama istrinya sedang mengandung Sean selalu terbakar api cemburu jika istrinya berbicara dengan pria lain.
Flashback off
🌺🌺🌺
Disisi lain, terlihat perempuan yang bertubuh mungil tengah meringkuk di atas tempat tidur. Tubuhnya yang telanjang tertutup sempurna dengan selimut. Keadaannya terlihat sangat kacau dengan tubuh yang penuh dengan tanda kepemilikan.
Perempuan itu adalah Rara. Tubuhnya seakan di luluh lantahkan dan dihancurkan oleh pria yang baru saja ia kenalnya.
Lima bulan telah berlalu. Dan selama lima bulan ini Nick telah melakukannya berkali-kali padanya tanpa belas kasihan.
Jeritan dan permohonan yang selama ini keluar dari bibir mungilnya tak berarti apa-apa.
Buliran kristal terus jatuh membasahi kedua bola matanya.
Sperti biasanya, setelah melakukannya Nick langsung bangkit dan segera menggunakan celananya.
Tubuh tegap, berotot itu terlihat kemerah-merahan karena Rara sering mencengkramnya ketika Nick menghujami miliknya tanpa kenal ampun.
Namun, hal itu tak berarti apa-apa. Nick benar-benar merasa puas setelah melakukannya. Dengan segelas minumn anggur yang berada ditangannya, lantas Nick duduk dikursi kebesarannya yang menghadap ke arah ranjang.
"Apa salah ku padamu? Hiks!" Isaknya pelan.
Sebuah seringai tipis langsung tersungging dibibirnya ketika mendengar isakan lirih itu.
"Kenapa kau tega melakukannya padaku?" Lirihnya pelan.
Rara ingin mengatakannya pada Derrick, kekasihnya. Namun Nick mengancamnya akan menghabisi keluarga serta akan membunuh Derrick jika ia mengadu.
Rara juga baru mengetahui kalau Nick adalah anggota Mafia Crowned Eagle.
Lantas, Rara bisa melakukan apa sekarang? Selain memohon dan melawan jika Nick melakukannya diluar batas kemampuannya.
***
Ini Dara istri Sean.
Ini Rara kekasih Derrick
ini Sean, suami Dara
Ini Nick
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤