My Possesive Husband

My Possesive Husband
132. MALAM YANG INDAH (Bagian 1)


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Jemari Lexa saling megenggam satu sama lain. Rasa khawatir dan gelisah mulai menyelimuti dirinya.


Sungguh, setelah Elden tadi menelfonnya rasa gelisah dan khawatir langsung datang menghampirinya.


Flashback saat Elden sebelum berangkat.


Kening Lexa mengerut, heran. "Lalu untuk apa kamu membicarakannya padaku?"


"Aku ingin meminta saran padamu sayang." Kata Elden dengan menatap serius wajah suaminya.


"Saran apa sayang?"


Elden menarik nafasnya pelan. "Apa yang harus kita lakukan jika dalang dibalik itu semua adalah orang yang kita kenal?"


Jantung Lexa seakan dipacu dengan cepat. "Apa maksudmu El?"


Diusapnya dengan sayang wajah istrinya dengan sayang. "Aku menduga jika orang dibalik keguguran Dara adalah orang yang kita kenal sayang."


Kening Lexa mengerut. "Kenapa kamu bisa menyimpulkan seperti itu sayang? Menurutku itu tidak mungkin." Ujar Lexa dengan menatap tepat kedua bola mata Elden. Tapi, yang selama ini Lexa kenal, apa yang menjadi dugaan Elden tidak akan pernah meleset. Selalu tepat sasaran.


"Orang yang melakukanya pasti memiliki dendam pada anak kita sayang. Pasti memiliki dendam masa lalu yang ia balas sekarang." Kata Elden dengan menghela nafasnya pelan. "Apalagi orang itu mengincar titik kelemahan anak kita yaitu istrinya. Orang yang Sean sayang. Cara balas dendam klasik yang mematikan dan aku juga pernah melakakukannya. Orang yang melakukannya pasti memiliki alasan tersendiri meskipun itu sangat keterlaluan."


Lexa tertegun mendengarnya. Memang benar adanya jika Elden dulu pernah melakukannya. Pernah juga melakukan balas dendam dengan cara yang seperti itu.


"Lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya El?" Tanya Lexa dengan gurat kekhawatiran.


"Ijinkan aku menyelesaikannya dengan caraku sayang. Aku tidak mungkin bisa menyelesaikannya dengan cara yang kamu miliki. Masalah seperti ini tidak bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Kita harus menggunakan cara yang extream dan harus memiliki senjata tersembunyi untuk melakukannya." Jelas Elden dengan menatap penuh permohonan ke istrinya. "Sebentar lagi aku akan mengurusinya dengan Rafael. Kami akan memburunya. Jika kita membiarkannya, aku takut jika akan ada korban lagi. Kasihan Sean dan Dara sayang. Searusnya mereka sekarang bahagia dengan kehadiran anak pertama mereka. Bukan merasakan sedih dan sesakit ini."


Lexa tertegun mendengarnya.


"Aku mohon ijinkan aku untuk menyelesaikannya dengan cara yang aku miliki." Mohon Elden lagi. Sungguh, Elden melakukkan juga demi kebahagiaan Sean, putranya, darah dagingnya.


Lexa mengangguk. Jika untuk anaknya. Demi kebahagiaan anaknya dan demi kebaikan anaknya, Lexa tidak akan pernah bisa menolaknya.


Elden tersenyum melihat jawaban itu. Dipeluknya dengan sayang tubuh mungil istrinya. "Terimakasih sayang. I love you so much." Ujar Elden dengan semakin memperat pelukannya.


Dikecupnya beberapa kali puncak kepala istrinya dengan sayang.


"I love you too sayang. Tapi, kamu harus berjanji satu hal padaku." Ujar Lexa dengan melepas pelukannya untuk menatap tepat kedua bola mata suaminya.


"Apapun untuk istriku yang tersayang." Kata Elden dengan tersenyum.


"Berjanjilah untuk pulang dalam keadaan selamat. Jangan kekurangan apapun. Jangan sampai ada yang lecet ataupun yang terluka. Kamu harus menjaga diri kamu sebaik mungkin dan hubungi aku setiap 2 jam sekali." Titah Lexa dengan menatap sendu wajah suaminya.


Lexa takut, takut jika Elden pergi meninggalkannya seperti dulu. Takut jika kejadian masa lalu terulang lagi.


Elden mengangguk. "Iya sayang aku janji." Kata Elden dengan tersenyum. Walaupun didalam hatinya, Elden tidak bisa menjanjikan itu.


"Aku pergi dulu sayang." Pamit Elden dengan mengecup pekan kening istrinya dengan sayang. Setelah itu, dikrcupnta dengan sayang bibir mungil yang akan selalu ia rindukan.


Cup


"Jangan lupa makan dan minum air putih sayang. Jangan capek-capek." Ujar Elden dengan mengusap pelan rambut istrinya.


"Iya Elden." Jawab Lexa dengan kedua bola mata yang mulai berair.


"Jangan sedih sayang. Aku tidak akan kenapa-kenapa. Aku tidak akan pernah pergi meninggalkanmu." Kata Elden dengan meghapus air mata istrinya.


"Janji?" Sungguh, Lexa merasa sangat berat sekarang untuk mengijinkan suaminya pergi.


"Aku janji. Nanti jam 12 malam tunggu aku. Kita akan dinner seperti dulu, oke?" Janji Elden dengan menatap wajah istrinya dengan penuh cinta.


"Aku akan menunggumu El."


Lexa tersenyum. Tidak tau harus berkata apa lagi.


"Aku pergi dulu."


Setelah itu, Elden mulai berjalan, melangkah pergi meninggalkan ruangan.


Tangan Lexa saling mengepal satu sama lain.


Hatinya terasa berat melihat punggung suaminya pergi sekarang.


"Semua pasti akan baik-baik saja." Ujar Lexa berusaha meyamkinkan dirinya sendiri.


***


Lalu, perjalanan yang memakan kurang lebih 3 jam itu, akhirnya Sean dan Dara telah sampai disebuah villa yang indah.


Lalu, pandangannya beralih ke istrinya yang tengah tertidur disampingnya.


Dengan sayang diusapnya pelan wajah cantik itu. Membuat Dara melengguh pelan ketika merasakan usapan lembut itu.


Dengan perlahan kedua bola matanya terbuka. "Sean, kita sudah sampai?" Tanya Dara dengan mengucek pelan kedua bola matanya.


"Iya sayang. Kita sudah sampai. Mau aku gendong atau jalan sendiri?" Tanya Sean dengan mengedipkan sebelah matanya. Menggoda istrinya.


Dara menghela nafasnya pelan setelah mendengar perkataan suaminya tadi. "Aku jalan sendiri saja Sean." Kata Dara dengan menegakkan tubuhnya dan mulai melepas sabuk pengamannya. Lalu, dibukanya pintu mobilnya dengan pelan. Diikuti dengan Sean yang melakukan hal yang sama.


Kedua bola mata Dara dibuat takjub dengan pemandangan disekelilingnya. Benar-benar sangat indah.




Sean tersenyum dengan ekpsresi istrinya sekarang. Digenggamnya dengan sayang jemari istrinya.


"Ayo sayang." Ajak Sean.


Dara mengangguk dan juga ikut membalas genggaman jemari suami tercintanya.


Dengan perasaan yang penuh bahagia Sean dan Dara saling berjalan bersama.


Tak jarang Dara bernyanyi pelan dengan penuh semangat.


Sean menikmati lagu yang dinyanyikan istrinya.


Terdengar merdu dan enak didengar.


Sedangkan disisi lain terlihat seorang perempuan tengah meringkuk disudut ruangan dengan keadaan yang acak-acakan.


Sedangkan disebuah sofa terlihat seorang laki-laki tengah duduk dengan arogannya dan ditangan kanannya membawa segelas minuman anggur yang telah ia sesap beberapa kali. Sebuah seringai tipis tersungging dibibirnya melihat perempuan yang tengah meringkuk tekatukan karenanya. Bahkan penampilannya sekarang jauh dari kata baik.


"Bagaimana Ra rasanya kehilangan sesuatu yang selama ini kamu jaga?" Ujarnya dengan suaranya yang berat dan dingin. "Itulah yang Dara rasakan Ra. Itulah penderitaan yang Dara rasakan karena kekasih brengsekmu."


Setelah itu Nick bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Rara yang tengah meringkuk ketakutan tanpa menggunakan sehelai benangpun.


Nick tersenyum tipis. Nick benar-benar puas telah melakukannya.


Lalu, Nick jongkok mensejejarkan tubuhnya dengan perempuan yang telah ia luluh lantahkan.


Dipegangnya dagu Rara agar Nick bisa menatap wajah yang sembab itu. Namun, sentuhan itu berubah menjadi sebuah cengkraman kuat. Membuat Rara sedikit meringis karena sakitnya.


"Dan sekarang aku ingin tau, bagaimana reaksi kekasihmu itu melihat perempuan yang ia cintai berpenampilan seperti ini. Bahkan telah melakukan hubungan intim dengan laki-laki lain. Apakah kekasihmu itu akan menggila sepertimu? Atau bahkan lebih dari ini?" Ujarnya dengan seringai tipis yang sangat menakutkan.


Bahkan Rara tidak pernah menduga jika sosok tenang dan ramah yang selama ini Rara lihat, yang selama ini orang lain lihat ternyata didalamnya terdapat sosok iblis yang sangat menakutkan.


***


Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤