My Possesive Husband

My Possesive Husband
66. TANGISAN DARA


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Perusahaan Sc Tecnology merupakan perusahaan terbesar. Perusahaan yang berdiri kokoh dan menjulang tinggi bagaikan gedung pencakar langit. Perusahaan yang didirikan oleh Sean Crishtian dengan bantuan ayahnya yang bernama Elden. Elden adalah laki-laki psycopath yang merupakan Ayah dari Sean Crishtian. Wajah datar, tatapan mata yang tajam, tak suka dibantah adalah sifat yang Elden turunkan pada anaknya.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih setengah jam, akhirnya Sean telah sampai di perusahaannya.


Dengan wajahnya yang datar, tatapan matanya yang tajam, Sean berjalan menuju ruang rapat dengan langkah tegasnya. Semua pegawai yang melihat kedatangan pimpinan perusahaan, mereka langsung berbaris ditempatnya guna menyambut kedatangan pimpinan. Mereka semua menunduk hormat sebagai penghormatan mereka.


Sean hanya diam dan acuh melihat pegawainya. Tanpa berniat membalas sapaan mereka bahkan hanya sekedar untuk tersenyum saja, Sean tak melakukakannya.


Merela semua mengerti dengan itu, Sean memang dingin dan tegas ditempat kerja.


Setelah itu Sean menggunakan lift untuk menuju ruang rapat kerjanya. Lift khusus untuknya dan pejabat penting yang lain.


Ceklek


Pintu ruangan terbuka.


Ternyata rapat itu telah dimulai sejak 15 menit yang lalu. Rapat itu dihadiri oleh Elden, Ayah Sean dan orang-orang penting yang bekerjasama dengan perusahaan Sean. Para pimpinan perusahaan yang melihat kedatangan Sean, Sang Bos Mafia Crowned Eagle, lantas mereka langsung berdiri dan menyambut kedatangannya.


Dengan langkah yang tegasnya Sean berjalan masuk dan duduk dikursi kebesarannya. Tidak membalas sapaan itu. Ya, mereka semua jelas tau jika Sean memanglah seperti itu. Orang yang terkenal arogan yang dingin dan tak suka dibantah ataupun diusik dunia pribadinya. Jika ada yang berani melakukannya,maka sama saja mereka tengah bermain-main dengan nyawanya. Hampir sama dengan Elden, tapi Elden, ayah Sean lebih kejam dan jahat dari itu. Nyawa melayang tanpa ada yang tau.


Elden yang melihat kedatangan putra bungsunya hanya diam dan menatapnya. Dipikirannya sekarang, memang benar jika buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Bibitnya memang benar-benar bibit unggul. Benar-benar mirip seperti dirinya waktu semasa muda dulu.


🐄🐄🐄


Dara tengah sibuk dengan pikirannya. Sudah beberapa kali dirinya mencoba untuk mengalihkan rasa bosan dan gelisah dihatinya, namun tak kunjung bisa ia lakukan. Dipikrannya hanya satu sekarang. Liya dan Liya.


Ceklek


"Permisi nona, saya Roy." Kata Roy dengan sopan.


Dara dengan semangat empat lima menatap wajah Roy yang berdiri tak jauh darinya.


"Roy, Liya kemana? Kenapa aku sedari tadi tak melihat Liya sama sekali?" Tanya Dara dengan tatapan kedua mata yang berbinar senang. Mungkin dengan bertanya ke Roy, Dara bisa bertemu dengan Liya. Apalagi melihat kedekatan Roy dengan Liya sangatlah terlihat dekat seperti sepasang kekasih.


Roy terdiam ditempatnya dengan kebisuannya. Tidak tau harus mengatakan apa. Jika Roy memeberitau kebenarannya, maka nyawanya yang tercancam. Bukan hanya nyawanya saja, tapi nyawa orang lain juga akan ikut terancam. Sean mengancam akan membantai habis mereka jika Dara mengetahui kebenarannya.


Dara menatap heran dengan kebisuan Roy. "Roy. Jawab." Ujar Dara dengan menekan disetiap perkataanya. Namun, Roy masih diam, tak menjawab pertanyaanya. Dara mulai merasa kesal. Kenapa semua orang tak memberitau keberadaan Liya padanya?!


"... dan satu hal lagi, aku tidak suka dengan gadis pembangkang. Kau catat baik-baik itu dalam ingatanmu. Jika kau langgar, kau akan tau akibatnya."


Dara masih mengingat betul perkataan Sean padanya waktu itu. Tidak mungkin kan jika Liya..??


Pikiran negatif menghantui pikirannya. Buliran kristal jatuh membasahi kedua bola mata cantiknya.


"ROY! LIYA PERGI KEMANA?!" Jerit Dara yang mulai frustasi. "ROY!! PLEASE JAWAB!"


Roy menatap wajah Dara dengan pandangan tak terbaca. Dapat Roy lihat kesedihan yang terpancar di kedua bola mata cantik itu. Tapi, Roy memilih diam dan tak menjawab pertanyaan dari Dara.


"Roy, please jawab. Liya pergi kemana?! Hiks." Isaknya lirih.


Roy hanya diam. Tak menjawabnya. Memori ingatannya berputar tentang Liya. Tentang kebersamaan bersama Liya.


I miss you Liya and I love you forever Liya.


***


Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤