My Possesive Husband

My Possesive Husband
14. JOGING BERSAMA


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Hari ini adalah hari yang ke tiga mereka bersama-sama. Setelah makan malam bersama yang ditemani nasi goreng mereka memutuskan untuk tidur terpisah. Dara tidur di atas ranjang milik Sean, sedangkan Sean tidur di sofa yang tersedia dalam kamar.


Pagi ini, Sean dan Dara memutuskan untuk joging bersama di taman yang telah tersedia di mansion. Taman yang cukup luas serta banyak pohon rindang yang berwarna hijau dan tanaman bunga yang beraneka warna yang menghiasi taman milik Sean. Cukup indah dan menyejukkan mata.


Tepat pada pukul setengah 6 pagi, Dara telah siap dengan pakaian joging miliknya. Begitupun dengan Sean, Sean telah siap dengan pakaian casual ala dirinya. Kaos hitam, celena olahraga hitam serta sepatu olahraga warna abu-abu menjadi pilihannya.


Jika Sean memutuskan memakai warna serba hitam, maka Dara memutuskan untuk memakai celana pendek warna hitam serta crop top berwarna merah muda. Dan jangan lupakan rambutnya yang ia cepol ke atas memamerkan leher jenjangnya yang putih bersih itu. Dara juga memoles sedikit make-up di wajahnya yang cantik. Yaitu dengan menggunakan lipstik berwarna merah muda seta bedak tipis agar terlihat lebih segar.


Dara tersenyum ketika melihat Sean yang tengah menunggunya di taman. Sesegera mungkin Dara menghampiri Sean sambil tersenyum. Entah kenapa, hari ini ketampanan Sean berkali-kali lipat jika memakai pakaian serba hitam yang casual. Dara sampai kagum di buatnya.


"Maaf lama. Tadi ada sedikit masalah bersama Liya." jelas Dara yang hanya diangguki oleh Sean.


Lalu mereka berjalan secara bersama-sama. Tidak ada obrolan sedikitpun dari mereka.


Dara yang sedang memikirkan tentang bagaimana ia bisa kabur. Sedangkan Sean terpesona oleh penampilan cute dari Dara pagi ini. Ingin rasanya Sean memeluk dan mencium lembut pipi gadisnya itu. Namun, egonya menolak. Sean masih memiliki Raya, meskipun Raya telah tiada.


Dara yang tidak tahan dengan keheningan memutuskan untuk bertanya pada Sean. "Apa kau sudah sarapan?"


"Belum." jawab Sean singkat.


Dara merasa heran. Bukankah semalam hubungan mereka baik-baik saja?


"Kau kenapa?" tanya Dara bingung yang melihat respon dingin dari Sean. Sesekali melirik wajah Sean yang tengah memandang lurus kedepan tanpa menoleh sedikitpun padanya.


"Aku?" tanya balik Sean. "Aku tidak apa-apa. Memangnya kenapa?" tanya Sean lagi.


"Kau seperti berbeda. Tidak seperti semalam." ujar Dara.


"Benarkah?" Perasaan dirinya baik-baik saja.


"Ihh kok malah tanya balik." Kesal Dara.


Sean yang menangkap nada kesal dari Dara semakin merasa bingung. Akan tetapi Sean tak ambil pusing itu.


Tiba-tiba Dara berlari menjauhin Sean. Refleks saja Sean langsung berhenti. Begitupun juga dengan Dara. Berhenti lalu menoleh ke belakang, melihat Sean yang juga memandangnya aneh. "Tangkap aku Sean. ayo kejar aku" Jerit Dara.


Sean terdiam mendengarnya. Teringat Raya yang juga pernah melakukannya.


Sean yang di ejek lemah langsung terpancing. "Kau yang memintaku sayang." ujar Sean. Lalu Sean berlari mengejar Dara.


Dara yang melihat Sean berlari ke arahnya segera berlati dengan secepat mungkin. Tak ingin kalah dan di tangkap oleh Sean.


"Jika aku berhasil menangkapmu, maka kau harus memjadi milikku." Kata Sean dengan lantang yang di dengar dengan nelas oleh telinga Dara.


Dara semakin mempercepat kecepatan larinya. "Tangkap aku kalau bisa Sean." jawab Dara dengan lantang.


Sean yang di tantang hal tersebut semakin semangat untuk mengejar Dara yang tak jauh darinya. "Baiklah. Kau yang memintanya." Lalu, Sean menambahkan kecepatannya. Sedikit lagi, Dara tidak jauh lagi. Sedikit lagi Sean akan menggapainya. Sedangkan Dara di buat panik olehnya.


"Gawat. Dia semakin dekat. Kenapa larinya begitu cepat!" Gerutunya (Dara) dalam hati.


Dara mulai kelelahan. Nafasnya mulai tersenggal.


Dilambaikannya tangannya ke atas. "Sebentar Sean. Tunggu. Istirahat dulu." Ucap Dara yang tidak di gubris oleh Sean.


Sean yang melihat mangsanya mulai kelelahan tidak peduli. Dan hap. Sean lalngsung memeluk erat Dara dari belakang. Memeluknya erat, seakan-akan tak mau melepaskannya. "Kau milikku."ujar Sean dengan dingin.


Tubuh Dara menegang.


"Kau tidak akan pernah bisa lari atau kabur dariku. Meskipun jika kau berhasil, aku akan menemukanmu. Karna kau lari untuk ku kejar. Kau bersembunyi untuk ku temukan." ujar Sean sambil memeluk erat tubuh Dara.


Dara hanya terdiam menanggapinya.


"Ingat dan catat itu baik-baik dalam memori ingatan mu sayang. Aku tau, kau gadis yang cerdas, jadi kau pasti mengerti apa yang ku maksud dalam perkataan ku itu." Kata Sean lalu melepaskan pelukannya ke tubuh Dara. Dibaliknya tubuh Dara agar berhadapan dengan dirinya.


Dara hanya memandangnya dengan perasaan bingung.


"Aku ingin tanya sesuatu pada mu."


"Apa itu?" Sean lantas megenggam kedua tangan Dara.


"Kenapa kau bilang seperti itu padaku?"


Di elusnya dengan lembut pipi halus itu. "Tentu saja karna kau adalah milik ku. Jadi, aku tidak akan membiarkan milik ku diambil oleh orang lain. Dan jika pun ada yang berani mengambil milik ku, maka aku akan datang untuk mengambil apa yang menjadi milik ku."


***


Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤