My Possesive Husband

My Possesive Husband
223. APAKAH SEMUANYA SUDAH TERLAMBAT ? (Extra Part 14)


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Seperti biasa, sekarang Elden tengah berada di dalam kamarnya. Berduri di dekat jendela dengan salah satu tangan memegang sebuah rokok.


Ceklek


Pintu kamar terbuka. Seakan tau siapa yang membuka pintu kamarnya, Elden tetap melanjutkan kegiatan nya yaitu menghisap rokok yang ia pegang.


"Elden." Panggil Lexa.


Suara istrinya terdengar lembut dan indah di telinganya.


"Apa kamu mau minum?" Tanya Lexa sambil berjalan mendekat ke arah Elden.


"Aku hanya sedang ingin sendiri sayang." Jawab Elden tanpa menoleh sama sekali.


Lexa yang melihat respon dari suaminya yang seperti itu, hanya bisa menghela nafasnya berkali-kali. "Huftt.. sabar Lexa." Ujarnya pada dirinya sendiri. Salah satu tangannya mengusap dada nya agar lebih bersabar.


Setelah itu Lexa segera memeluk tubuh Elden dari belakang.


Elden begitu terkejut dengan pelukan yang tiba-tiba itu. Lantas segera mematikan rokok nya agar asap rokok miliknya tidak menganggu istrinya.


Tubuh Elden berbalik dan menghadap ke arah Lexa. Kedua bola mata tajam milik Elden langsung bertemu dengan kedua bola mata yang indah.


"Elden." Dengan nada suara yang terdengar rendah dan sexy Lexa memanggil nama laki-laki yang ia cintai. Awalnya Lexa di buat terkejut dengan tatapan itu, namun lama-lama Lexa terbuai dan hanyut ke dalam tatapan milik suaminya.


Salah satu tangan nya terangkat untuk mengusap lembut rahang tegas suaminya. Dapat Lexa lihat dengan jelas wajah suaminya yang terlihat sangat lelah. "Jangan capek-capek Elden." Kata Lexa memperingati Elden. Akan tetapi, Lexa juga tau jika Elden dari dulu sampai sekarang masih tetap sama. Tidak berbuah sama sekali dalam hal menyembunyikan perasaan. Misalnya seperti Elden yang sedang kelelahan maka Elden akan mengelak dengan bilang tidak lelah.


Elden tersenyum. Dipeluknya pinggang istrinya dengan menggunakan salah satu tangan nya. Tidak lupa juga Elden mendekatkan tubuh nya bersama istrinya hingga tidak ada jarak sama sekali di antara mereka. "Iya sayang. Aku tidak akan capek-capek. Tenanglah." Ujar Elden sambil mengecup leher istrinya yang jenjang.


"Sean." Panggil Dara. Kini Dara tengah duduk di sebuah sofa yang tersedia di dalam kamarnya.


"Iya sayang?" Sedangkan Sean tengah mengeringkan rambutnya yang basah. Sean baru saja selesai mandi gara-gara tidak bisa melakukan proyek bersama istrinya. Alhasil Sean melampiaskan nya di dalam kamar mandi. Entahlah, tapi menurut Sean rasanya akan lebih enak jika bermain berdua daripada bermain solo.


"Apa semuanya sudah terlambat?" Tanya Dara. Kepalanya terangkat untuk menatap pemandangan di luar sana. Kebetulan kelambu di dalam kamar nya terbuka sedikit.


Sean yang mengerti akan arah pembicaraan itu hanya bisa menghela nafasnya. "Tidak ada kata terlambat di dunia ini sayang. Hanya saja tergantung dengan orangnya masing-masing. Untuk masalah ku bersama Garvin, memang tidak bisa di hentikan sayang. Jika aku memilih berhenti maka orang di sekeliling ku yang akan menjadi korban. Aku harus maju untuk melindungi orang di sekeliling ku." Ucap Sean memberi penjelasan ke istrinya itu. "Aku tau kamu khawatir sayang. Tapi untuk saat ini, memang ini lah yang terbaik." Tambah nya lagi.


Dara terenyuh mendengarnya. Suaminya melakukan ini semua ternyata telah memikirkan orang-orang berada di sekeliling nya. Sedangkan Dara hanya memikirkan yang tidak-tidak. Perasaan nya terenyuh. Ada rasa haru dan bangga ketika Dara menjadi istri dari seorang Sean Crishtian.


Dara langsung bangkit dari tempat duduknya. Langkahnya yang mungil langsung menghampiri suaminya. Di peluknya tubuh suaminya itu dengan sayang.


Sean tersenyum. Di balasnya pelukan istrinya juga.


"Tentu saja sedang beristirahat sayang. Ini sudah malam. Xelyn (baby sister Kenzo) bukanlah robot yang harus kita suruh bekerja 24 jam." Jawab Dara. Di kecup nya dada bidang suaminya itu. Lalu, sebuah pertanyaan muncul di benak nya. "Sean kenapa dada kamu sangat besar." Ceplos Dara yang membuat Sean langsung menunduk untum melihatnya.


"Karena dada ku berotot sayang." Kata Sean menanggapi pertanyaan konyol istrinya. Untung sayang..


Dengan gemas Dara langsung menggigit salah satu dada suaminya. Sontak saja hal itu membuat Sean terkejut dan mengaduh kesakitan. "Auhh! Sakit sayang." Reflek, Sean langsung melangkah mundur.


"Hehehe." Bukan nya merasa bersalah Dara malah tertawa. "Habisnya gemesin banget hubby."


Di dorong nya tubuh istrinya ke atas ranjang.


"Ihh hubby!" Jerit Dara.


"Oek. Oek. Oek." Suara tangisan bayi terdengar.


"Sial!" Umpat Sean ketika anak nya terbangun.


Dara langsung bangkit dari tidurnya dan segera menghampiri bayi kesayangan nya. "Hstt.. Cup. Cup. Cup. Anak mommy." Ujar Dara sambil menggendong bayinya.


"Gagal lagi!" Sean benar-benar bad mood sekarang.


***


- Permisi, jodoh Author Fullandari numpang lewat 🥰 Pip Pip Pip Calon mantu idaman.. 🥳




Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


@nickalbertreal


@raraagathareal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊