My Possesive Husband

My Possesive Husband
218. DUDUK BERSAMA (Extra Part 9)


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


"Oh iya Mom, aku membawakan beberapa hadiah untuk Mommy dan Daddy. Aku juga membawakan hadiah untuk keponakan ku dan adek ipar ku." Sebuah seringai tipis tersungging di bibirnya. Tatapannya tertuju ke arah Sean yang tengah menatapnya dengan tajam. "Aku juga membawakan hadiah untuk saudara tiri ku."


Suasana tegang terasa. Aura dingin dan dominan mulai terasa.


Sang ketua Geng Mafia Crowned Eagle berhadapan langsung dengan Ketua Geng Mafia The King Of Blood.


Lexa yang merasakan hawa tegang itu lantas menyuruh Garvin untuk duduk terlebih dahulu. "Duduk lah dulu Garv. Teman-teman mu juga kamu suruh ikut duduk." Ujar Lexa sambil berjalan menuju tempat duduknya yaitu di tengah-tengah seperti Dara.


Garvin dengan nurut langsung duduk di kursi yang telah ada yaitu duduk berhadapan dengan Sean. Sedangkan Marvin, Daniel, Jayden, Lucas dan Alfa duduk bersebelahan dengan Garvin. Mereka duduk dan berjejer rapi.


"Ada yang ingin Daddy tanyakan pada mu son." Elden memulai pembicaraan serius.


Garvin yang tau arah pembicaraannya hanya tersenyum tipis. "Tanyalah Dad. Aku akan menjawabnya dengan jujur." Jawab Garvin dengan tenang dan anteng.


Tangan Nick mengepal erat ketika berhadapan langsung dengan Daniel. Ingin rasanya Nick menghajar habis-habisan iblis di hadapannya itu. "Tunggu saja pembalasan ku Daniel." Ujar Nick dalam hatinya.


"Kemana perginya kau saat mansion Daddy dan saudara mu di serang?"


Dan benar saja. Garvin langsung tertawa renyah. "Sebaiknya hal ini di bicarakan oleh pria Dad. Jangan ada perempuan. Aku tidak ingin Mommy dan Istri saudara ku melihat adegan berdarah lagi." Kata Garvin dengan menatap remeh ke arah Sean. Walaupun hanya beberapa detik. Akan tetapi Sean dapat melihat tatapan sekilas itu.


"Garv, jangan berkata seperti itu ke Daddy kamu Garv. Itu tidak sopan." Ucap Lexa memperingati Garvin.


"Yes mom, I know. But this is how I speak when dealing with them." Wajahnya datar. Tidak ada senyuman apapun yang tersungging di bibirnya. Di tangannya terdapat sebuah tato yang merupakan sebuah simbol dari Geng Mafia The King Of Blood.


Lucas yang mendengar itu langsung bertepuk tangan. Membuat orang yang berada di dalam satu ruangan itu menatapnya dengan penuh tanda tanya. "Ohhh.. jadi ini rasanya duduk bersama dengan Keluarga Crishtian yang di juluki sebagai THE LARGEST MAFIAN FAMILY IN THE WORLD 🌍." Dengan santai Lucas mengatakannya.


Darren yang mendengar itu lantas menegakkan tubuhnya. "Apa kabar dengan kau Daniel Aeron?" Dengan seringai tipisnya Darren mengatakannya.


Daniel yang mendengar sapaan itu langsung mengalihkan pandangannya. "Aku baik. Dan kau? Bagaimana kabarmu setelah ditinggalkan ayah mu?"


Darren yang mendengar hal itu langsung berdiri dan menggebrak meja di hadapannya dengan kuat. "Shitt! Brengsek kau!" Umpat Darren.


Damian yang berada di sebelah Darren langsung menenangkan sahabatnya itu.


Rahang Darren mengeras. Tatapan penuh kebencian terlihat. "Jangan kau sebut ayah ku dari mulut kotor mu itu brengsek!" Dengan bentakan keras Darren mengatakannya.


Elden yang merasa situasi mulai tidak aman langsung menggiring istrinya dan menantunya untuk ke kamar yang berada di lantai 2.


Dara dan Lexa yang mengerti akan hal tersebut lantas bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan ruangan.


Sebelum meninggalkan ruangan, Lexa sempat berkontak mata dengan Garvin. Tatapan penuh permohonan dan harapan.


Tentu saja Garvin mengerti akan tatapan itu. Bagaimana pun juga Garvin menyayangi Mommy nya.


"Jangan memancing keributan Daniel." Suara yang terdengar dingin dan tegas itu membuat Daniel terdiam. "Atau kau mati di tangan ku." Kalimat yang Garvin bukan hanya sebuah ancaman. Akan tetapi hal itu bisa ia lakukan kapan pun.


Jayden menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri hingga menimbulkan bunyi nyaring dari lehernya. "Ah leganya. Tidak bisakah kita melakukannya dengan tenang? Aku tidak suka dengan keributan. Tapi jika kalian memancing keributan jangan salahkan aku jika tempat ini akan rata dengan darah.


Nick mendengus geli. "Jangan terlalu menganggap remeh orang lain. Dia atas langit masih ada langit." Ucap Nick dengan tersenyum ramah. Meskipun berbanding terbalik dengan maknanya.


"Oh jadi kau yang bernama Nick Albert? Yang bekerjasama dengan Derrick?" Kini Marvin mulai angkat bicara.


"Tapi sayang tikus bodoh itu di jebak." Sahut Alfa dengan menatap wajah Nick. Tatapan yang tak bisa di artikan.


"Jangan membuang-buang waktu ku. Ada apa kedatangan kalian malam ini?" Sean yang sudah jengah dengan situasi ini lantas menegakkan tubuhnya.


***


Trailer novel The King Of Mafia sudah ada di Chanel Youtube aku ya 🥰🥳🍓✨ Jangan lupa di tonton trailer nya ya🥰😍❤️ Semua trailer novel aku ada disana 🥳