
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. ππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku π€
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya π
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata π€
Happy Reading
***
"Kau sudah memberinya nama Sean?" Tanya Lexa dengan mengemasi beberapa sampah makanan yang ada di meja karena Nick, Damian, Sena dan Darren baru saja pulang.
Mereka bahkan membawa beberapa bingkisan lagi. Seperti Darren yang membawa satu keranjang buah mangga manalagi yang dibeli khusus di Indonesia (Pak Jalil), Damian dan Sena yang membawa beberapa perlengkapan bayi, sedangkan Nick membawa bingkisan beberapa pasang baju dan sepatu bayi.
Dari hadiah yang diberikan oleh Nick tadi menyimpan sebuah makna terdalam yang tersembunyi yaitu Nick sangat berharap jika dirinya lah yang menjadi seorang suami untuk Dara. Berharap menjadi seorang ayah yang hebat untuk perempuan yang ia cintai. Namun takdir berkehendak lain. Sean, sahabatnya sendiri lah yang ditakdirkan untuk bersama perempuan yang ia cintai. Jika Nick bisa memutar waktu, Nick sangat berharap jika dirinya saja yang dipertemukan dengan Dara waktu itu.
Ya, harapan hanyalah tinggal sebuah harapan. Nick tidak bisa menentang takdir yang telah di gariskan Tuhan padanya. Nick juga tidak bisa memaksakan kehendak untuk mewujudkan keinginannya. Meskipun sebenarnya Nick bisa melakukannya yaitu dengan bersikap egois dan menutup kedua matanya atau bersikap tidak peduli yaitu dengan cara menculik Dara lalu menyekapnya di mansion pribadinya yang terletak jauh dari kota seperti yang ia lakukan pada Rara sekarang. Namun berbeda dengan Dara, perempuan yang ia cintai. Nick tidak bisa melakukan apa yang ia lakukan ke Rara.
Bersikap egois dan tidak peduli dengan perempuan yang ia cintai itu tidak bisa Nick lakukan. Nick sudah mencoba untuk melakukan nya. Yaitu dengan perempuan cantik di luar sana. Akan tetapi hasilnya tetap sama. Dimatanya tidak ada perempuan secantik Dara. Tidak ada perempuan sesempurna Dara.
Alhasil Nick sekarang lebih memilih diam dan menjaganya dari kejauhan. Mengawasi dari jauh dan bertindak jika ada yang mengancam keselamatan perempuan yang ia cintai. Sampai kapan pun itu Nick akan selalu menyayangi Dara. Akan selalu mencintai Dara. Walaupun tidak bisa memiliki setidaknya Nick bisa menjaganya dari kejauhan. Kapan pun dan apapun akan Nick lakukan untuk membuat perempuan yang ia cintai bahagia. Apapun itu..
Kalian bisa memegang perkataan Nick. Jika Nick akan melakukan apapun demi perempuan yang ia cintai bahagia. Sekalipun mengorbankan kebahagiaanya sendiri.
"Sudah mom. Aku memberi nama Kenzo Julian Crishtian. Di panggil Kenzo." Jawab Sean dengan semangat empat lima. Entahlah, hari ini Sean merasa bangga dan sangat bahagia. Hingga ingin rasanya Sean pergi ke Indonesia untuk merayakannya lagi. Memakan tofu mix dan juga bertemu dengan Pak Jalil. Orang yang berjualan mangga. Jika boleh, Sean ingin mengajak bekerjasama Pak Jalil untuk memperjualbelikan buah mangga padanya. Dengan harga berapapun akan Sean beli. 100 juta? Akan Sean beli dan akan Sean bayar cash saat itu juga.
Maklum, akibat ngidam di masa kehamilan Kenzo waktu ituΒ hingga sekarang, hal itu sudah melekat pada dirinya. Semoga saja Kenzo manis dan kalem seperti dirinya. Semoga saja..
Tanpa sepengetahuan Sean, dengan perlahan kedua bola mata cantik Dara mulai terbuka. Perlahan tapi pasti kedua bola mata cantik itu terbuka sempurna.
Kini Dara telah terbangun dari tidurnya. Setelah kelelahan akibat melahirkan tadi Dara langsung tertidur pulas. Saking lelahnya Dara sudah tidak mempedulikan hal yang lain lagi. Yang Dara ingin kan hanyalah tidur dan istirahat. Namun tidak terasa ternyata Dara telah tertidur selama 4 jam. Sekarang jam telah menunjukkan pukul 8 malam. Di ruangan inapnya ada Sean, Mommy Lexa, Daddy Elden dan juga ada tempat tidur bayi. Apakah itu anaknya?
"Sean.."
Sean yang mendengar suara yang terdengar lemah itu lantas segera bangkit dari duduknya. "Iya sayang." Jawab Sean dengan memegang salah satu tangan istrinya. Hal yang Sean tunggu-tunggu akhirnya terjadi. Istri cantiknya telah terbangun dari tidurnya.
Dengan perlahan kedua bola matanya menyesuaikan cahaya yang terdapat di dalam kamar inapnya. Lalu, pandangannya langsung tertuju pada wajah tampan suaminya yang tengah menatap nya dengan serius. "Bagaimana dengan anak kita hubby? Apakah dia sehat dan baik-baik saja?" Tanya Dara dengan suara yang lirih. Ya, yang Dara pikirkan sekarang adalah anaknya. Anak yang ia tunggu-tunggu selama ini.
Sean mengangguk dan mencium punggung tangan istrinya. "Kenzo baik-baik saja sayang. Dia anak yang kuat seperti Daddy nya." Dengan penuh percaya diri Sean mengatakannya.
Dara yang mendengar itu langsung tersenyum. "Iya hubby aku tau itu. Hubby memang kuat. Bukan hanya kuat, tapi hubby juga tampan. Bahkan sangat tampan." Dengan tersenyum Dara mengatakannya.
"Hei jangan lupa dengan ku menantu." Suara tegas dan terkesan dingin itu membuat Dara langsung mengalihkan pandangannya. Disana ada Elden yang tengah berdiri sambil mengeringkan rambutnya yang basah denganΒ menggunakan handuk. Elden baru saja selesai mandi dan sudah sedari tadi berdiri disana.
"Iya Dad." Jawab Dara dengan tersenyum. Lalu melalui pergerakan tangannya Dara memberi kode terhadap suaminya.
"Oke sayang. Aku akan mengambil nya. Tunggu sebentar." Ujar Sean. Dengan cepat Sean berjalan ke tempat tidur Kenzo. Terlihat Kenzo tengah tertidur pulas.
"Duh tampannya anak Daddy." Ucap Sean pada dirinya sendiri. Perlahan tapi pasti Sean mengangkat tubuh Kenzo kedalam gendongannya yang hangat. Setelah itu Sean berjalan mendekati ranjang istrinya yang tengah menunggunya. "Kenzo gendong sama Mommy dulu ya. Kenalan sama Mommy dulu."
Dara yang melihat tingkah suaminya hanya mengulum senyumnya. Begitupun juga dengan Lexa yang melihat itu. Ada perasaan haru dan bahagia yang menyelimutinya.
Elden yang melihat kedua mata perempuan yang cintai Juli berkaca-kaca lantas berjalan mendekati Lexa dan dipeluknya dari belakang tubuh istrinya. "Lihat sayang, kuat sudah menjadi grandpa dan grandma." Bisik Elden ditelinga istrinya. Dikecupnya dengan sayang leher istrinya yang wangi itu.
"Iya sayang, kamu benar. Tidak terasa sekarang kita sudah mempunyai cucu. Padahal baru kemarin kita selalu bertengkar dan berdebat hebat di sekolah."
Tidak hanya di sekolah bahkan di luar sekolah juga." Ujar Lexa menanggapi perkataan suaminya.
***
Ingat Kenzo, ketampanan mu itu merupakan bibit Unggul dari keluarga Crishtian π
Oke. Jangan lupa besok UP lagi ya sampai tgl 16 November 2020π₯°β€οΈ
Jangan lupa follow instagram mereka ya π€
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
@nickalbertreal
@raraagathareal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga π
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana π
Aku tunggu notif dari kalian ya π Terimakasih teman-teman.. β€