
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Selama seminggu ini Sean selalu bangun pagi-pagi sekali untuk berangkat bekerja. Selalu pulang larut untuk menghindari Dara, istrinya.
Entah kenapa, gairahnya selalu memuncak saat dirinya bersama Dara. Jadi, inilah yang Sean lakukan. Sean rela berangkat pagi-pagi sekali untuk menghindari istrinya. Pulang larut malam juga ia lakukan. Hanya dengan melihat leher jenjang Dara, seketika membuat jiwa laki-lakinya terbangun. Ingin memakan habis istri kecilnya itu. Akan tetapi istrinya itu pasti akan menolaknya. Apalagi, Dara masih polos. Sean merutuki kebodohannya itu. Harusnya, sebelum meresmikan hubungannya, Sean menyuruh bundanya untuk memberikan sedikit ilmunya tentang urusan ranjang. Ya, harusnya seperti itu. Tapi, nasi sudah menjadi bubur. Yang Sean bisa lakukan adalah menghindari istrinya agar tidak kebablasan nantinya.
Sebenarnya Sean begitu merindukan istrinya itu. Ingin memeluk dan mencium aroma wangi dari tubuh istrinya. Tapi, Sean mencoba untuk menahannya. Sean tidak ingin membuat Dara ketakutan jika langsung melakukannya.
Jam 11 malam, Sean baru selesai menyelesaikan pekerjaanya. Dibereskannya tempat kerjanya itu. Akhirnya semua telah selesei.
Setelah itu, Sean segera pulang untuk menemui istrinya. Ada rasa rindu dengan kebersamaannya. Tapi, mau bagaimana lagi. Untuk sementara waktu Sean harus menghindari istrinya itu.
Jam setengah dua belas malam Sean baru sampai di mansionya.
"Liya, apa saja yang dilakukan Dara hari ini?" Tanya Sean sambil duduk dikursi kebesarannya. Seperti biasa, Sean selalu menanyakan apa yang dikerjakan oleh Dara pada Liya selaku kepala maid di mansionnya dan juga Roy sebagai orang kepercayaanya.
"Memasak, makan tiga kali sehari dan juga menonton televisi dan membaca buku tuan. Terkadang juga berendam dikamar mandi. Seperti sedang memikirkan banyak hal."
"Kau bisa kembali." Ujar Sean.
"Baik tuan. Saya permisi." Pamit Liya undur diri.
Lalu tatapan beralih pada orang kepercayaanya. "Roy, apa ada sesuatu yang penting?" Tanya Sean. Pasalnya Roy sedari tadi hanya diam.
Roy merasa gelagapan. "Begini tuan. Tadi pagi-pagi sekali nona Dara menanyakan sesuatu hal pada saya." Ujar Roy.
Alis Sean terangkat. Heran. "Tanya apa Roy?"
"Roy apa kau tau tentang malam pertama sebagai pasangan suami istri?" Tanya Dara dengan wajah memelasnya. "Aku tidak tau maksud itu. Apa itu memiliki arti lain? Yang aku tau hanya tidur sebagai suami istri."
Roy ternganga tidak percaya. Jadi selama seminggu ini, Tuannya marah-marah karena tidak mendapatkan malam pertamanya? Oh Shitt! Yang sabar tuan.
"Begini nona, malam pertama sebagai suami istri artinya kita tidur bersama dengan pasangan kita. Seperti nona tidur bersama tuan. Tapi, tidurnya itu berbeda. Tidak seperti biasanya Nona. Ada tahapannya nona." Ujar Roy. Sungguh baru kali ini Roy disuruh memberi pemahaman hal seperti itu pada seorang gadis.
Dara bingung. Tidak mengerti. "Tahapan apa Roy? Aku sudah tidur bersama Sean. Tapi Sean masih mendiamkan ku."
"Bukan begitu nona. Tapi ini berbeda."
Tubuh Dara langsung merinding seketika. "Maksudnya apa Roy? Apa seperti kucing?" Tanya Dara lagi.
Roy menggeleng. "Bukan nona. Itu jelas sekali bukan. Karena itu sudah menjadi kewajiban sebagai seorang istri. Apa nona tidak ingin mempunyai anak?"
"Aku mau Roy." Jawab Dara sambil mengangguk. Dara sangat menyukai anak kecil.
"Jadi, nona harus diam kalau tuan melakukan sesuatu pada nona. Karena itu sudah kewajiban nona untuk melayani suami. Dan kalau ingin mempunyai anak, nona harus melewati itu." Jelas Roy. Sungguh jantung berdetak tidak karuan.
"Oh begitu. Terimakasih Roy." Ujar Dara dengan senyuman. Roy yang melihat senyuman itu sedikit merasa lega. Semoga saja Dara mengerti apa yang ia maksud tadi.
"Begitu tuan." Ujar Roy sambil membungkuk. "Maaf tuan kalau saya lancang."
Senyuman tipis langsung terbit di bibirnya. "Tidak apa Roy. Kau memang terbaik." Ujar Sean.
Roy yang mendengar pujian tersebut sedikit terkejut. Ia kira, ia akan dimarahin habis-habisan. Ternyata tidak sama sekali. Untunglah. Nyawanya selamat malam ini.
Lalu Sean berjalan menaiki tangga untuk menuju kamarnya. Sean tidak berhenti untuk tersenyum. Akhirnya, Sean tidak perlu memikirkan bagaimana caranya agar istri kecilnya itu mengerti. Dibukanya dengan perlahan kamar itu agar tidak menimbulkan suara apapun.
Dan pandangan yang selalu ia lihat selama seminggu ini. Istrinya tertidur dengan selimut yang menyelimuti tubuhnya. Didekatinya istrinya itu lalu duduk disisi Dara. Dielusnya dengan sayang wajah cantik itu. "Maafkan aku. Aku sayang kamu. Aku melakukan seperti ini karena tidak ingin kelepasan dan membuatmu takut padaku. I love you my wife. Mimpi indah." Ucap Sean lalu mengecup dengan sayang kening Dara.
Tanpa tau jika Dara sedari tadi belum tertidur. Hanya berpura-pura tidur. Ya. Dara sudah mengerti akan hal itu. Sedikit mulai mengerti tentang malam pertama sebagai suami istri. Dara sudah mencari taunya. Tapi, Dara masih berfikir, apa benar seperti itu?
***
CERITA ELDEN DAN LEXA SUDAH UP YA! JUDULNYA PSYCOPAT VS CEWEK GALAK
SILAHKAN CEK DI PROFIL AKU! RAMAIKAN YA :) TERIMAKASIH TEMAN-TEMAN. JANGAN LUPA BERI BINTANG 5 :)