
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
- MASA LALU JAMES DENGAN RAYA (Bagian 2)
Pagi hari telah menjelang.
Terlihat sepasang sejoli yang masih tertidur dengan saling berpelukan satu sama lain layaknya sepasang suami istri.
Setelah melakukan aktivitas malam hingga pagi tadi, membuat badan Raya merasa remuk redam. Sunguh, ternyata rasanya sangat luar biasa. Membuat Raya semakin jatuh hati dengan seorang James Alergon.
Drttt Drttt
Ponselnya bergetar. Bertanda jika ada panggilan masuk.
Dan ternyata benar. Disana tertera nama Sean yang sedang menelfonnya. Kedua bola mata Raya berputar malas. Sungguh, muak rasanya jika Raya bersama Sean. Apalagi dengan sikap possesive dan sifat kekanakan Sean, benar-benar membuat Raya muak dan jengah.
"Hallo."
"Good morning sayang." Sapa Sean diseberang sana dengan bahagia. Berbanding terbalik dengan apa yang Raya rasakan sekarang.
"Good Morning too." Jawab Raya dengan malas dan bangkit dari tempat tidurnya. Apapun yang berkaitan dengan seorang Sean Crishtian, selalu terlihat memuakkan di kedua bola mata Raya.
Raya mulai berjalan menuju kamar mandi dengan langkah yang sedikit tertatih. James benar-benar menggempurnya semalaman. "Aku baik-baik saja sayang. Tenang saja. Apa kamu tidak sibuk hari ini?" Tanya Raya dengan membuka pintu kamar mandinya. Di dalam hatinya Raya berharap jika Sean akan sibuk hari ini. Jadi, Raya bisa menghabiskan waktunya bersama James.
"Sebentar lagi aku akan dapat rapat sayang. Apa kamu mau video call denganku sebentar? Kau tau bukan, jika aku sekarang aku sangat merindukanmu dan aku sebentar lagi juga akan ada rapat penting. Aku sedang butuh kamu untuk disampingku." Ucap Sean dengan duduk dikursi kebesarannya. Jemari telunjuknya mnegetuk pelan meja kerjanya. Sean benar-benar merindukan Raya sekarang. Semalam juga Sean tidak bisa bertemu dengan Raya karena kesibukannya.
Glek
Raya langsung tersedak dengan air ludahnya sendiri setelah mendengar perkataan Sean tadi.
Jika Raya video call sekarang dengan Sean, maka Sean bisa saja akan curiga dengannya. Atau bahkan lebih parahnya lagi Sean akan mengetahui semuanya.
Tidak. Jangan. Raya tidak mau itu terjadi. Jika itu terjadi, maka siapa yang akan menyanggupi kebutuhan sekolah dan adek-adeknya? Apalagi, setelah melihat kondisi Raya yang seperti ini. Raya harus tetap bersama Sean denfan keluarga Sean.
"Aku sedang tidak bisa video call sekarang sayang. Nanti, akan aku hubungi lagi, oke?" Tolak Raya denfan suara tang di buat semanja mungkin.
"Oh. Baiklah sayang. Tidak apa-apa. Aku berangkat kerja dulu. I love you more sayang." Pamit Sean diseberang telfon.
Raya menghela nafasnya lega. Hampir saja dirinya kerahuan.
***
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤