
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. ππ
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku π€
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya π
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata π€
Happy Reading
***
Hari ini Sean merasa sangat bahagia. Sebuah senyuman terus tersungging di bibirnya. Hal itu membuat karyawan yang melihatnya merasa terheran-heran. Kira-kira hal apa yang telah menimpa majikan mereka hingga tersenyum seperti itu? Hal ini termasuk ke dalam sebuah kejadian yang sangat langka dan sangat jarang terjadi. Mengingat bos mereka itu adalah tipe orang yang dingin dan arogan.
"Selamat pagi tuan." Sapa mereka dengan serempak. Menunduk hormat dan memberi salam dengan sopan sudah menjadi kewajiban mereka semua yang bekerja di perusahaan SC Technology.
"Pagi." Jawab Sean dengan tersenyum. Menjawab sapaan karyawannya dengan wajahnya yang terlihat seperti anak ayam yang sedang mendapatkan makanan kesukaanya.
Lagi. Hal itu lagi dan lagi membuat karyawan harus memekik karena terkejut.
"Demi apapun bos mereka menjawab sapaan pagi mereka?! Bolehkah mereka melakukan syukuran sekarang?!" Teriak mereka dalam hati.
Sedangkan Sean hanya acuh dengan tanggapan karaywannya. Yang penting Sean sedang happy sekarang. Sepertinya Sean sukses melakukan proyek tunggal putra mereka.
Ceklek
Pintu ruangan kerjanya terbuka. Disana Sean segera berjalan masuk san duduk di sofanya. Disandarkannya tubuhnya ke sofa dengan memejamkan kedua bola matanya. Kilasan kejadian tadi pagi saat berolahraga dengan istrinya membuat kedua pipinya merona malu.
Oke. Sejak kapan Sean bisa merona malu seperti ini jika bukan karena istri tercintanya?!
Tok tok tok
"Permisi tuan. Ini saya Sarah." Ucap seseorang di luar pintu ruangan kerjanya.
Lalu, Sarah langsung membuka pintu dan berjalan masuk ketika tekah mendapatkan peesetujuan dari tuannya.
"Selamat pagi tuan. Saya ingin bilang jika jadwal hari ini Tuan akan bertemu dengan tuan Derrick di hotel bintang 5 milik tuan Nick Albert." Ujar Sarah dengan sopan.
Sean hanya mengangguk menanggapinya. "Jam berapa?" Tanya Sean. Karena sore nanti Sean akan mengantar istrinya pergi ke dokter kandungan .
"Jam 11 siang sampai jam 1 siang tuan." Kata Sarah dengan sopan.
"Baiklah. Kau bisa keluar dari ruanganku." Titah Sean dengan membuka ponsel miliknya. Jemarinya dengan giat mengetik sebuah pesan untuk seseorang.
"Emh saya ingin bilang sesuatu tuan." Ucap Sarah dengan takut-takut.
Kening Sean mengerut, heran. "Ada apa?"
"Apakah tidak terlalu dini untuk memecat Alice?"
Sean tersenyum tipis mendengarnya. "Kau bekerja dengan ku sudah 5 tahun Sarah. Apakah selam bekerja itu kau belum mengerti gayaku?"
"Baik tuan." Iya Sean sangat tau. Tapi jika Sarah tidak menanyakannya, bisa saja Sarah akan hilang nyawanya besok.
***
Author hari ini sudah Double Up ya π€ Semoga kalian suka. Dan hari ini authornya mau bikin kue kering untuk my boyfriend dulu β€ Dah semuanyaπ€
Bonus Foto Dara istri Sah Sean Crishtianβ
Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya π
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga π
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana π
Aku tunggu notif dari kalian ya π Terimakasih teman-teman.. β€