
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
...⚠️ WARNING!...
...TERDAPAT ADEGAN KEKERASAN DI DALAMNYA. HARAP BIJAK DALAM MENYIKAPINYA. KALAU YANG TIDAK SUKA DENGAN ADEGAN KEKERASAN, SKIP SAJA....
Nick menyeringai tipis. Setelah itu Nick jongkok tepat dihadapan Flow. "Aku kasih kau satu hal padaku. Aku buka tipe orang penyabar dalam menghadapi perempuan. Kecuali satu, aku akan sabar jika menghadapi perempuan yang ku cintai." Bisiknya pelan di telinga Flow. "Dan sayangnya kau bukan perempuan yang aku sayangi. Jadi, sayangi nyawamu baik-baik saat denganku. Aku tidak peduli jika kau perempuan atau laki-laki. Bagiku sama saja. Tidak ada bedanya."
Tubuh Flow meremang dan melemas. Sungguh, Flow kira pria di hadapannya ini adalah pria yang baik. Namun, tidak pernah ia duga jika pria di hadapannya sangat menyeramkan.
Darren menyeringai tipis. "Sean aku bagian apa?" Tanya Darren. "Aku sudah tidak sabar untuk menembaki seluruh tubuh mereka satu persatu dengan peluru ku. Pasti itu akan sangat indah jika sepuluh peluru ku bersarang di tubuh mereka."
Sean langsung tertawa renyah mendengarnya. "Kau tunggu saja Darren. Kau bisa ambil bagian mu jika kau bisa mengambil waktu yang tepat." Jawab Sean lalu tatapannya beralih ke arah Peter. Disana sudah ada Damian yang berada di belakang tubuh Peter dengan pistol yang berada di kepala Peter. Jika sedikit saja Peter melakukan perlawanan maka peluru kesayangan Damian akan tembus di kepalanya.
Sedangkan Ava sudah tidak sadarkan diri disana. Darah sudah berceceran dilantai.
"Aku jadi ingin mengobrak-ngabrik perut istrimu. Aku ingin tau apa saja yang ada di dalam tubuhnya. Hehehe, aku sudah lupa dengan pelajaran organ manusia. Jadi aku ingin mengingatnya lagi dengan mengobrak-ngabrik perut istrimu. Pasti akan sangat menyenangkan sekaligus aku ingin mencicipi organ dalam istrimu." Gumam Damian tepat ditelinga Peter.
Tubuh Peter meremang setelah mendengar bisikan Damian tadi. "Tapi sayangnya dia sudah tidak sadarkan diri. Padahal aku ingin mendengar suara rintihannya dan suara memohon nya. juga" Bisiknya lagi dengan suara yang terdengar kecewa. Yaps, Damian kecewa. Sangat kecewa karena korbannya malah tak sadarkan diri. Baginya menyiksa korban dalam keadaan tak sadarkan diri itu tidak menarik sama sekali.
Peter menggeleng pelan. "Tolong ampuni aku dan istriku." Mohon nya dengan berlutut. Tubuhnya merosot begitu saja ke lantai. Tatapannya memohon ke arah kedua bola mata Sean. "Aku mohon ampuni kita semua." Suaranya tercekat di tenggorokannya manakala melihat wajah istrinya yang sudah pucat pasi. Tidak, Peter tidak mau jika harus kehilangan istri tercintanya.
"Kau bilang minta maaf? Semudah itu kau mengatakannya?!" Bentak Sean dengan suara yang menggelegar.
Darren tersenyum kegirangannya di dalam hatinya. "Akhirnya dimulai juga. Setelah sekian abad Darren menunggunya akhirnya yang ia tunggu-tunggu telah datang juga." Ucap Darren dalam hatinya.
"Maafkan kami semua." Mohonnya lagi dengan air mata yang mulai berlinang ketika melihat tubuh istrinya yang tiba-tiba mengejang dengan mulut yang mengeluarkan darah.
"Aku lupa memberitaumu jika peluru yang kupunya di lapisi dengan racun untuk membunuh hewan." Sela Darren dengan smirk yang tersungging di bibirnya.
"Ibu!" Jerit Flow ketika melihat keadaan ibunya yang sedang sekarat. Ibunya bukan hewan!
Plak
Namun tamparan kuat langsung ia terima di pipinya. Membuat wajahnya langsung terpelanting kesamping dengan sudut bibir yang mulai mengeluarkan darah. "Sudah ku bilang, aku bukan tipe orang penyabar jika menghadapi perempuan!" Ujar Nick dengan menekan di setiap perkataanya.
Sean mendengus geli ketika melihat Peter yang sedang bersimpuh memohon ampun padanya. "Kau tau Paman. Selama ini aku menganggapmu sebagai keluarga sendiri. Meskipun anakmu telah menyakitiku, menghianatiku. Tapi aku tetap membantumu. Membantu perekenomian keluargamu." Ujar Sean dengan suara yang terdengar sendu. Ada nada kesedihan di setiap perkataanya. "Tapi balasan apa yang ku terima?" Tanyanya dengan menatap kecewa ke arah Peter. "Kau menghianatiku. Tidak. Bukan hanya kau yang menghianatiku. Tapi kalian semua." Suaranya terdengar sangat menyayat hati. Inilah Sean jika berhadapan dengan orang yang ia sayangi. "Kau membalasnya dengan mengadu domba aku dengan James. Kau jadikan James sebagai alat balas dendam mu." Diusapnya wajahnya dengan tangannya. Berusaha untuk kuat.
Siapa yang tidak sedih jika harus berhadapan dengan orang yang ia sayangi? Apalagi dengan orang yang selama ini dianggap sebagai keluarganya. Namun, ternyata orang itulah yang menjadi sumber kehancuran mu selama ini.
"Kau tau paman, aku sudah menganggap mu sebagai Ayahku sendiri. Aku sudah menganggap Ava sebagai ibuku sendiri. Tapi, apa yang ku terima selama ini? Kalian menusukku dari belakang. Kalian menghianatiku. Padahal, untuk menjadi orang yang terpenting di dalam hidupku itu sulit. Tidak semuanya orang ku anggap spesial. Dan kau harusnya merasa beruntung karena aku telah menganggapmu sebagai keluargaku sendiri."
Peter menunduk. "Maafkan aku." Lirihnya pelan.
"Apa dengan kata maaf mu bisa mengembalikan kedua anak pertamaku?"
Deg
Tubuh Peter membeku sempurna ketika mendengar perkataan Sean tadi.
Kedua bayi? Apa selama ini istri Sean mengandung bayi kembar?
"Kau sukses menghancurkan sumber kebahagiaan ku. Rencana kalian sukses membuat istriku terpuruk."
Dengan kasar Nick langsung menjambak kuat rambut Flow. "Sudah kubilang kau diam saja jal**g!" Bentak Nick dengan suara yang menekan setiap perkataanya.
Tubuh Sean menoleh dan menatap ke arah Flow. "Akting mu sangat hebat sekali paman hingga membuat anak mu tidak percaya jika kau melakukan itu semua. Aku jadi ingin tau seberapa hebatnya kau berperan sebagai seorang ayah di keluargamu." Ujarnya dengan seringai yang tersungging di bibirnya.
Tubuh Ava mulai berhenti mengejang. Bibirnya pucat dengan darah yang terus keluar dari mulutnya. Beberapa kali Ava terbatuk, maka darah yang keluar dari mulutnya. Rasanya sangat menyakitkan sekali. Bagaikan ditusuk ribuan samurai di seluruh tubuhnya. "Tolong aku sayang." Rintihnya dengan tangan yang terangkat berusaha menggapai tangan suaminya. "Tolong aku. Rasanya sangat menyakitkan sekali."
Tubuh Peter bergetar. Air matanya jatuh luruh begitu saja. "Maafkan aku." Ucap Peter dengan kepala yang menggeleng pelan.
Sean tersenyum muak dengan semua adegan yang terpampang jelas hadapannya. "Kau ingin minta tolong? Apa kau ingin segera di obati?"
Ava mengangguk lirih. Peter yang mendapat secercah harapan itu langsung bersimpuh dan memohon. "Apapun akan aku lakukan. Asalkan kau mau membantu istriku." Pintanya.
"Baiklah jika itu mau mu." Jawab Sean.
Darren yang mendengar jawaban Sean langsung menatap Sean dengan pandangan datar. Ada perasaan tidak terima di hatinya jika Sean membantu keluarga busuk ini.
Dor Dor Dor Dor Dor
Suara tembakan beberapa kali langsung menggema diseluruh ruangan.
"Argghhh Ibu!" Jerit Flow dengan berusaha memberontak dari cengkraman Nick.
Tubuh Peter langsung membeku di tempatnya. Istrinya telah tiada.
Kedua bola matanya yang semula menatap penuh harapan kini telah tertutup. Bibir yang semulanya tersungging sebuah senyuman langsung berubah.
Ava, telah mati ditembak oleh Sean. Keadaannya sangat mengenaskan. Darahnya semakin berceceran di lantai. Bahkan darahnya sampai mengotori dinding.
"Ucapkan terimakasih karena aku telah membantu mengurangi rasa sakit mu." Ujar Sean dengan seringai yang tersungging di bibirnya.
"Mata di balas dengan mata. Maka nyawa juga dibalas dengan nyawa."
***
-Sean versi Animasi
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤