My Possesive Husband

My Possesive Husband
173. ROY VS ALICE


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. πŸ™‚πŸ˜Š


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku πŸ€—


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata πŸ€—


Happy Reading


***


Dengan kasar Roy menarik pergelangan tangan Alice kesebuah gudang kosong yang berada di belakang perusahaan SC Technology.


"Lepas!" Jerit Alice dengan terus berusaha melepaskan cekalan pergelangan tangannya dari Roy. Namun, bukannya malah terlepas, tapi cekalan di pergelangan tangannya semakin menguat.


Sesampainya di dalam gudang kosong itu, Roy langsung menghempaskan tubuh Alice ke dinding hingga menimbulkan sebuah bunyi nyaring akibat benturan keras itu.


"Auu-" Ringis Alice ketika merasakan nyeri hebat di punggungnya. Sepertinya punggungnya akan cidera jika dihempaskan seperti itu.


"Kenapa kau muncul disini Alice?!" Bentak Roy tepat di depan wajah Alice. Tubuhnya berdekatan dengan Alice. Hingga ruang gerak yang disisakan hanya sedikit.


Kedua mata Alice terpejam merasakan bentakan keras itu. Jantungnya berdetak tidak beraturan.


"Sudah kubilang jauhi Sean dan Dara! Apa kau belum mengerti dengan apa yang aku katakan hah?!" Roy mengepalkan kedua tangannya erat. Ingin rasanya Roy menghajar habis orang dihadapannya sekarang. Namun, ingatkan Roy jika seseorang yang di hadapannya adalah perempuan. Bukan laki-laki.


"Memangnya kenapa? Apakah itu masalah!" Bentak Alice dengan menatap tepat kedua bola mata Roy. "Kau yang mengajakku untuk bekerjasama dalam balas dendam ke Dara! Tapi sekarang apa?! Apa yang kau lakukan?! Kau bagaikan hewan peliaraan yang tunduk pada majikan! Cih!" Ujar Alice dengaj membuang ludahnya tepat di wajah Roy.


Roy mengusap ludah Alice yang berada di wajahnya dengan menggunakan sapu tangan yang berara disaku jasnya.


Roy menatap datar wajah Alice dan dibungnya dengan asal sapu tangan yang ia gunakan tadi.


Sedangkan Alice mengumpati dirinya sendiri kenapa bisa melakukan tindakan ceroboh seperti itu.


Dan..


Bunyi nyaring terdengar mengisi penjuru ruangan gudang kosong itu. Roy, tadi menampar kuat pipi Alice hingga terpelanting ke samping. Lihat! Bahkan di sudur bibir Alice mengeluarkan darah akibat tamparan keras itu.


"Kau ingin melawanku Alice?" Ujar Roy dengan suaranya yang terdengar menakutkan.


Tubuh Alice bergetar takut. Rasanya Alice tidak sanggup untuk menopang tubuhnya yang perlahan mulai terasa lemas.


"Apa kau ingin membantah perintahku? Kau bukan siapa-siapa disini. Kau dan keluargamu hanyalah orang yang haus akan harta. Apalagi kedua orang tua mu dan kakak mu. Kalian tidak ada bedanya sama sekali. Kalian bisa dibeli dengan uang bahkan dengan harga yang murah."


Deg


Hatinya berdenyut sakit ketika mendengar perkataan itu. Tangannya meremas kuat sisi roknya. Kedua bola matanya mulai memerah dan terus menatap tepat kedua bola mata pria di hadapannya.


"Jangan bawa-bawa kedua orang tuaku sialan!" Umpat Alice dengan membentak.


Roy menyeringai tipis. "Kenapa? Itu faktanya. Keluarga kalian murahan. Perkumpulan orang-orang yang tidak ada harganya sama sekali. Pantas saja Sean tidak mau kembali dengan kakak mu." Ucap Roy yang memancing kemarahan Alice. "Kau saja tidak punya rasa malu. Dan apakah rencanamu ingin menjadi orang ketiga di hubungan mereka (Sean dan Dara)?" Roy tertawa renyah setelah mengatakan itu. Membuat Alice semakin menatap penuh kebencian ke arah Roy. "Hai. Kau terlalu banyak membaca novel. Kau terlalu banyak halu. Apa kau berfikir jika hubungan mereka akan rusak dan hancur karena kehadiran mu? Kau lucu sekali." Ujar Roy dengan tersenyum remeh. Lalu jemarinya memegang dagu Alice. Diangkatnya dagu itu hingga kedia bola mata mereka saling bertemu satu sama lain. Yang satu menatap penuh kebencian sedangkan yang lain menetapnya dengan rendah. "Ingat, mereka tidak akan pernah terpisahkan. Sekalipun kau mempunyai wajah yang mirip dengan kakak mu. Bukan berarti Sean akan luluh dan menyelingkuhi istrinya. Jika kau ingin menghancurkan hubungan mereka, harusnya kau berkaca terlebih dahulu. Kau tidak ada apa-apanya dengan nona Dara. Istri sah tuan Sean Crishtian." Ujar Roy dengan dingin.


Setelah itu Roy berjalan mundur dengan kedua tangan yang berada di dalam saku celananya. "Jika kau berani merusak hubungan mereka, maka kau akan berurusan dengan ku." Kata Roy dengan tersenyum tipis. "Tidak. Bukan hanya aku tapi kau juga akan berurusan dengan Anggota Mafia Crowned Egale serta kau akan berusan langsung dengan tuan Elden Crishtian." Tambahnya lagi.


Seketika Alice merasa takut. Alice tau betul dengan nama yang disebut oleh Roy tadi. Orang yang paling ditakuti serta orang yang paling berpengaruh dalam dunia gelap. Elden. Laki-laki psycopath yang akan melakukan apapun untuk melindungi dan menjaga keluarganya.


"Apa sekarang kau takut Alice?" Ujar Roy dengan nada yang terdengar dingin. "Sebelum bertindak lebih baik kau fikir dengan matang terlebih dahulu. Kau hanya satu orang. Sedangkan lawan mu lebih dari satu orang. Bagiku sangatlah mudah untuk menyingkirkan mu dan keluargamu. Bukan hanya aku, tapi bagis Sean dan geng Mafianya, sangatlah mudah untuk menyingkirkanmu." Lalu, Roy berjalan mendekat ke arah Alice. "Membantai habis keluargamu tanpa jejak juga bisa kami lakukan. Dan itu sangatlah mudah bagi kami." Bisik Roy tepat di sebelah telinga Alice. "Sayangi nyawamu dan jangan bermain-main dengan kami. Kecuali jika kau tidak sayang dengan nyawamu dan nyawa keluarga mu. Kau bisa melanjutkan permainannya." Ujar Roy dengan sebuah seringai menakutkan yang tersungging di bibirnya. (Author: Kamu tidak ada bedanya dengan Sean, Roy😏 Sama-sama nakutin😏)


Setelah itu Roy berjalan meninggalkan gudang kosong itu. Meninggalkan Alice yang terdiam ketakutan. Alice langsung terduduk lemas dilantai gudang. Wajahnya pucat pasi. Benar apa yang dikatakan Roy tadi. Alice sendirian dan tidak mempunyai apapun. Sedangkan mereka? Mereka mempunyai segalanya. Alice sudah kalah telak bahkan sebelum memulainya. Namun, Alice masih mempunyai seseorang yang akan mau membantunya. Ya, sepertinya Alice harus menerima ajakan dari orang tersebut.


***


Yang mau ngobrol dengan Visual My Possesive Husband atau ingin memberi pesan/nasehat untuk Sean, Dara, Nick, dll kalian bisa follow Instagram aku ya 😊


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❀