My Possesive Husband

My Possesive Husband
231. PENYUSUNAN RENCANA (Extra Part 22)


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karena saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


"Sebentar lagi kita akan pergi ke markas kita yang satunya. Apakah mereka sudah berkumpul?" Tanya Sean dengan menatap wajah satu persatu sahabatnya.


"Mereka semua sudah berkumpul Sean. Hanya tinggal menunggu kedatangan kita." Ujar Darren menjawab pertanyaan Sean.


Sean mengangguk mengerti. "Sesuai rencana yang telah kita ambil bersama. Dalam satu tahun ke depan kita akan fokus untuk memperkuat keamanan Geng Mafia Crowned Eagle serta memperkuat bisnis kita. Setelah itu kita akan fokus memperluas pasar sekaligus memperluas daerah kekuasaan kita. Perketat seleksi jika ada yang ingin masuk ke Geng Mafia kita. Ingat motto Geng Mafia Crowned Eagle. Ingin mengalahkan kami kalian harus hebat, Ingin menangkap kami kalian harus cepat, Ingin menghancurkan kami? Kalian pasti bercanda!" Kata Sean dengan tegas. Kedua bola matanya menatap tajam. Rahangnya mengeras. Aura kebencian sangat terlihat dari tubuh Sean.


Damian, Nick dan juga Darren menjadi merinding sendiri ketika mendengarnya.


"Lakukan sesuai rencana. Jangan melenceng dari rencana. Ingat, jangan ada forum di dalam forum. Kalian sudah tau jika aku benci pengkhianat bukan? Bagiku pengkhianat sama dengan mati. Mau kalian sahabat, bawahan, bodyguard, saudara. Bagiku sama saja. Pengkhianat tetaplah pengkhianat." Dengan nada yang rendah dan penuh penekanan di setiap perkataan nya Sean mengatakannya.


Mereka tau itu. Mereka telah dekat satu sama lain. Dan mereka semua sudah mengerti akan sifat masing-masing. Meskipun sifat dan watak mereka sangat berbeda namun mereka bisa menghargai satu sama lain.


"Dan untuk kau Nick, jika kau ingin menjadi mata-mata dengan bekerjasama dengan mereka, berhati-hatilah. Jangan gegabah. Kau tau bukan, lawan kita yang sekarang bukanlah seperti Derrick. Lawan kita yang sekarang bukanlah lawan yang bisa kita remehkan."


Nick langsung menatap wajah Sean. Memang benar apa yang di katakan Sean tadi. Jika Nick harus berhati-hati. Jika salah langka sedikit saja, maka nyawanya yang akan menjadi ancaman nya. Tidak. Bukan hanya nyawanya saja yang menjadi taruhan tapi juga nyawa ke tiga sahabat nya yang menjadi taruhan nya. "Oke bung. Aku mengerti itu." Jawab Nick sambil menatap wajah Sean.


Darren menghela nafasnya lega setelah mendengar jawaban Nick. Setidaknya Nick sekarang mau menurut.


Lalu, pandangan nya langsung beralih ke Darren. "Dan kau Darren, aku dengar kau sekarang menjadi incaran Marvin Gracious. Apa itu benar?" Tanya Sean ke Darren.


Darren mengangguk. "Oya kau benar Sean. Aku memang menjadi incaran nya sekarang." Jawab Darren dengan menatap wajah Sean.


Jari-jemari Sean lantas langsung mengetuk meja yang membentuk sebuah irama lagu. "Bukankah Marvin itu adalah seorang Bos bandar narkoba sekaligus pengedar di kalangan atas? Untuk apa dia mengajak mu?" Kini Sean bertanya-tanya akan hal itu.


"Menurutku Marvin mengajak Darren bekerjasama agar dapat membantunya di bisnis yang ia geluti sekarang." Kini Damian mulai ikut berbicara. Mulai dari tadi Damian cenderung menjadi diam dan tidak banyak bicara.


Nick setuju dengan pendapat Damian. "Aku setuju dengan mu Damian. Tapi, Sean aku merasa aneh dengan salah satu anggota Geng Mafia The King Of Blood. Dia paling suka memainkan boneka beruang yang ada di genggaman nya. Tapi siapa namanya? Sial! Kenapa aku bisa lupa namanya!" Gerutu Nick dengan kesal.


Salah satu alis Darren terangkat. Sedangkan Damian dan Sean menatap Nick dengan pandangan penuh tanda tanya.


"Apa yang kau maksud itu Lucas Endless, Nick?" Tebak Darren.


Dan Gotcha! Tebakan Darren benar.


Sean mencoba mengingatnya. Sean tidak terlalu hafal dengan anggota Geng Mafia dari saudara tirinya itu. "Lucas Endless?" Gumam Sean.


Damian yang melihat Sean sedikit bingung lantas bangkit dari tempat duduknya. "Aku punya sesuatu hal yang menarik untuk kalian."


Sontak saja perkataan Damian yang begitu tiba-tiba langsung membuat Sean, Nick dan Darren menatapnya.


"Sesuatu yang menarik? Apa itu Damian?" Tanya Sean sambil menatap wajah Damian. Apakah sesuatu hal yang menarik inilah yang menjadi alasan sahabat nya itu terdiam dari tadi?


"Jangan membuat jantung ku berdebar-debar Damian. Kau tau, aku tidak suka jika di buat penasaran seperti ini." Dengan nada yang protes Nick mengatakan nya.


Sedangkan Darren terlihat anteng di tempatnya. Tidak berbicara sama sekali.


***


Elden Crishtian : Hsst.. Tenanglah Thor. Biar aku yang mengurus mereka. Aku akan menghabisi mereka yang telah menyakiti perasaan mu.



Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


@nickalbertreal


@raraagathareal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊