My Possesive Husband

My Possesive Husband
192. SISI LEMAH SEORANG BODYGUARD MAFIA


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


Nb: Ini masih jadi lanjutan kejadian semalam


"Sean tidak tau jika aku ada disini. Tenang saja, aku akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu." Ucap Dara dengan mantap.


Mereka langsung bernafas dengan lega setelah mendengarkan perkataan Dara tadi.


"Nona bisa duduk disini." Ucap salah satu bodyguard dengan membersihkan alas tempat duduk.


Bodyguard itu sedang duduk di atas rumput. Mereka tengah berkumpul. Jumlahnya sekitar lima orang termasuk Roy.


Dara tersenyum sambil mengucapkan kata "terimakasih."


Dara memilih duduk yang agak jauh dari bodyguard. Tidak berdekatan yang bisa menimbulkan fitnah.


"Kalian sudah bekerja dengan Sean apa sudah lama?" Tanya Dara yang mulai membuka pembicaraan.


Mereka mengangguk. "Salah satunya adalah Roy. Dia adalah orang yang bekerja paling lama dengan Bos." Ujar salah satu bodyguard yang berambut di kucir kuda. Sungguh, ini bodyguard apa selebgram? Kenapa ganteng banget si!


Roy tersenyum canggung.


"Benarkah Roy? Lalu diantara kalian berempat siapa yang paling lama?" Tanya Dara lagi. Pembicaraannya sepertinya mulai menarik.


"Saya nona. Saya bekerja dengan Bos sudah hampir 7 tahun." Jawab salah satu bodyguard. Kumis tipisnya membuat Dara merasa sangat gemas. Ingin rasanya Dara mencubit kumis tipis itu. Dara jadi heran, kenapa bodyguard di mansion suaminya tampan-tampan sekali si?! Gerutunya dalam hati. Kalau seperti ini bisa-bisa Dara melelehkan.


"Benarkah? Bagaimana rasanya bekerja menjadi bodyguard seorang Mafia? Apakah itu menyenangkan?" Sepertinya Dara mulai aktif bertanya. Sambil bertanya Dara mengusap pelan perut buncitnya. "Semoga kamu bisa setampan Daddy dan mereka." Lirihnya pelan.


"Selama kita menyukai apa yang kita lakukan itu akan terasa menyenangkan nona. Tapi kalau kita tidak menyukai apa yang kita lakukan maka akan terasa sangat membosankan."


Dara mengangguk. "Iya juga ya."


Bodyguard itu tersenyum.


"Apa aku boleh tau berapa gaji kalian tiap bulan?" Tanya Dara lagi.


"Gaji kami 50 juta tiap bulan nona." Jawab bodyguard tersebut. "Berbeda dengan Roy. Gaji Roy 120 juta tiap bulan. Karena dia adalah tangan kanan Bos dan tanggung jawabnya juga lebih besar daripada kami."


Dara terperangah di buatnya. "Sebesar itu gajinya. Wow aku tidak pernah menyangkanya sama sekali."


"Iya nona. Tapi semakin besar gajinya maka semakin besar tanggung jawab dan konsekuensi yang harus di terima." Sahut salah satu bodyguard. "Bos tidak hanya memberi kami gaji, tetapi juga memberi kami tiket liburan keluarga dan itu di biayai oleh Bos." Jelasnya lagi.


"Kami juga bukan bodyguard biasa nona. Maksudnya kami adalah bodyguard terlatih. Apalagi kami bodyguard sekelas Ketua Mafia. Jadi nona pasti bisa simpulkan sendiri." Ujar salah satu bodyguard.


"Iya aku setuju dengan kalian. Semakin besar gajinya maka semakin besar tanggung jawab dan konsekuensinya." Ujar Dara dengan menatap satu persatu bodyguard suaminya. "Dengan prinsip Sean yang penghianat sama dengan mati, bagaimana menurut kalian?"


"Menurut ku itu bagus nona. Memang sudah menjadi resiko kami jika bekerja dengan Mafia. Nyawa menjadi taruhannya. Kami juga telah melakukan sumpah Bodyguard Mafia. Jadi kami sudah tau aturan yang di terapkan disini. Jika kami berani mengambil sumpah bodyguard maka kami juga harus tunduk dengan segala peraturannya. Jika kami melanggar maka nyawa menjadi taruhannya." Jawab Roy.


"Bagaimana dengan keluarga kalian? Apa kalian sudah menikah?" Lagi dan lagi Dara penasaran.


"Kami ada yang sudah menikah ada yang belum Nona. Yang sudah menikah akan diberi tiket liburan keluarga dan tunjangan bodyguard mafia. Yang belum menikah akan mendapat tiket liburan juga plus wanita malam."


"Wanita malam? Apa yang sudah menikah juga mendapatkan wanita malam juga?" Kini Dara mulai merasa kasihan dengan istri bodyguard. "Apa Sean yang menerapkan aturan ini?"


Roy mengangguk. "Tuan Sean yang menerapkan peraturan ini nona. Tapi jangan salah paham dulu, wanita malam hanya di tujukan untuk bodyguard yang belum menikah. Jika yang sudah menikah tidak akan mendapatkannya. Karena mereka bisa melakukannya dengan istri mereka. Tuan Sean juga berkata, bodyguard akan di cambuk 50x jika ketahuan berselingkuh dari istri."


"Wow." Dara langsung tepuk tangan. Sebegitu ketatnya menjadi bodyguard seorang Mafia.


"Tuan Sean melakukan itu bukan tanpa alasan. Dengan peraturan itu membuat kami menjadi setia dengan istri kami di rumah." Sahut salah satu bodyguard yang telah mempunyai istri.


"Baik nona."


"Mungkin di lain waktu aku akan mengusulkan ke Sean untuk liburan bersama dengan kalian semua. Tapi tunggu aku selesai lahiran."


"Siap nona."


Setelah itu Dara kembali ke kamarnya.


Jika mengingat kejadian semalam Dara jadi senyam-senyum sendiri.


Setelah itu Dara segera pergi ke kamar mandinya untuk melakukan rutinitas mandinya. Membiarkan suaminya yang masih tertidur pulas. Sebentar jam 10 pagi Dara akan mengajak suaminya pergi ke Indonesia untuk membeli buah mangga Asia.


Tidak berselang lama kemudian Sean bangun dari tidurnya ketika merasakan disebelahnya kosong. Istrinya kemana?


Lalu, disingkirkannya selimut yang menutupi tubuhnya. Namun, suara gemericik air di kamar mandi menjadi jawaban untuk pertanyaannya tadi. Istrinya sedang mandi sekarang.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka. Disana istrinya sudah selesai mandi dengan handuk yang melingkar sempurna di tubuhnya.


"Sean cepat mandi. Kita akan pergi ke Indonesia untuk jalan-jalan." Titah Dara dengan menggosok rambutnya yang basah dengan handuk.


Kening Sean mengerut, heran. "Pergi ke Indonesia?"


"Iya, buruan siap-siap. Aku sudah mengaturnya dengan Roy."


Sean menghela nafasnya pelan. Kenapa istrinya selalu menyebut nama pria lain di hadapannya? Tidak taukah jika dirinya tidak menyukai itu?


Dara yang melihat wajah suaminya yang berubah murung langsung menghela nafasnya. Suaminya masih ngambek ternyata dan sekarang sedang cemburu juga. "Aku tidak ada hubungan apapun dengan Roy, hubby. Ingatkan perkataan ku waktu itu? Jika tidak akan ada yang bisa mengganti nama Crishtian di belakang nama ku." Dengan berjalan Dara mengatakannya. Di dudukannya dirinya disebelah suaminya. "Aku sudah menyiapkannya untuk mu hubby. Bukannya semalam kamu ingin buah mangga Asia? Jadi kita bisa membelinya secara langsung disana. Kita juga bisa liburan juga. Aku juga ingin ke Jakarta. Disana tempatnya sangat bagus."


Hati Sean tersentuh dengan perkataan istrinya tadi.


"Maafkan aku untuk semalam."


Sean mengangguk.


"Aku menyayangimu hubby. Selalu dan selamanya."


Dipeluknya tubuh istrinya. "Aku juga sangat menyayangimu sayang. Selalu dan selamanya." Ujar Sean dengan mengecup pelan puncak kepala istrinya.


***


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


@nickalbertreal


Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊


instagram: @fullandari


Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QNA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊


Aku tunggu notif dari kalian ya 😊 Terimakasih teman-teman.. ❤