
Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊
Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..
Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗
dan jangan lupa beri bintang 5 ya 😚
Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗
Happy Reading
***
Sore ini Sean mengajak istrinya untuk jalan-jalan ke sebuah taman.
Dara yang sudah siap dengan pakaian santainya yaitu memakai kaos berwarna putih yang dipadukan dengan hotpans berwarna biru semakin mambuatnya terlihat cantik. Tidak lupa juga Dara memilih memakai sepatu berwarna putih yang sangat kontras dengan kulitnya. Rambutnya ia biarkan tergerai begitu saja sehingga menambah nilai plus tersendiri untuk dirinya.
Lalu, Dara mengambil ransel miliknya. Dara baru ingat jika dirinya tidak mempunyai ponsel. Jadi Dara akan meminta Sean untuk membelikannya ponsel.
Dengan sedikit berlari Dara berjalan menuju halaman depan tempat Sean menunggunya sekarang.
Sean tersenyum simpul.
"Hari ini kita memakai motor saja." Ujar Sean sambil menatap istrinya yang tengah berlari ke arahnya.
"Oke!" Jawab Lexa dengan semangat.
Motor gede dan mewah yang berwarna hitam itu sangat cocok sekali dengan Sean. Ternyata suaminya keren sekali jika naik motor seperti ini.
Dinyalakannya motornya. Lalu, disusul dengan Dara menaiki motor itu. Awalnya sedikit kesusahan dikarenakan badan Dara yang sedikit pendek sedangkan motor Sean terlalu kebesaran untuk dirinya.
"Bisa?" Tanya Sean sambil memegang erat sebelah tangan istrinya sebagai pegangan istrinya.
Dara mengangguk. "Bisa." Jawab Dara ketika berhasil duduk diboncengan motor milik Sean.
"Peluk dulu sayang. Aku tidak ingin kamu jatuh." Kata Sean sambil memakai helm full facenya.
Dara juga memakai helm miliknya. Setelah itu Dara memegang jaket Sean.
"Bukan begitu sayang. Tapi seprti ini." Ditariknya kedua tangan istrinya agar melingkar sempurna dipinggangnya.
Dara tersenyum dibalik helmnya.
"Ini bukan pegangan Sean. Tapi meluk." Ujar Dara sambil terkikik geli. Suaminya ternyata bisa modus juga.
"Sama saja sayang. Anggap saja sama." Kata Sean lalu merekapun berangkat ke taman.
Selama diperjalanan Dara bernyanyi sendiri. Sedangkan Sean hanya mendengarkannya sambil tersenyum mendengar suara fales istrinya ketika bernyanyi.
Tak berselang lama kemudian mereka telah sampai di sebuah taman. Taman yang ramai diisi oleh anak-anak muda yang sedang berpacaran.
Kedua bola mata Dara berbinar senang. Sudah sebulan dirinya tidak pernah keluar dari mansion milik Sean.
Sean memakirkan motornya lalu dilepasnya helm miliknya. Tidak lupa juga mengunci motor mewahnya itu.
Sean ingin tertawa sekarang.
Dara langsung menarik salah satu pergelangan tangan Sean. "Ayo Sean. Kita jalan-jalan kesana. Aku ingin berfoto di bunga itu."Ujar Dara dengan semangat empat lima sambil menunjuk tempat uang sedang ingin ia tuju.
Dengan gemas Sean menarik tubuh istrinya hingga menabrak dadanya yang bidang. Sontak saja Dara langsung berhadapan dengan suaminya. Bahkan Dara sampai menahan nafas ketika melihat suaminya yang tertawa karena dirinya.
Tanpa melihat ekpresi istrinya Sean melepas helm milik istrinya itu. "Apa kamu ingin jalan-jalan sambil menggunakan helm sayang?" Kata Sean sambil menahan senyumannya.
Dara tersenyum malu. "Hehehe, lupa. Untung kamu baik." Ujar Dara sambil tersenyum malu.
"Iya aku memang baik sayang." Jawab Sean menanggapi perkataan istrinya.
Setelah itu Sean meletakkan helm milik istrinya itu ke motornya.
Digenggamnya tangan istrinya itu.
Dengan senang hati Dara membalas gengaman hsngat itu. Terasa nyaman dan Dara seperti tidak ingin melepaskan genggamannya.
Lalu merekapun berjalan bersama-sama. Sambil bergandengan tangan. Membuat beberapa pasang mata iri dibuatnya.
Dara yang begitu semangat, tidak berhenti untuk menoleh kesana kemari. Membuat Sean gemas ingin mencubit istri itu.
"Sean ayo kesana." Ajak Dara dengan semangat. Datariknya tangan Sean dengan kuat. Membuat Sean mengikuti langkah kecil istrinya itu.
Lalu, Dara merapikan rambutnya agar terlihat lebih rapi.
"Cantik." Jawab Sean. Kamu cantik sayang. Aku sampai tidak ingin melirik perempuan lain selain kamu.
Setelah itu Dara berjalan ke diinding yang terdapat banyak bunga.
"Fotoin aku ya." Pinta Dara.
Sean yang mengerti itu, lantas mengeluarkan ponsel miliknya.
Dibukanya aplikasi kamera itu dan diarahkan ke istrinya yang tengah berdiri dengan berpose lucu.
Cekrek
"Lagi Sean."
Dengan gaya berbeda Dara berpose.
Cekrek
"Lagi."
Cekrek
"Lagi."
Cekrek
"Sudah."
Lalu Dara berlari ke arah Sean dengan tersenyum bahagia. Dilihatnya hasil foto yang Sean fotokan. Hanya satu yang bagus.
Yang awal ngeblur.
Yang kedua terpotong.
Yang ketiga Dara belum siap.
Yang keempat bagus.
Dari sekian banyak foto, hanya satu yang bagus.
"Makasih Sean." Kata Dara.
Lalu Sean diam-diam menjadikan foto istrinya itu sebagai walpaper ponsel miliknya.
"Sean belikan aku ponsel ya."
Alis Sean terangkat, heran. Tumben sekali istrinya meminta sesuatu pada dirinya.
"Untuk apa ponsel sayang? Kan ada aku." Ujar Sean lembut.
Dara cemberut mendengar perkataan Sean. "Kamu ngga mau beliin buat aku?" Kata Dara mulai merengek lucu.
"Tidak sayang. Aku mau, tapi--"
Ucapannya langsung terpotong begitu saja.
"Janji ya belikan! Ponselnya buat aku bisa menghubungi kamu kalau sibuk kerja. Agar aku tudak jenuh juga. Boleh ya." Kata Dara dengan suara manjanya seperti anak kecil.
"Baiklah sayang. Aku belikan." Jawab Sean. Sean tidak sanggup jika melihat wajah istrinya yang memberengut lucu.
"Yey! Makasih Sean." Ucap Dara lalu memeluk tubuh suaminya itu dengan senang.
Sean baru menyadari kalau istrinya akan memeluknya setiap kali dirinya menuruti keinginannya.
Baiklah. Demi pelukan Sean rela menuruti keinginan istrinya itu.
***
Terimakasih Sean sudah memfotokan aku. Aku suka :)
Wajah cantikmu membuatku silau sayang ❤
Hari ini aku sudah update 4 part sekaligus. Jadi ayuk ramaikan part ini :) Agar aku semakin semangat Up nya :)