My Possesive Husband

My Possesive Husband
178. PENYERANGAN 1


Jangan lupa vote dan sarannya yaa.. Karna saran dan masukkan dari kalian itu penting.. 🙂😊


Silahkan tinggalkan jejak dengan menekan tombol like dibawah agar aku lebih semangat update cerita ini..


Terimakasih sudah membaca ceritaku 🤗


dan jangan lupa beri bintang 5, 4, 3 ya 😚


Jangan lupa baca cerita aku yang lainnya. kisah nyata 🤗


Happy Reading


***


"Kita lakukan sekarang. Mari kita pergi kerumah keluarga Raya. Aku jadi tidak sabar melihat ekspresi mereka ketika mendapatkan tamu yang tidak undang." Ujar Sean dengan nada yang terdengar dingin.


"Baiklah. Mari kita lakukan." Ucap Darren dengan memasukkan kedua tangannya ke saku celananya.


Setelah itu mereka berempat langsung bangkit dari duduknya dan berjalan meinggalkan ruangan rapat pribadi mereka.


Jam telah menunjukkan pukul setengah 3 dini hari. Sudah hampir 2 jam lebih mereka melakukan rapat dan menyusun strategi yang matang. Mereka tidak akan pernah melakukan penyerangan terhadap musuh tanpa strategi. Mereka lebih suka melakukannya dalam sekali serangan lalu mendapat hasil yang memuaskan.


Dengan langkahnya yang tegas dan wajah yang datar mereka berjalan keluar markas. Namun, langkahnya langsung terhenti ketika mereka mendengar pertanyaan dari Damian.


"Tunggu sebentar. Kita kan tidak tau alamat keluarga Raya. Terus untuk apa kita pergi kesana jika tidak mengetahui alamat rumah Raya?"


Oke. Apakah ada yang salah dengan pertanyaan Damian tadi? Kenapa ketiga sahabatnya itu langsung menatap jengah padanya. Cepat katakan dimana letak kesalahan Damian?!


"Kenapa kalian terlihat geram? Apakah ada sesuatu yang membuat mereka geram?" Tanya Damian dengan wajahnya yang polos.


Sean menghela nafasnya kasar. Setelah Darren yang merasa lelah menghadapi ke lola-an Damian, sekarang giliran Sean yang merasa lelah. "Cek ponsel mu Damian. Kita tidak akan pergi jika kita tidak tau alamatnya." Ujar Sean dengan nada yang terdengar kesal. Untung saja Damian adalah sahabatnya. Jika tidak, mungkin Sean akan menenggelamkan Damian di samudra pasifik saat ini juga.


Lantas Damian langsung mengecek ponsel miliknya. Benar saja di Grup chat yang diberi nama Geng Mafia Crowned Eagle - Anti bucin-bucin Club itu telah terdapat sebuah pesan dari Darren yang berisi alamat lengkap rumah Raya. Lalu, tanpa dosa Damian langsung tersenyum memperlihatkan gigi putihnya yang rapi. "Hehehe.. maafkan aku. Kalian bisa melanjutkan jalan kalian. Aku hanya tidak mengetahui notif pesannya."


Nick menepuk jidatnya pelan. Sungguh, Nick heran kenapa bisa ia memiliki sahabat satu geng seperti Damian. Padahal Damian termasuk kedalam anggota Mafia yang paling ditakuti. Lalu ini apa? Cover yang orang lain nilai tidak sesuai dengan ekspetasi mereka. Mungkin jika mereka tau sifat dan tingkah asli Damian, mungkin mereka akan menyanyikan lagu iklan "Kena tipu.."


Setelah itu mereka berempat sampai di parkir markas mobil milik mereka.


Mobil sport warna hitam milik Sean.


Mobil sport warna putih milik Damian.


Mobil sport warna kuning milik Nick.


Mobil sport warna merah milik Darren.


Setiap warna mobil yang mereka pilih memiliki makna tersendiri yang menggambarkan diri mereka masing-masing.


Setelah itu mereka langsung masuk ke dalam mobil sport mewah miliknya masing-masing.


Dengan kompak mereka menggunakan kaca mata hitamnya. Dan mereka juga tidak lupa dengan pistol dan senjata kesayangannya masing-masing.


Diawali dengan Sean yang keluar terlebih dahulu dari markas, di ikuti Damian, Nick dan yang terakhir Darren.


Mobil mereka melaju dengan kecepatan di atas rata-rata membelah jalanan kota. Untungnya jalanan telah sepi. Tidak ada mobil yang berlalu lalang. Hanya mobil mereka berempat yang melewati jalanan sepi itu. Tapi, ada beberapa toko dan club malam yang masih buka.


Nick yang melihat club malam itu tersenyum tipis. Sebuah ide gila muncul di otaknya. Mungkin kalian akan menggelengkan kepalanya, tidak habis pikir jika mengetahui apa yang sedang dipikirkan Nick sekarang. Siapa lagi jika bukan Rara. Ide gilanya itu tertuju untuk Rara.


Berbeda dengan Sean. Pikiran Sean kini dipenuhi dengan istrinya yang sedang tersenyum. Sungguh, rasanya Sean tidak pernah menyangka jika akan memiliki seorang istri sehebat ini. Andara Claire Crishtian. Istri dan perempuan satu-satunya yang akan ia cintai dan ia sayangi selamanya setelah Mommynya.


Sedangkan Damian, Damian kini sibuk video call dengan istrinya sambil mengendarai mobil sport miliknya. Mendengarkan cerita istrinya yang tengah sibuk menceritakan kegiatannya selama sehari. Tentu saja Damian mendengarkan cerita istrinya dengan tetap fokus mengenderai mobil sportnya. Bahkan sesekali Damian tertawa renyah ketika istrinya menceritakan sesuatu hal yang lucu padanya. Jadi, jangan terkejut jika Damian menjadi sebucin ini pada istri kesayangannya.


Akan tetapi berbeda dengan pengendara mobil sport warna merah yaitu Darren.


Darren terlihat datar tanpa ekspresi memandang jalanan kota. Tidak ada ekspresi sama sekali seperti sahabatnya yang lain. Pikirannya hanya tertuju satu hal yaitu keluarga Raya.


Tidak sama dengan Nick yang sedang sibuk memikirkan ide gila yang ia tujukan ke Rara, Sean yang memikirkan istri kesayangannya, Damian yang sibuk video call dengan istrinya. Sedangkan Damian? Darren hanya memikirkan bagaimana caranya membereskan dan membantai habis keluarga Raya. Padahal masalah ini milik Sean pribadi. Tapi tetap saja, sebagai sahabatnya Darren ingin ikut andil didalamnya. Jika di ijinkan oleh Sean, Darren akan senang hati ikut dalam membantai keluarga Raya. Apalagi sudah seharian ini Darren tidak bisa melampiaskan amarahnya. Mungkin dengan membantai keluarga Raya, amarahnya akan sedikit mereda.


Perjalanan mereka tempuh selama dua puluh menit hingga akhirnya mereka telah sampai di depan sebuah rumah sederhana tapi sedikit terlihat mewah meskipun terlihat biasa saja di mata geng Mafia Crowned Eagle.


Rumah itu berwarna putih dengan pagar kecil yang terkunci. Itu adalah sesuatu hal yang sangat mudah untuk dilewati.


Mobil sport mereka terjajar rapi. Bagaikan orang elite yang siap melakukan balap liar.


Sean menyeringai tipis ketika melihat rumah itu. Rumah yang menjadi saksi bisu antara hubungannya dengan Raya. Sekaligus menjadi saksi bisu dalam kebodohannya selama ini.



⚠️ NOTE PENTING !


Nb : Apa yang Damian lakukan jangan ditiru ya. Jangan memainkan ponsel ketika berkendara. Itu berbahaya. Dan apa yang Damian lakukan itu hanya adegan fiktif belaka. Harap bijak menyikapinya. Terimakasih.


Nb: Jangan di ikuti tindakan Darren ya. Kalau kalian kesal kalian bisa melampiaskan dengan cara kalian sendiri. Asal jangan seperti Darren. Ini hanyalah karangan fiktif belaka.


Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘


@eldencrishtian


@lexacrishtian


@garvincrishtian


@seancrishtian


@daracrishtian


@kenzocrishtian


@crownedeagle_03


Terimakasih sudah setia menjadi Pembaca My Possesive Husband ya 💙 Love You Gais 💛